Panduan · 27 Agustus 2026
Payment gateway tanpa PT: syarat sebenarnya, batasnya, dan cara memilih
Menerima pembayaran online di Indonesia tidak mewajibkan PT. Yang diperiksa penyedia pembayaran bukan bentuk badan usaha, melainkan tiga hal lain: identitas orang yang bertanggung jawab atas akun, rekening tujuan pencairan, dan jenis kegiatan yang dibiayai. Satu KTP dan satu rekening atas nama sendiri sudah menjawab dua yang pertama.
Syarat Kasera Pay dipakai di sini sebagai contoh konkret karena angkanya terbuka dan bisa dicek. Pola pemeriksaannya berlaku umum, jadi pertanyaan di bagian akhir bisa dipakai untuk menilai penyedia mana pun.
Dua tingkat verifikasi, dan apa yang dibuka masing-masing
Kesalahan urutan yang paling mahal untuk perorangan adalah membuka penjualan lebih dulu dan mengurus verifikasi belakangan. Verifikasi di Kasera Pay punya dua tingkat, dan keduanya membuka hal yang berbeda:
- Menerima pembayaran terbuka dengan email, nomor ponsel, dan profil usaha yang terverifikasi. Tidak ada dokumen badan usaha di daftar ini.
- Menarik dana membutuhkan verifikasi penuh: nama sesuai KTP, NIK, foto KTP, selfie, dan rekening bank atas nama sendiri.
Akibatnya jelas: uang yang masuk sebelum verifikasi penuh selesai tidak hilang, tetapi juga tidak bisa diambil. Untuk penjualan bertenggat, misalnya tiket acara atau pre-order yang modalnya dipakai untuk produksi, verifikasi penuh perlu tuntas sebelum hari pertama penjualan.
Satu syarat lagi yang sering terlewat: rekening tujuan harus atas nama pemilik akun sendiri. Pencairan dapat tertunda bila nama rekening tidak cocok dengan nama terverifikasi. Rekening pasangan, rekening orang tua, dan rekening bendahara komunitas yang dipakai bersama adalah tiga kasus yang paling sering menahan pencairan pertama. Syarat lengkapnya ada di syarat layanan. Usia minimal 17 tahun dengan KTP yang sah juga berlaku di sana.
Yang benar-benar membutuhkan badan usaha
Badan usaha bukan syarat untuk membuka akun. Yang menentukan adalah ke mana dana mengalir dan atas nama siapa, dan hanya baris pertama di bawah ini yang cukup dengan KTP:
| Situasi | Yang dibutuhkan |
|---|---|
| Dana masuk ke rekening pribadi | Cukup KTP dan rekening atas nama sendiri |
| Dana harus masuk ke rekening atas nama perusahaan | Badan usaha beserta rekening atas namanya |
| Menerima atas nama pihak lain: keagenan, marketplace, dana vendor | Persetujuan tertulis lebih dulu |
| Kegiatan berizin: investasi, aset kripto, pemasaran berjenjang | Izin sektoral yang sah, bukan sekadar badan usaha |
Baris ketiga dan keempat lebih sering menjadi penghalang nyata daripada baris kedua. Perorangan jarang butuh rekening perusahaan, tetapi sering berada dalam posisi memegang uang milik orang lain tanpa menyadarinya.
Kegiatan yang perlu ditanyakan sebelum mulai
Halaman larangan penggunaan memisahkan dua daftar. Yang pertama tidak pernah diizinkan, di antaranya judi, skema investasi tanpa izin OJK, barang palsu, dan usaha transfer uang atau penukaran uang. Yang kedua boleh, tetapi hanya setelah persetujuan tertulis, dan justru daftar kedua inilah yang memuat kegiatan sehari-hari banyak perorangan:
- Menerima pembayaran atas nama usaha atau orang lain, termasuk panitia acara yang memegang dana vendor.
- Donasi, penggalangan dana amal, dan crowdfunding.
- Perjalanan, tiket, dan hal lain yang dibayar jauh sebelum diserahkan.
- Pre-order dan langganan dengan penyerahan lebih dari 30 hari ke depan.
- Tembakau, vape, dan alkohol, sejauh perizinan setempat mengizinkan.
Benang merahnya adalah risiko yang ditanggung pembayar, bukan besar kecilnya usaha. Bertanya lebih dulu ke halo@kasera.id tidak ada biayanya; penangguhan di tengah penjualan biayanya besar.
