Perbandingan · 28 Agustus 2026
Kasera Pay vs Pakasir: perbandingan jujur untuk penjual online dan developer
Ringkasnya: Pakasir unggul pada plugin toko siap pasang, jadwal pencairan yang diterbitkan terang-terangan, pilihan penarikan tanpa biaya, dan beberapa bank Virtual Account yang belum ada di Kasera Pay. Kasera Pay unggul pada tarif QRIS di setiap nominal, bank Virtual Account yang paling banyak dipakai pembeli Indonesia, webhook bertanda tangan, dan pencegahan tagihan ganda lewat header idempotency. Keduanya menyelesaikan masalah yang sama: menerima pembayaran tanpa harus membangun integrasi gateway sendiri.
Halaman ini ditulis oleh tim yang membangun Kasera Pay, jadi kesimpulannya jangan dipercaya begitu saja. Setiap angka Pakasir di bawah dikutip dari halaman Biaya dan halaman Docs di situs publik mereka pada 28 Agustus 2026, yang saat itu bertanggal pembaruan 24 dan 25 Agustus 2026. Angka Kasera Pay ada di halaman harga Kasera Pay.
Tarif QRIS: selisihnya kecil di bawah, melebar di atas
Pakasir menerbitkan tarif per metode: QRIS 0,7 persen ditambah Rp 310, dengan catatan bahwa untuk nominal di atas Rp 105.000 tarifnya menjadi 1 persen tanpa komponen tetap. Kasera Pay menerbitkan biaya Kasera Rp 250 per transaksi dengan MDR QRIS 0,7 persen diteruskan apa adanya tanpa markup. Dua struktur itu punya komponen persen yang sama pada nominal kecil, sehingga yang menentukan adalah komponen tetapnya.
| Nominal QRIS | Kasera Pay (0,7% + Rp 250) | Pakasir | Selisih |
|---|---|---|---|
| Rp 10.000 | Rp 320 | Rp 380 | Rp 60 |
| Rp 50.000 | Rp 600 | Rp 660 | Rp 60 |
| Rp 100.000 | Rp 950 | Rp 1.010 | Rp 60 |
| Rp 250.000 | Rp 2.000 | Rp 2.500 | Rp 500 |
| Rp 500.000 | Rp 3.750 | Rp 5.000 | Rp 1.250 |
| Rp 1.000.000 | Rp 7.250 | Rp 10.000 | Rp 2.750 |
Di bawah Rp 105.000 selisihnya tetap Rp 60 per transaksi, yaitu jarak antara dua komponen tetap. Pada 500 transaksi sebulan, itu Rp 30.000, cukup kecil untuk kalah oleh pertimbangan lain. Di atas Rp 105.000 selisihnya tumbuh mengikuti nominal, karena tarif 1 persen tumbuh lebih cepat daripada 0,7 persen. Untuk penjual bernominal ratusan ribu ke atas, di situlah keputusan biayanya berada.
Satu catatan yang berlaku untuk keduanya: komponen 0,7 persen itu MDR jaringan pembayaran, dan MDR berubah pada 1 Oktober 2026 menjadi 0 persen untuk transaksi sampai Rp 100.000 di semua kategori merchant. Rinciannya, termasuk pengaruhnya pada tarif efektif, ada di tulisan tentang biaya QRIS 2026. Bagaimana masing-masing penyedia meneruskan perubahan itu perlu ditanyakan langsung ke penyedianya.
Virtual Account: daftar banknya berbeda, bukan lebih panjang
| Bank | Kasera Pay | Pakasir |
|---|---|---|
| BCA, Mandiri, Danamon | Aktif | Tidak tercantum |
| BRI, BNI, CIMB Niaga, Permata, Maybank | Aktif | Tersedia, Rp 3.500 |
| ATM Bersama, BNC | Tidak tersedia | Tersedia, Rp 3.500 |
| Artha Graha, Sampoerna | Tidak tersedia | Tersedia, Rp 2.000 |
Bobot dua kolom itu tidak sama. BCA dan Mandiri termasuk bank dengan nasabah perorangan terbanyak di Indonesia, dan keduanya hanya ada di kolom kiri. Sebaliknya, ATM Bersama menutup banyak bank sekaligus lewat satu jaringan, sehingga satu baris itu bernilai lebih dari satu bank. Daftar metode Kasera Pay yang berlaku hari ini selalu bisa dicek di dokumentasi metode pembayaran.
