Perbandingan · 1 September 2026
Kasera Pay vs Mayar: dua lapis biaya versus satu, dan beda kategori produknya
Keduanya melayani orang yang berjualan tanpa badan usaha, jadi keduanya sering muncul dalam daftar pertimbangan yang sama. Perbedaan terbesarnya bukan tarif, melainkan bentuk tarifnya: Mayar menagih dua lapis biaya pada transaksi yang sama, Kasera Pay menagih satu. Halaman ini menghitung selisihnya dari daftar harga publik keduanya, lalu menyebutkan dengan jelas hal-hal yang justru lebih baik di Mayar.
Kami membangun Kasera Pay, jadi kepentingannya jelas. Angka Mayar di halaman ini dibaca dari halaman harga dan halaman utama mereka pada 1 September 2026; tarif bisa berubah, jadi periksa ulang di sumbernya sebelum memutuskan.
Kategorinya berbeda, dan itu diputuskan lebih dulu
Mayar menyebut dirinya no code payment and commerce platform. Yang dijualnya adalah kemampuan membangun tempat berjualan: produk digital, kelas online dan bootcamp, keanggotaan, ebook, lisensi perangkat lunak, halaman arahan, manajemen pesanan, kode diskon, sampai perangkat pemasaran. Pembayaran adalah salah satu komponennya.
Kasera Pay tidak punya satu pun dari itu, dan tidak berusaha punya. Yang ada hanya penerimaan pembayaran: tautan pembayaran per pesanan, halaman pembayaran bernominal terbuka, dan API dengan webhook bertanda tangan. Kalau yang dibutuhkan adalah toko sekaligus kelas online sekaligus daftar pelanggan, membandingkan tarif per transaksi adalah membandingkan hal yang salah, dan Mayar menjawab kebutuhan itu sementara Kasera Pay tidak. Perbandingan di bawah ini berlaku untuk kebutuhan yang benar-benar hanya menerima pembayaran.
Satu lapis biaya versus dua
Halaman harga Mayar menyatakan bahwa untuk terima pembayaran akan dibayar biaya platform dan biaya pemrosesan untuk masing-masing channel pembayaran. Biaya platform mengikuti jenis produk dan paket langganan; pada paket Starter yang berharga Rp 0 per bulan, tautan pembayaran, invoicing, dan pay request dikenai 1,5 persen, sementara produk digital dikenai 4 persen. Biaya channel berdiri terpisah: QRIS 0,7 persen, Virtual Account Rp 4.000, kartu kredit 2,60 persen ditambah Rp 2.000, e-wallet 1,5 persen, mini market Rp 5.000 sampai Rp 7.500, dan paylater Akulaku 1,7 persen. Catatan di halaman itu menyebutkan biaya channel belum termasuk pajak.
Kasera Pay tidak punya lapis platform. Yang ditagih adalah tarif per transaksi berhasil, dan angka yang berlaku hari ini tercantum di halaman harga: MDR QRIS 0,7 persen diteruskan apa adanya tanpa markup, ditambah Rp 250 per transaksi. Tidak ada biaya bulanan dan tidak ada biaya pendaftaran. Biaya lain yang ada hanyalah Rp 3.000 per pencairan ke rekening bank, yang dijelaskan di panduan pencairan dana. Biaya pencairan Mayar tidak tercantum di halaman harga mereka saat halaman ini ditulis, jadi tidak dibandingkan di sini.
Selisihnya per nominal, untuk tautan pembayaran QRIS
Skenario yang dihitung adalah yang paling umum untuk kedua produk: satu tautan pembayaran, dibayar dengan QRIS, pada paket gratis Mayar. Sisi Mayar adalah 1,5 persen biaya platform ditambah 0,7 persen biaya channel, sebelum pajak atas komponen channelnya. Sisi Kasera Pay adalah 0,7 persen ditambah Rp 250.
| Nominal | Kasera Pay | Mayar Starter | Selisih |
|---|---|---|---|
| Rp 50.000 | Rp 600 (1,2%) | Rp 1.100 (2,2%) | Rp 500 |
| Rp 150.000 | Rp 1.300 (0,87%) | Rp 3.300 (2,2%) | Rp 2.000 |
| Rp 500.000 | Rp 3.750 (0,75%) | Rp 11.000 (2,2%) | Rp 7.250 |
| Rp 2.000.000 | Rp 14.250 (0,71%) | Rp 44.000 (2,2%) | Rp 29.750 |
Polanya berbeda dari perbandingan gateway yang biasa. Terhadap penyedia yang memakai biaya tetap besar, selisihnya konstan dan justru mengecil secara persentase saat nominal naik. Di sini kebalikannya: karena sisi Mayar hampir seluruhnya persentase sedangkan sisi Kasera Pay sebagian tetap, selisihnya melebar terus mengikuti nominal dan tidak pernah bertemu. Pada nominal sangat kecil selisihnya paling tipis, dan di situlah paket gratis Mayar paling kompetitif.