Biaya pada skala perorangan
Tarif QRIS Kasera Pay terdiri dari dua bagian: biaya Kasera Rp 250 per transaksi, ditambah MDR QRIS 0,7 persen yang diteruskan apa adanya dari jaringan pembayaran tanpa markup. Pendaftaran gratis, dan saat ini tidak ada biaya bulanan untuk memiliki akun. Pencairan dikenai Rp 3.000 per pencairan, dipotong dari jumlah yang dikirim ke rekening.
Contoh perhitungan untuk sebulan berjualan kecil, semua angka sebagai ilustrasi:
- 40 pesanan senilai Rp 85.000, bruto Rp 3.400.000.
- MDR 0,7 persen: Rp 23.800. Biaya Kasera 40 kali Rp 250: Rp 10.000.
- Pencairan sekali di akhir bulan: Rp 3.000. Diterima Rp 3.363.200.
- Pencairan mingguan empat kali: Rp 12.000. Diterima Rp 3.354.200.
Jadwal pencairan, ambang minimum yang menahan saldo kecil, dan verifikasi yang harus selesai sebelum pencairan pertama dibahas lengkap di panduan pencairan dana.
Selisih Rp 9.000 antara dua jadwal itu kecil pada omzet segini, tetapi rasionya berbalik pada penjualan yang jarang. Satu pencairan Rp 50.000 kehilangan 6 persen hanya pada biaya pencairan. Jadwal pencairan layak ditentukan dari nilai per pencairan, bukan dari kebiasaan.
Pada nominal kecil, yang menentukan adalah komponen tetapnya. Pembayaran Rp 10.000 dikenai Rp 70 dari MDR ditambah Rp 250, jadi tarif efektifnya 3,2 persen; pembayaran Rp 200.000 dikenai Rp 1.650, atau 0,8 persen. Semakin kecil nominalnya, semakin besar porsi biaya tetap, dan itu berlaku untuk semua penyedia yang memungut biaya per transaksi. Komponen MDR-nya sendiri berubah pada 1 Oktober 2026 menjadi 0 persen untuk transaksi sampai Rp 100.000, dan hitungannya ada di tulisan tentang biaya QRIS 2026. Perbandingan tarif per nominal dengan satu gateway populer ada di perbandingan Kasera Pay dan TriPay. Untuk gateway yang justru menutup pintu bagi pendaftar perorangan, aturannya diuraikan di perbandingan Kasera Pay dan Xendit.
Batas default yang perlu diketahui sebelum berjualan
Batas berikut berlaku saat pembuatan permintaan pembayaran dan bisa berbeda per akun. Nilai default hari ini:
| Batas | Default |
|---|---|
| Nominal minimum | Rp 10.000 |
| Nominal maksimum | Rp 10.000.000 |
| Jumlah permintaan per hari | 100 |
| Total nominal per hari | Rp 50.000.000 |
| Masa berlaku | 60 menit, maksimum 24 jam |
Hari dihitung dalam zona waktu Asia/Jakarta, bukan UTC. Batas 100 permintaan per hari adalah yang paling sering mengejutkan: penjualan tiket yang dibuka serentak bisa melewatinya dalam satu jam, dan penjualan barang seharga di atas sepuluh juta memerlukan penyesuaian batas nominal lebih dulu. Keduanya bisa diminta sebelum hari H, tidak bisa diperbaiki setelah pembeli gagal membayar. Rincian dan kode penolakannya ada di dokumentasi batas dan laju.
Metode yang bisa ditawarkan hari ini
Yang aktif adalah QRIS, delapan bank Virtual Account (BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank), serta kartu kredit dan debit. E-wallet, gerai retail, dan paylater belum aktif, dan permintaan yang menyebut kodenya ditolak terang-terangan, bukan diam-diam diganti metode lain. Halaman checkout siap pakai menuntaskan QRIS hari ini, sedangkan Virtual Account diambil lewat Direct API. Pertimbangan biaya dan risiko sebelum menyalakan kartu dibahas di artikel menerima pembayaran kartu. Daftar dan statusnya per metode ada di dokumentasi metode pembayaran.
