Perbandingan · 12 September 2026
Menawarkan paylater atau menerima pembayaran lunas saja: apa yang sebenarnya berpindah dari penjual, dan apa yang tidak
Pertanyaannya biasanya muncul setelah beberapa calon pembeli mundur di nominal yang sama: perlukah menyediakan paylater. Jawaban singkatnya, paylater tidak mengubah kapan penjual menerima uangnya, melainkan memindahkan jadwal pembayaran pembeli ke pihak ketiga yang menagihnya sendiri. Dan keadaan hari ini pada Kasera Pay perlu disebut lebih dulu supaya sisa halaman ini berguna: paylater belum tersedia dan belum bisa diaktifkan, sehingga yang bisa diputuskan sekarang adalah apa yang dikerjakan sebagai gantinya.
Halaman ini membedah pertukarannya, menunjukkan cara membaca keadaan sebuah metode tanpa menebak, lalu membandingkan susunan yang benar-benar tersedia hari ini beserta ongkos tepatnya.
Apa yang sebenarnya berpindah
Bentuk dasar paylater: penyedia paylater membayar penjual di muka atas nama pembeli, lalu menagih pembeli menurut jadwal cicilan yang disepakati keduanya. Yang berpindah dari penjual adalah satu hal saja, yaitu menunggu pembeli membayar, dan itu memang hal yang berharga. Yang tidak berpindah lebih panjang daftarnya, dan lebih sering dilupakan:
- Janji atas barangnya tetap di penjual. Retur, keterlambatan, dan keluhan mutu diselesaikan penjual dengan pembeli persis seperti pada pembayaran lunas. Pembeli yang kecewa sambil menyicil adalah pembeli yang kecewa dua kali.
- Tarifnya ditanggung penjual dan lebih tinggi daripada jalur termurah. Besarnya ditetapkan tiap penyedia dan berbeda antar perjanjian, jadi angkanya hanya sah dibaca dari ketentuan merchant penyedia yang bersangkutan. Halaman ini sengaja tidak mencantumkan satu pun angka paylater karena tidak ada yang dibaca langsung dari sumber resminya saat halaman ini ditulis.
- Paylater bukan tombol yang tinggal dinyalakan. Tiap penyedia menilai dan menerima merchant secara terpisah, dengan kategori usaha yang mereka batasi sendiri.
Keadaan hari ini, dan cara membacanya tanpa menebak
Yang aktif pada Kasera Pay saat halaman ini ditulis, 12 September 2026: QRIS, Virtual Account pada delapan bank, dan kartu Visa, Mastercard, JCB, serta Amex. Tarifnya QRIS 0,7 persen ditambah Rp 250, Virtual Account Rp 5.000 per transaksi, dan kartu 2,8 persen ditambah Rp 2.500, tanpa biaya pendaftaran dan tanpa biaya bulanan.
Tiga penyedia paylater, yaitu Akulaku, Kredivo, dan Indodana, tercantum di dokumentasi metode pembayaran dengan status Nanti, dibedakan dari status Direncanakan yang dipakai dompet digital dan gerai ritel. Pembedaan itu bukan hiasan: paylater adalah metode yang paling banyak menuntut data pembeli di antara semuanya, sehingga ia mengantre paling belakang dan tidak membawa tanggal yang dijanjikan. Permintaan pembayaran yang menyebut kode metode yang tidak ditawarkan akun ditolak dengan 422 payment_method_unavailable, bukan dibiarkan lewat lalu gagal di depan pembeli.
Untuk integrasi, cara membaca keadaan ini tanpa menebak adalah GET /v1/payment_methods, yang mengembalikan daftar metode sesuai akun beserta tarif tiap metode. Menuliskan daftar metode secara permanen di dalam kode adalah cara paling umum membuat halaman checkout menjanjikan sesuatu yang ditolak saat dibayar.
Kartu bukan cicilan, dan bedanya menentukan
Kartu kredit sering dianggap sudah menjawab kebutuhan cicilan. Dari sisi penjual, tidak. Pembayaran kartu di sini adalah satu tagihan sekali bayar: tidak ada kolom tenor pada pembuatan pembayaran, tidak ada pilihan cicilan yang ditampilkan kepada pembeli, dan yang tercatat adalah satu pembayaran berstatus succeeded dengan tarif 2,8 persen ditambah Rp 2.500. Bank penerbit kartu sebagian menawarkan pengubahan transaksi menjadi cicilan kepada nasabahnya sendiri, tetapi itu terjadi setelahnya, di luar sistem pembayaran penjual, dan bukan sesuatu yang boleh dijanjikan di halaman produk.
Satu hal yang memang dibawa kartu dan tidak dibawa jalur lain: kartu adalah satu-satunya jalur yang menerima pengembalian dana lewat API, sedangkan pengembalian pada QRIS dan Virtual Account dikerjakan manual. Sisi sebaliknya juga hanya ada pada kartu, yaitu chargeback, dan akibat lengkapnya dibahas di artikel pengembalian dana ke pembeli.
Pengganti terdekat yang bisa dipakai hari ini
Memecah satu pesanan menjadi uang muka lalu pelunasan adalah susunan yang paling dekat dengan cicilan dan sepenuhnya tersedia sekarang. Ongkos tambahannya bisa disebut persis, dan ini angka yang jarang dihitung orang dengan benar: memecah pembayaran menambah tepat satu komponen biaya tetap dan tidak pernah menyentuh komponen persentasenya. Tambahannya Rp 250 pada QRIS, Rp 5.000 pada Virtual Account, dan Rp 2.500 pada kartu, pada nominal berapa pun. Artinya memecah pembayaran di QRIS nyaris gratis, sedangkan di Virtual Account ongkosnya terasa. Hitungan lengkapnya beserta pertimbangan kapan uang muka layak diminta ada di perbandingan uang muka dan pembayaran penuh di muka.