Untuk penjual produk digital, jaraknya lebih lebar lagi. Biaya platform produk digital pada paket Starter adalah 4 persen, jadi bersama QRIS menjadi 4,7 persen, sementara sisi Kasera Pay tidak berubah karena tarifnya tidak mengenal jenis produk.
Titik impas paket berbayar
Paket Business Mayar berharga Rp 349.000 per bulan dan menurunkan biaya platform tautan pembayaran dari 1,5 persen menjadi 1 persen. Penghematannya 0,5 persen dari omzet yang lewat channel itu, jadi langganan tertutup pada omzet sekitar Rp 69.800.000 per bulan. Di bawah angka itu paket gratisnya lebih murah untuk pembayaran saja. Di atasnya, biaya platform totalnya masih 1 persen ditambah 0,7 persen channel, yaitu 1,7 persen, dan tetap di atas sisi Kasera Pay pada nominal berapa pun yang lazim.
Yang lebih baik di Mayar
- Tarif satuan sebagian channel. Virtual Account Rp 4.000 berbanding Rp 5.000 di sini, dan kartu kredit 2,60 persen ditambah Rp 2.000 berbanding tarif default 2,8 persen ditambah Rp 2.500 yang diterbitkan di dokumentasi metode pembayaran. Perbandingan kartu selengkapnya, termasuk kapan kartu layak dinyalakan sama sekali, ada di artikel menerima pembayaran kartu. Lapis biaya platform Mayar tetap ditambahkan di atas angka-angka itu.
- Channel yang belum ada di sini. E-wallet sebagai tombol tersendiri, gerai retail, dan paylater ada di Mayar dan belum ada di Kasera Pay. QRIS menutup sebagian kebutuhan e-wallet karena kode yang sama bisa dibayar dari aplikasi dompet digital yang mendukung QRIS, tetapi untuk gerai retail tidak ada padanannya.
- Semua yang di luar pembayaran. Toko, produk digital, kelas online, keanggotaan, kode diskon, dan perangkat pemasaran. Kasera Pay tidak menyediakan satu pun dari itu.
Yang lebih baik di Kasera Pay
- Satu lapis biaya, dan tidak bergantung jenis produk. Tarif yang sama berlaku untuk barang fisik, jasa, iuran, dan tiket. Tidak ada kategori yang tiba-tiba dikenai 4 persen.
- Tidak ada langganan bulanan. Biaya hanya muncul saat ada pembayaran berhasil, jadi bulan tanpa penjualan berbiaya nol.
- Integrasi yang berdiri sendiri. API dengan header
Idempotency-Keysupaya permintaan yang terkirim dua kali tidak menjadi dua tagihan, dan webhookpayment.paidbertanda tangan. Cara memverifikasinya dibahas di artikel webhook pembayaran yang aman. Cocok ketika sistem pesanan sudah ada dan yang kurang hanya pembayarannya.
Syarat masuk
Situs Mayar pada 1 September 2026 tidak menyatakan syarat badan usaha untuk mendaftar, dan menyebut sasarannya mencakup freelancer, kreator, pendidik, dan social seller. Kasera Pay menerima pendaftar perorangan tanpa PT, dengan peninjauan identitas dan rekening tujuan sebelum pembayaran bisa diterima; rinciannya ada di panduan payment gateway tanpa PT. Karena syarat masuk keduanya tidak menjadi pembeda, keputusannya jatuh pada dua hal di atas: butuh tempat berjualan atau tidak, dan bentuk tarif yang mana yang lebih cocok dengan nominal rata-rata.
Kapan memilih yang mana
Mayar lebih masuk akal ketika yang dibutuhkan bukan hanya pembayaran: menjual produk digital atau kelas online tanpa membangun apa pun, membutuhkan halaman penjualan dan manajemen pesanan sekaligus, atau membutuhkan channel yang belum ada di Kasera Pay seperti gerai retail dan paylater. Nominal transaksi yang kecil juga memperkecil selisih biayanya.
