Perbandingan · Terbit
Menutup akun atau membiarkannya tidak dipakai: satu pilihan yang gratis dan bisa dibatalkan kapan saja, satu lagi yang harus disetujui lebih dulu dan menghapus slug halaman pembayaran untuk selamanya, dan simpul verifikasi yang menjebak akun bersaldo yang belum terverifikasi
Penjualan berhenti karena musimnya lewat, karena usahanya dijeda, atau karena penagihan pindah ke tempat lain. Pertanyaan yang muncul berikutnya selalu sama: akunnya ditutup saja, atau dibiarkan begitu. Kedua pilihan terdengar setara dan sama sekali tidak setara.
Jawaban singkatnya: membiarkan tidak dipakai berbiaya nol, tidak menuntut persetujuan siapa pun, dan bisa dibatalkan dengan cara membuka dashboard lagi. Menutup akun adalah permintaan yang ditinjau manusia, punya daftar syarat yang harus selesai lebih dulu, dan menghapus beberapa hal yang tidak bisa dikembalikan meski akun baru dibuat esoknya. Karena itu penutupan masuk akal hanya kalau alasannya memang penghapusan datanya itu sendiri, bukan sekadar berhenti berjualan.
Membiarkan tidak dipakai: apa yang berjalan, dan apa yang berhenti
Yang paling sering dikira ada, dan memang tidak ada: tidak ada biaya bulanan, tidak ada biaya akun, dan tidak ada pasal dormansi di ketentuan layanan. Biaya hanya muncul pada transaksi yang berhasil, yaitu QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 per transaksi, ditambah Rp 3.000 setiap kali saldo dicairkan. Akun tanpa satu pun pembayaran selama satu musim penuh berbiaya nol rupiah.
Yang tetap berjalan selama akun didiamkan: kunci API tetap sah, endpoint webhook tetap terpasang, halaman pembayaran permanen tetap bisa dibuka pembeli, dan saldo yang belum dicairkan tetap menjadi milik akun itu. Praktisnya, sebuah usaha musiman yang tutup enam bulan bisa kembali berjualan tanpa memasang apa pun lagi.
Satu hal yang tidak dipulihkan oleh waktu, dan ini yang paling sering disalahpahami: jatah sebelum verifikasi tidak pernah reset. Sepuluh permintaan pembayaran dan total Rp 1.000.000 berlaku seumur akun, bukan per bulan, jadi mendiamkan akun yang jatahnya sudah habis selama satu musim penuh tidak mengembalikan satu slot pun. Yang membuka batasnya hanya verifikasi, dan urutannya ada di halaman batas transaksi. Hal-hal lain yang bisa menghentikan sebuah akun tanpa ada yang menutupnya, mulai dari jatah itu sampai penangguhan, dibahas terpisah di panduan menjaga akun tetap aktif.
Menutup akun bukan sebuah tombol, melainkan sebuah permintaan
Penutupan diajukan dari halaman pengaturan dan selalu diterima sebagai pengajuan, bahkan saat ada yang menghalanginya. Permintaan itu tidak pernah ditolak oleh mesin: akun yang bersih masuk ke antrean peninjauan, akun yang masih memegang uang parkir dalam keadaan menunggu beserta daftar hal yang menahannya. Tidak ada yang dihapus sebelum seorang admin menyetujuinya, dan penolakan selalu disertai alasan yang ditampilkan di layar.
Satu efek langsung yang sering mengagetkan: mengajukan permintaan langsung mengakhiri semua sesi yang sedang berjalan, jadi perangkat lain ikut keluar dari akun. Masuk kembali tetap diizinkan, dan itu disengaja, karena penghalang yang paling sering adalah verifikasi yang belum selesai dan hanya pemilik akun yang bisa menyelesaikannya. Kunci API dan endpoint webhook justru tidak disentuh pada tahap ini, sehingga permintaan yang dibatalkan meninggalkan integrasi dalam keadaan utuh.
Tujuh hal yang harus selesai lebih dulu
Daftar ini ditampilkan di halaman pengaturan sebelum permintaan dikirim, dan isinya berubah sendiri begitu masing-masing selesai:
- Saldo yang belum dicairkan, karena saldo tidak ikut terhapus bersama akun.
- Pencairan yang sedang berjalan, sampai dananya benar-benar sampai.
- Permintaan pembayaran yang masih menunggu dibayar atau menunggu kedaluwarsa.
- Transaksi yang masih dalam proses rekonsiliasi.
