Perbandingan · 10 September 2026
Beberapa usaha dari satu akun atau akun terpisah untuk masing-masing: yang mengikuti orangnya, dan yang mengikuti usahanya
Satu orang yang menjalankan katering pada hari kerja dan menyewakan alat pesta pada akhir pekan, atau satu toko yang membuka cabang kedua dengan nama sendiri, cepat atau lambat sampai pada pertanyaan yang sama: cukup satu akun pembayaran untuk keduanya, atau masing-masing perlu akunnya sendiri.
Jawabannya tidak ditentukan oleh jumlah usahanya, melainkan oleh satu garis yang sudah ada di dalam sistemnya. Sebagian hal melekat pada orangnya dan tidak pernah diminta dua kali. Sisanya melekat pada usahanya, dan tidak ada satu pun cara membelahnya dari dalam satu akun. Begitu daftar itu dibaca, keputusannya biasanya sudah jelas dalam satu menit.
Satu login sudah bisa memegang beberapa usaha
Hal pertama yang perlu diluruskan: memilih akun terpisah tidak berarti membuat email baru, mendaftar ulang dari nol, dan berpindah-pindah login. Satu login bisa memegang beberapa usaha sekaligus. Dasbor menyediakan pemilih usaha yang mendaftar semua usaha yang dipegang login itu, di panel kiri pada layar lebar dan di halaman pengaturan pada layar sempit, dan pilihan terakhir di dalamnya adalah membuat usaha baru.
Yang perlu diketahui tentang pemilih itu ada tiga. Pertama, sesi selalu bekerja untuk satu usaha saja pada satu waktu, sehingga berpindah usaha memuat ulang seluruh halaman: setiap angka di layar terikat pada satu usaha, dan memuat ulang adalah cara paling jujur menyegarkannya. Kedua, pilihan membuat usaha baru hanya aktif kalau email dan nomor telepon pemiliknya sudah terverifikasi; sebelum itu pilihannya tetap terlihat dalam keadaan nonaktif beserta keterangannya, bukan disembunyikan. Ketiga, formulirnya pendek, hanya nama usaha dan bidang usaha, masing-masing paling panjang 60 karakter, lalu langsung masuk ke wizard onboarding untuk usaha baru itu.
Wizard itulah bagian yang paling sering disalahpahami. Untuk pemilik yang identitasnya sudah diverifikasi, seluruh bagian verifikasi identitas dilewati, karena dokumen itu sudah ada dan melekat pada orangnya. Yang tersisa adalah kelengkapan usaha barunya sendiri, terutama rekening pencairannya. Bedanya nyata sampai ke kode status internalnya, yang membedakan setup belum lengkap dari verifikasi belum lengkap, supaya tidak muncul ajakan menyelesaikan verifikasi yang membuka formulir tanpa satu pun pertanyaan tersisa. Cara membaca tahapan verifikasi selengkapnya ada di panduan verifikasi akun langkah demi langkah.
Yang mengikuti orangnya, dan yang mengikuti usahanya
Mengikuti orangnya hanya dua hal, dan keduanya adalah bagian yang paling merepotkan kalau harus diulang: login beserta verifikasi email dan nomor teleponnya, dan identitas beserta dokumen yang sudah disetujui.
Selebihnya mengikuti usahanya, satu per satu:
- Nama yang dibaca pembeli. Nama usaha yang muncul di halaman pembayaran diambil dari profil usaha itu, bukan diketik per transaksi.
- Halaman pembayaran permanen. Satu usaha memiliki satu alamat halaman pembayaran, jadi dua merek dalam satu akun berbagi satu tautan dan satu nama.
- Rekening pencairan. Melekat pada usahanya, sehingga uang dua usaha dalam satu akun mendarat di satu rekening yang sama.
- Jatah harian. Dihitung per usaha, bukan per orang.
- Kunci API dan pengaturan webhook. Satu kunci aktif per usaha untuk tiap mode, live dan tes.