Kasera Pay lebih masuk akal ketika tempat berjualan sudah ada, entah itu website sendiri, akun media sosial, atau sistem internal, dan yang kurang hanya cara menerima uang beserta kepastian statusnya. Semakin besar nominal rata-rata, semakin besar selisih biaya yang dihemat, karena tarifnya tidak menumpuk dua lapis. Perbandingan dengan gateway lain yang sekelas ada di perbandingan Kasera Pay dan Midtrans dan perbandingan Kasera Pay dan TriPay.
Pertanyaan umum
Apakah Mayar dan Kasera Pay produk sejenis?
Tidak sepenuhnya, dan itu perlu diselesaikan sebelum tarif dibandingkan. Saat halaman ini ditulis pada 1 September 2026, situs Mayar menyebut dirinya no code payment and commerce platform dan menjual kemampuan membuat toko, produk digital, kelas online, keanggotaan, invoicing, sampai perangkat pemasaran, dengan pembayaran sebagai salah satu bagiannya. Kasera Pay hanya menerima pembayaran: tautan pembayaran, halaman pembayaran bernominal terbuka, dan API. Kalau yang dibutuhkan adalah tempat berjualan sekaligus, perbandingan tarif tidak menjawab pertanyaannya.
Kenapa biaya Mayar terdiri dari dua lapis?
Karena keduanya memang ditagih terpisah. Halaman harga Mayar pada 1 September 2026 menyatakan bahwa untuk terima pembayaran akan dibayar biaya platform dan biaya pemrosesan untuk masing-masing channel pembayaran. Biaya platform ditentukan jenis produk dan paket langganan, misalnya 1,5 persen untuk tautan pembayaran dan invoicing pada paket Starter, sementara biaya channel ditentukan metode bayarnya, misalnya 0,7 persen untuk QRIS. Keduanya dijumlahkan pada transaksi yang sama. Kasera Pay hanya menagih satu lapis, yaitu tarif per transaksi berhasil.
Berapa selisihnya untuk satu tautan pembayaran QRIS?
Pada paket Starter Mayar, tautan pembayaran yang dibayar dengan QRIS menanggung 1,5 persen biaya platform ditambah 0,7 persen biaya channel, jadi 2,2 persen sebelum pajak atas komponen channelnya. Kasera Pay menagih 0,7 persen ditambah Rp 250. Untuk pembayaran Rp 150.000 itu berarti sekitar Rp 3.300 berbanding Rp 1.300, dan untuk Rp 500.000 sekitar Rp 11.000 berbanding Rp 3.750. Selisihnya melebar mengikuti nominal karena satu sisi seluruhnya persentase sementara sisi lain sebagian besar tetap.
Kapan paket berbayar Mayar menjadi masuk akal?
Paket Business Mayar berharga Rp 349.000 per bulan pada 1 September 2026 dan menurunkan biaya platform tautan pembayaran dari 1,5 persen menjadi 1 persen. Penghematannya 0,5 persen dari omzet, jadi langganannya baru tertutup pada omzet sekitar Rp 69.800.000 per bulan lewat channel itu. Di bawah angka itu, paket gratisnya lebih murah. Perhitungan ini hanya menyangkut biaya platform dan mengabaikan fitur lain yang ikut dalam paket, yang bisa saja bernilai tersendiri.
Apakah ada channel yang lebih murah di Mayar?
Ada, pada tarif satuan channelnya. Daftar harga Mayar pada 1 September 2026 mencantumkan Virtual Account Rp 4.000 dan kartu kredit 2,60 persen ditambah Rp 2.000, sementara tarif default Kasera Pay yang diterbitkan di dokumentasi adalah Rp 5.000 untuk Virtual Account dan 2,8 persen ditambah Rp 2.500 untuk kartu. Yang perlu diingat, di Mayar biaya platform tetap ditambahkan di atas tarif channel itu, sedangkan di Kasera Pay tidak ada lapis kedua.
Channel apa yang ada di Mayar tetapi belum ada di Kasera Pay?
E-wallet, gerai retail atau mini market, dan paylater. Daftar harga Mayar pada 1 September 2026 mencantumkan ketiganya dengan tarif masing-masing. Kasera Pay hari ini aktif pada QRIS, delapan bank Virtual Account, dan kartu, sementara e-wallet dan paylater belum. QRIS menutup sebagian besar kebutuhan e-wallet karena satu kode yang sama bisa dibayar dari aplikasi dompet digital yang mendukung QRIS, tetapi itu tidak sama dengan tombol e-wallet tersendiri, dan untuk gerai retail memang tidak ada padanannya.