- Usaha yang masih menyimpan dana sementara pengaju adalah satu-satunya pemilik.
- Verifikasi identitas yang belum lengkap.
- Rekening pencairan yang belum pernah ditambahkan.
Tiga di antaranya, yaitu saldo, verifikasi dan rekening pencairan, membentuk satu simpul yang layak diketahui sebelum menabraknya: saldo menahan penghapusan, dan pada akun yang belum terverifikasi saldo itu belum bisa dicairkan. Satu-satunya jalan keluar adalah menyelesaikan verifikasi dan menambahkan rekening pencairan justru untuk bisa menutup akun. Yang membuat simpul ini mahal adalah urutannya: nama pemilik rekening dicocokkan dengan nama pada identitas, dan ketidakcocokan menahan pencairan lebih lama lagi. Urutan yang menghemat waktu paling banyak ada di panduan verifikasi akun langkah demi langkah, dan ambang serta mekanisme pencairannya di panduan pencairan dana.
Menarik uang terakhir juga bukan hal yang bisa ditunda sampai menit terakhir, karena pencairan punya ambang minimum Rp 10.000 dan biaya Rp 3.000 per pencairan. Saldo yang tersisa di bawah ambang itu adalah alasan yang cukup untuk tidak menutup akun sama sekali, dan membiarkannya tidak aktif menyimpan saldo itu apa adanya.
Tenggat 30 hari dihitung dari persetujuan, bukan dari pengajuan
Setelah admin menyetujui, tanggal penghapusan ditampilkan di halaman pengaturan dan pembatalan masih diterima sampai tanggal itu lewat. Jadi urutannya bukan “ajukan lalu tunggu 30 hari”, melainkan “ajukan, tunggu keputusan, lalu 30 hari sejak keputusan itu”. Bedanya nyata bagi akun yang masih memegang sesuatu: selama daftar di atas belum selesai, permintaannya tercatat menunggu dan jam 30 harinya belum mulai berjalan sama sekali.
Apa yang benar-benar hilang saat penghapusan berjalan
Daftar ini sebaiknya dibaca sebagai daftar yang tidak bisa dibatalkan, karena setelah penghapusan berjalan tidak ada keadaan yang bisa dipulihkan:
- Slug halaman pembayaran permanen dikosongkan dan halamannya dimatikan. Ini yang paling sering menyakitkan belakangan: slug itu mungkin sudah tercetak di spanduk, di stiker meja, atau di bio media sosial, dan akun baru tidak mewarisinya.
- Semua kunci API dihapus, jadi integrasi mana pun yang masih memanggil berhenti saat itu juga.
- Semua endpoint webhook dihapus beserta signing secret-nya.
- Rekening pencairan dikosongkan, termasuk nama pemilik dan kode banknya.
- Identitas pembayar pada setiap transaksi dikosongkan: nama, surel dan nomor telepon hilang, sementara nominal, biaya, nominal bersih, status dan waktunya tetap ada sebagai catatan tanpa identitas.
- Nama tampilan usaha dikosongkan, dan surel serta identitas akun digantikan nilai yang tidak menunjuk siapa pun.
Yang tidak hilang: catatan transaksi tetap disimpan sesuai kewajiban hukum, catatan identitas disimpan lima tahun dan catatan transaksi lebih lama. Menutup akun karena berharap catatan penjualannya lenyap karena itu bukan alasan yang akan terpenuhi.
Usaha yang punya lebih dari satu orang tidak ikut tutup
Penghapusan berlaku pada orang, bukan pada usaha, dan perbedaan itu menyelamatkan lebih banyak keadaan daripada yang disangka. Kalau seorang pemilik menghapus akunnya sementara masih ada anggota aktif lain di usaha yang sama, anggota tertua di usaha itu naik menjadi pemilik dan usahanya berjalan terus beserta saldo, tautan dan integrasinya. Yang benar-benar ikut berhenti hanya usaha yang orang tersebut adalah anggota terakhirnya.
Akibat praktisnya untuk usaha yang dikerjakan lebih dari satu orang: menambahkan satu anggota aktif lain sebelum pergi mengubah “usaha ini tutup” menjadi “orang ini pergi”. Susunan peran dan cara menambahkannya ada di panduan keamanan akun dan akses tim.