Tiga hal teknis yang menyertainya, dan sebaiknya diketahui sebelum menjanjikan termin:
- Batas Rp 10.000.000 per pembayaran. Di atas nominal itu, memecah pembayaran bukan pilihan melainkan keharusan.
- Masa berlaku berdefault 60 menit dengan plafon 24 jam. Tautan pelunasan karena itu dibuat saat pelunasannya jatuh tempo, bukan diterbitkan berbarengan dengan uang mukanya.
- Penyerahan lebih dari tiga puluh hari ke depan membutuhkan persetujuan tertulis lebih dulu menurut kebijakan penggunaan terlarang. Termin panjang untuk barang yang baru diserahkan kemudian masuk ke wilayah itu.
Perbedaan mendasarnya dengan paylater perlu dinyatakan terbuka, karena di sinilah orang paling sering salah menyamakan keduanya: memecah pembayaran memindahkan jadwal pembayaran pembeli kepada penjual, bukan kepada pihak ketiga. Risiko pelunasan yang tidak pernah datang tetap di penjual, dan itulah yang dibeli dengan tarif lebih tinggi pada paylater.
Kapan paylater benar-benar menentukan penjualan
Menentukan bila nominalnya besar dibandingkan penghasilan bulanan pembeli, dan alternatif sebenarnya bukan pembayaran lunas melainkan tidak jadi membeli. Elektronik, perabot, sepeda, paket perjalanan, dan kelas berbiaya besar berada di kelompok ini. Pada kelompok itu, tarif tambahan yang cukup besar pun masih masuk akal, karena pembandingnya nol.
Tidak menentukan pada tiga keadaan yang justru paling sering meminta paylater tanpa alasan. Pertama, nominal kecil, katakanlah di bawah seratus ribuan, ketika tarif tambahan langsung memakan margin sementara pembeli sebenarnya tidak membutuhkan cicilan. Kedua, pembeli yang sudah terbiasa membayar dalam hitungan detik lewat QRIS, ketika satu langkah tambahan justru menurunkan penyelesaian pembayaran, dan pemilihan antara QRIS dan Virtual Account dibahas terpisah di panduan memilih QRIS atau Virtual Account. Ketiga, pembeli berupa perusahaan, karena tempo yang mereka minta adalah tempo pembayaran perusahaan, bukan kredit konsumen, dan penanganannya berbeda seperti dibahas di artikel pembayaran dari pelanggan korporat.
Yang layak dikerjakan sambil menunggu
Hitung dulu seberapa nyata permintaannya. Catat berapa banyak calon pembeli yang benar-benar menanyakan cicilan dan pada nominal berapa, selama satu bulan. Angka itu biasanya jauh lebih kecil daripada kesan yang ditinggalkan beberapa percakapan, dan bila memang besar, angkanya menjadi dasar yang jelas untuk memutuskan susunan uang muka pada nominal tertentu.
Sementara itu, satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan: mencantumkan paylater pada etalase atau halaman produk sebelum jalurnya ada. Pembeli yang datang karena janji itu akan berhenti di halaman pembayaran yang tidak memuatnya, dan biaya kepercayaan dari satu kekecewaan di ujung proses jauh lebih besar daripada penjualan yang mungkin didapat. Daftar metode yang berlaku untuk sebuah akun selalu bisa dibaca di dokumentasi metode pembayaran yang ditautkan di atas, dan itulah sumber yang benar untuk menuliskan apa yang diterima.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah Kasera Pay sudah bisa menerima Kredivo, Akulaku, atau Indodana?
Belum. Ketiganya tercantum di tabel metode pembayaran dengan status Nanti, yang berarti mengantre di belakang metode lain tanpa tanggal yang dijanjikan. Permintaan pembayaran yang menyebut salah satu kodenya ditolak dengan 422 payment_method_unavailable. Yang aktif saat halaman ini ditulis adalah QRIS, Virtual Account delapan bank, dan kartu.
Apakah pembayaran kartu bisa dipakai mencicil?
Tidak dari sisi penjual. Pembayaran kartu di sini adalah satu tagihan sekali bayar: tidak ada kolom tenor pada pembuatan pembayaran dan tidak ada janji cicilan yang dikirim ke pembeli. Sebagian bank penerbit memang menawarkan pengubahan transaksi menjadi cicilan kepada pemegang kartunya sendiri, tetapi itu urusan pembeli dengan banknya, terjadi setelah pembayaran selesai, dan tidak mengubah apa pun yang diterima penjual.
Apa susunan terdekat dengan cicilan yang bisa dipakai hari ini?
Memecah pembayaran menjadi uang muka lalu pelunasan, dengan dua permintaan pembayaran terpisah. Ongkos tambahannya tepat satu komponen biaya tetap, yaitu Rp 250 pada QRIS, Rp 5.000 pada Virtual Account, dan Rp 2.500 pada kartu, karena komponen persentasenya dihitung dari nominal yang sama berapa pun pembagiannya. Bedanya dengan paylater bersifat mendasar: risiko pelunasan tetap di penjual.
Apakah paylater membuat pembayaran lebih aman bagi penjual?
Tidak dengan sendirinya. Keluhan, retur, dan sengketa mengenai barangnya tetap urusan penjual dengan pembeli, apa pun cara pembeli membayar. Pada Kasera Pay hari ini, QRIS dan Virtual Account tidak punya jalur penarikan kembali ke arah mana pun sehingga sengketanya selesai lewat kesepakatan, sedangkan kartu adalah satu-satunya jalur yang menerima pengembalian dana lewat API sekaligus satu-satunya jalur yang bisa membawa chargeback.