- Tim dan perannya. Undangan, peran staf yang menerima pembayaran, dan peran developer yang memegang kunci, semuanya per usaha.
- Daftar transaksi dan pencatatannya. Sebuah pembayaran selamanya milik usaha yang menerbitkannya.
Satu catatan tentang peran, karena sering dikira bisa diakali: kepemilikan tidak bisa dipindahkan dan peran tidak bisa diubah dari layar tim. Pemilik adalah orang yang menyelesaikan verifikasi dan memegang rekening pencairannya, sehingga mengubah peran akan sama dengan memindahkan uang orang lain. Yang bisa dibagikan hanya undangan staf dan developer. Pembagian akses di dalam satu usaha dibahas terpisah di panduan keamanan akun dan akses tim.
Tiga hal yang tidak bisa dikerjakan merchant_ref
Jalan tengah yang biasanya terpikir lebih dulu adalah menandai tiap transaksi dengan penanda sendiri, lalu menyaring laporannya per merek. Untuk laporan, cara itu memang bekerja: nilai merchant_ref paling panjang 64 karakter, disimpan, dikembalikan pada respons, dan bisa dipakai menyaring daftar transaksi, sehingga penjualan tiap merek bisa dihitung terpisah tanpa akun tambahan.
Yang tidak bisa dilakukannya ada tiga, dan ketiganya persis alasan orang membuka akun terpisah. Nilai itu tidak mengubah nama usaha yang dibaca pembeli saat membayar. Nilai itu tidak memisahkan uangnya, karena pencairan mengikuti rekening usahanya. Dan nilai itu tidak memberi tiap merek jatah hariannya sendiri. Satu hal lagi yang perlu diingat karena sering dikira sebaliknya: penanda itu bukan pencegah duplikat. Dua permintaan dengan merchant_ref yang sama tetap menjadi dua tagihan; perlindungan pengulangan hanya datang dari header Idempotency-Key.
Jebakan jatah pada usaha yang baru dibuat
Alasan yang paling sering diajukan untuk membuka akun kedua adalah jatah harian usaha pertama yang mulai terasa sempit. Pada praktiknya alasan itu justru berbalik arah. Jatah harian penuh baru berlaku setelah onboarding usaha itu aktif. Sebelum aktif, yang berlaku adalah jatah yang jauh lebih kecil dan sifatnya berbeda: bukan jatah harian, melainkan jatah seumur akun yang tidak pernah kembali nol pada tengah malam. Usaha baru yang dibuat pada jam sibuk untuk menampung limpahan akan berhenti lebih cepat daripada usaha lama yang sudah aktif. Angka, kode penolakan, dan cara menaikkannya ada di artikel batas harian dan cara menaikkannya.
Hitungan biaya: yang bertambah hanya satu
Memegang akun kedua tidak dikenai biaya bulanan maupun biaya pendaftaran, dan tarif transaksinya identik di kedua sisi, yaitu QRIS 0,7% ditambah Rp 250, Virtual Account Rp 5.000 tetap, dan kartu 2,8% ditambah Rp 2.500 per transaksi. Jadi memecah penjualan menjadi dua akun tidak mengubah sepeser pun biaya per transaksinya.
Yang benar-benar bertambah adalah pencairan, karena biayanya Rp 3.000 per pencairan dan dihitung per usaha. Sebagai gambaran, penjual yang mencairkan seminggu sekali membayar sekitar Rp 12.000 sebulan dengan satu usaha, dan sekitar Rp 24.000 sebulan kalau penjualannya dipecah ke dua usaha yang masing-masing mencairkan sendiri. Selisihnya kecil, tetapi ada pasangannya yang lebih mengganggu: minimum pencairan Rp 10.000 berlaku per usaha, sehingga usaha kedua yang masih sepi bisa menahan saldonya lebih lama sebelum layak dicairkan. Mekanisme dan jadwalnya dibahas di panduan pencairan dana.