Untuk perorangan, QRIS saja sudah mencakup mayoritas pembayar, karena satu kode bisa dibayar dari aplikasi bank maupun dompet digital mana pun yang mendukung QRIS. Virtual Account menjadi penting saat nominalnya besar atau pembayarnya terbiasa transfer bank.
Empat pertanyaan untuk menilai penyedia mana pun
- Ke rekening siapa dana bisa cair? Rekening pribadi atas nama sendiri, atau harus rekening badan usaha. Ini pembeda paling menentukan bagi perorangan, dan jawabannya biasanya ada di syarat layanan, bukan di halaman harga.
- Apakah tarifnya persen murni atau ada komponen tetap? Hitung dengan nominal transaksi yang sebenarnya, bukan dengan nominal contoh di halaman harga.
- Apakah status bisa ditanyakan per transaksi? Penyedia yang hanya menghasilkan satu kode statis mengembalikan pekerjaan pencocokan ke mutasi rekening, dan itu sumber sengketa yang tidak terlihat di awal.
- Kegiatan mana yang perlu persetujuan lebih dulu, dan berapa lama prosesnya? Tanyakan sebelum tanggal penjualan ditetapkan.
Perlu dicatat supaya jujur: menerima perorangan bukan keunggulan yang unik. Pada 27 Agustus 2026, halaman utama Midtrans menyatakan pendaftaran hanya perlu KTP untuk aktivasi GoPay, QRIS, dan bank transfer. Aturan tiap penyedia berbeda dan bisa berubah, jadi yang tertulis di sini hanya yang terbaca di situs publik masing-masing pada tanggal tersebut, dan tetap layak dicek ulang sebelum memutuskan.
Yang tetap menjadi tanggung jawab pribadi
Tidak adanya badan usaha tidak menghapus kewajiban perpajakan: penghasilan usaha melekat pada orang pribadi yang menerimanya. Catatan transaksi di dashboard, lengkap dengan bruto, biaya, dan nilai bersih per pembayaran, adalah bahan yang dipakai saat pelaporan. Tarif dan skemanya bergantung pada situasi masing-masing, jadi angkanya layak dikonfirmasi ke konsultan pajak.
Langkah memulai
- Daftar dengan email dan nomor ponsel, lalu isi profil usaha.
- Selesaikan verifikasi penuh sekaligus, termasuk rekening bank atas nama sendiri, sebelum penjualan pertama.
- Bila kegiatannya masuk daftar yang perlu persetujuan, kirim pertanyaannya di tahap ini, bukan setelah pembeli pertama membayar.
- Buat satu permintaan pembayaran per pesanan, bukan satu kode untuk semua, supaya status tiap pesanan bisa ditanyakan sendiri-sendiri.
- Tentukan jadwal pencairan dari nilai per pencairan, bukan dari kebiasaan mingguan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah perlu NPWP untuk mendaftar payment gateway tanpa PT?
Di Kasera Pay tidak. Verifikasi penuh meminta nama sesuai KTP, NIK, foto KTP, selfie, dan rekening bank atas nama sendiri; NPWP tidak termasuk di dalamnya. Kewajiban perpajakan atas penghasilan usaha tetap berjalan terpisah dari pendaftaran akun.
Apakah dana bisa dicairkan ke rekening atas nama orang lain?
Tidak. Pencairan hanya ke rekening bank terverifikasi atas nama pemilik akun sendiri, dan pencairan dapat tertunda bila nama rekening tidak cocok dengan nama terverifikasi. Rekening pasangan atau rekening orang tua adalah penyebab paling sering pencairan pertama tertahan pada akun perorangan.
Apakah bisa mulai menerima pembayaran sebelum verifikasi penuh selesai?
Bisa menerima, belum bisa menarik. Dengan email, nomor ponsel, dan profil usaha terverifikasi, akun sudah boleh menerima pembayaran. Menarik dana membutuhkan verifikasi penuh, jadi uang yang masuk lebih dulu akan menunggu di saldo sampai verifikasi itu selesai.
Panitia acara yang menjual tiket, apakah perlu izin khusus?
Ya, dua alasan sekaligus menurut halaman larangan penggunaan: tiket termasuk hal yang dibayar jauh sebelum diserahkan, dan panitia yang memegang dana vendor termasuk menerima pembayaran atas nama pihak lain. Keduanya masuk daftar yang perlu persetujuan tertulis lebih dulu, jadi tanyakan sebelum penjualan dibuka, bukan setelah tiket terjual.