Memilih menurut keadaannya
| Keadaan | Pilihan yang lebih baik | Alasannya |
|---|---|---|
| Usaha musiman, akan berjualan lagi | Biarkan tidak aktif | Berbiaya nol, dan tidak ada yang perlu dipasang ulang saat musimnya kembali |
| Berhenti berjualan, masih ada saldo di bawah Rp 10.000 | Biarkan tidak aktif | Saldo di bawah ambang pencairan menahan penutupan tanpa batas waktu |
| Pindah ke penyedia lain, integrasi sudah dimatikan | Biarkan tidak aktif, cabut kunci API saja | Mencabut kunci menutup permukaannya tanpa melepas slug halaman pembayaran |
| Usaha bubar, dana sudah dicairkan seluruhnya | Tutup akun | Tidak ada lagi yang menahan, dan penghapusan datanya memang yang diinginkan |
| Ingin data pribadi dihapus | Tutup akun | Hanya jalur ini yang menghapus identitas; mendiamkan akun tidak menghapus apa pun |
| Pemilik pergi, usahanya diteruskan orang lain | Tambah anggota aktif lebih dulu, baru tutup akun | Usaha berpindah pemilik alih-alih ikut berhenti |
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah akun yang tidak dipakai berbulan-bulan akan ditutup sendiri?
Tidak. Ketentuan layanan tidak memuat pasal dormansi atau masa tidak aktif, dan tidak ada biaya bulanan maupun biaya akun yang berjalan saat tidak ada pembayaran. Biaya baru muncul pada transaksi yang berhasil, yaitu QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 per transaksi, ditambah Rp 3.000 per pencairan. Akun tanpa pembayaran selama satu musim penuh berbiaya nol, dan tautan yang sudah dibuat sebelumnya tetap tunduk pada masa berlakunya sendiri.
Kalau masih ada saldo, apakah akun bisa langsung ditutup?
Tidak, dan di sinilah simpul yang paling sering mengejutkan. Saldo yang belum dicairkan menahan penghapusan, karena saldo tidak ikut terhapus bersama akun. Pada akun yang belum terverifikasi saldo itu juga belum bisa dicairkan, sehingga satu-satunya jalan keluar adalah menyelesaikan verifikasi dan menambahkan rekening pencairan lebih dulu, justru untuk bisa menutup akun. Mengajukan penutupan tetap diterima dan permintaannya tercatat menunggu, bukan ditolak.
Tenggat 30 hari itu dihitung sejak kapan?
Sejak permintaan disetujui admin, bukan sejak diajukan. Pengajuan sendiri tidak menghapus apa pun dan bisa dibatalkan kapan saja. Setelah disetujui, tanggal penghapusan ditampilkan di halaman pengaturan dan pembatalan masih diterima sampai tanggal itu lewat. Permintaan yang ditolak selalu disertai alasan, dan akun tetap berjalan seperti biasa sesudahnya.
Apakah usaha ikut tutup kalau pemiliknya menghapus akun?
Tidak, selama masih ada anggota lain yang aktif. Penghapusan berlaku pada orang, bukan pada usaha: kalau orang itu satu-satunya pemilik dan masih ada anggota aktif lain, anggota tertua di usaha itu naik menjadi pemilik dan usahanya berjalan terus. Yang benar-benar ikut hilang hanya usaha yang orang tersebut adalah anggota terakhirnya.
Apa yang tetap disimpan setelah akun dihapus?
Catatan transaksi tetap disimpan tanpa identitas sesuai kewajiban hukum: nominal, biaya, nominal bersih, status dan waktunya bertahan, sementara nama, surel dan nomor telepon pembayar dikosongkan. Catatan identitas disimpan lima tahun dan catatan transaksi lebih lama. Nomor rekening pencairan tidak termasuk yang disimpan dan ikut dikosongkan saat penghapusan berjalan.
Ringkasnya
- Akun yang menganggur tidak berbiaya, tidak kedaluwarsa, dan tidak kehilangan apa pun kecuali jatah sebelum verifikasi yang memang tidak pernah reset.
- Penutupan adalah permintaan yang ditinjau manusia, selalu diterima sebagai pengajuan, dan tidak pernah menghapus apa pun sebelum disetujui.
- Saldo, pencairan berjalan, tagihan menunggu dan rekonsiliasi terbuka menahannya, dan akun bersaldo yang belum terverifikasi harus menyelesaikan verifikasi justru untuk bisa ditutup.
- Tenggat 30 hari berjalan sejak persetujuan, dan pembatalan diterima sampai habis.
- Penghapusan melepas slug halaman pembayaran, kunci API dan endpoint webhook untuk selamanya, sementara catatan transaksi tetap disimpan tanpa identitas.