Kabar baiknya, dua usaha milik satu orang boleh mencairkan ke rekening bank yang sama. Pemakaian rekening bersama memang diperiksa sebagai tanda kecurangan, tetapi hanya ketika pemiliknya berbeda; dua usaha milik satu pemilik yang berbagi satu rekening bukan duplikat dan tidak ditandai. Pemisahan uang usaha dari uang pribadi adalah persoalan lain lagi, dan dibahas di artikel memisahkan uang usaha dan uang pribadi.
Kriteria memilih
Akun terpisah untuk masing-masing usaha kalau salah satu dari empat hal ini benar: pembeli harus membaca nama usaha yang berbeda saat membayar, uangnya harus mendarat di rekening yang berbeda, orang yang menangani pembayarannya berbeda dan tidak boleh saling melihat transaksi, atau salah satu usaha berjalan di atas integrasi teknis sendiri sehingga memerlukan kunci dan webhook sendiri.
Cukup satu akun kalau keempatnya salah: pembeli membaca nama yang sama dan itu tidak menjadi masalah, uangnya memang mendarat di satu rekening, orangnya sama, dan pemisahannya murni untuk laporan. Dalam keadaan itu merchant_ref mengerjakan seluruh kebutuhannya tanpa menambah satu pun pencairan.
Satu pertimbangan terakhir yang membuat keputusan ini layak dipikirkan di awal: sebuah pembayaran selamanya tercatat pada usaha yang menerbitkannya. Memindahkan riwayat dari satu usaha ke usaha lain bukan sesuatu yang bisa dikerjakan belakangan, sehingga akun yang dipecah setelah setahun berjalan akan meninggalkan riwayat lamanya menyatu di tempat asalnya. Memilih struktur sebelum pembayaran pertama masuk jauh lebih murah daripada merapikannya kemudian.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah identitas harus diverifikasi ulang untuk usaha kedua?
Tidak. Identitas dan dokumen melekat pada orang yang mendaftarkannya, bukan pada usahanya, sehingga wizard onboarding untuk usaha kedua melewati seluruh bagian verifikasi identitas dan hanya meminta kelengkapan usaha itu sendiri, terutama rekening pencairannya. Yang tersisa berstatus setup belum lengkap, bukan verifikasi belum lengkap, dan keduanya memang dibedakan supaya tidak muncul ajakan mengisi formulir yang tidak akan menanyakan apa pun.
Bisakah dua usaha memakai satu rekening pencairan yang sama?
Bisa, selama keduanya dimiliki orang yang sama. Rekening yang dipakai bersama oleh dua usaha milik pemilik yang berbeda tetap ditandai untuk diperiksa, tetapi dua usaha milik satu orang yang mencairkan ke rekening yang sama bukan tanda apa-apa dan tidak diperlakukan sebagai duplikat.
Apakah membuka akun kedua memberi tambahan jatah harian?
Tidak, dan pada awalnya justru sebaliknya. Jatah harian penuh baru berlaku setelah onboarding usaha itu aktif. Sebelum aktif yang berlaku adalah jatah yang jauh lebih kecil dan bukan harian melainkan seumur akun, sehingga angkanya tidak pernah kembali nol pada tengah malam. Usaha yang baru dibuat karena jatah usaha pertama habis akan berhenti lebih cepat, bukan lebih lambat.
Apakah merchant_ref cukup untuk memisahkan catatan dua merek dalam satu akun?
Cukup untuk laporan, tidak cukup untuk hal lain. Nilai itu disimpan, dikembalikan, dan bisa dipakai menyaring daftar transaksi, sehingga penjualan tiap merek dapat dihitung terpisah. Yang tidak bisa dilakukannya ada tiga: mengubah nama usaha yang dibaca pembeli di halaman pembayaran, memisahkan uangnya ke rekening berbeda, dan memberi tiap merek jatah hariannya sendiri. Ketiganya melekat pada akunnya, bukan pada nilai yang dikirim per transaksi.