Perbandingan tarif Virtual Account tidak bisa dibuat sejujur tabel QRIS di atas, dan alasannya ada di sisi Kasera Pay: halaman harga hanya menerbitkan tarif QRIS, sedangkan Pakasir menerbitkan tarif setiap bank. Tarif per metode di Kasera Pay dikembalikan GET /v1/payment_methods sesuai akun masing-masing dan terbaca di dashboard, tetapi angka yang tidak diterbitkan publik tidak pantas dipakai membandingkan. Untuk merchant yang memilih berdasarkan tarif Virtual Account, keterbukaan itu berpihak ke Pakasir.
Pencairan
Pakasir menerbitkan jadwalnya: settlement H+1 pukul 12.00 WIB, penarikan diproses sekitar 5 sampai 30 menit pada jam kerja, penarikan malam diproses keesokan harinya, dan penarikan tetap berjalan pada Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional. Mereka juga menyebut adanya pilihan penarikan gratis di samping yang berbayar.
Di Kasera Pay, pencairan mengikuti jadwal yang dipilih merchant dan dikenai Rp 3.000 per pencairan seperti tercantum di syarat layanan. Waktu pencairan mengikuti jadwal dan ketentuan penyedia pembayaran, dan halaman ini tidak menyebut angka jam karena angka itu bukan janji yang diterbitkan. Untuk merchant yang butuh kepastian kapan uang bisa ditarik, jadwal yang tertulis di sisi Pakasir adalah keunggulan nyata, dan biaya Rp 3.000 per pencairan membuat pencairan bernilai kecil mahal secara rasio.
Integrasi: satu URL versus satu create
| Hal | Kasera Pay | Pakasir |
|---|---|---|
| Tanpa menulis kode | Tautan pembayaran dan halaman pembayaran dibuat dari dashboard, tanpa perlu website | URL berpola /pay/{slug}/{amount}?order_id=, cukup ditempel di situs sendiri |
| Letak kunci API | Header Authorization: Bearer | Di dalam body JSON, dan pada endpoint status ikut di query string URL |
| Anti tagihan ganda | Header Idempotency-Key, create yang diulang mengembalikan pembayaran yang sama | Tidak tercantum di dokumentasi publik |
| Webhook | payment.paid dengan HMAC-SHA256 di Kasera-Signature-V1 dan id event di Kasera-Event-Id | POST berisi status completed, tanpa tanda tangan; dokumentasinya menyarankan pengecekan ulang lewat API detail transaksi |
| Pengujian | Mode tes dengan kunci kp_test_ terpisah dan endpoint simulasi pembayaran | Mode sandbox dengan endpoint simulasi pembayaran |
| Plugin siap pasang | Belum ada | WooCommerce, Easy Digital Downloads, FluentCart |
Dua baris di tengah itu yang paling menentukan bagi developer. Tanpa tanda tangan pada webhook, setiap pemberitahuan lunas harus dianggap belum tepercaya sampai dikonfirmasi ulang lewat panggilan API, sehingga alur pembayaran selalu berisi satu panggilan balik tambahan. Tanpa kunci idempotency, retry pada create adalah risiko: permintaan yang timeout di tengah jalan bisa menghasilkan dua pembayaran. Di Kasera Pay hanya header Idempotency-Key yang mencegah duplikat, sedangkan external_id dan merchant_ref hanya label yang disimpan dan bisa difilter, dan alasannya dibahas lengkap di tagihan ganda dan Idempotency-Key. Bentuk webhook dan cara memverifikasi tanda tangannya ada di dokumentasi webhook.
Untuk toko berbasis WordPress, arahnya terbalik. Plugin Pakasir untuk WooCommerce, Easy Digital Downloads, dan FluentCart membuat integrasi selesai tanpa menulis kode, sedangkan integrasi Kasera Pay pada CMS masih pekerjaan tangan lewat API.
Yang belum ada di Kasera Pay
- Plugin toko siap pasang. Perbedaan terbesar untuk pengguna WordPress.
- ATM Bersama dan beberapa bank kecil. Delapan bank menutup sebagian besar kebutuhan, tetapi bukan semuanya.
- Jadwal pencairan yang diterbitkan sebagai janji. Pakasir menulis H+1 pukul 12.00 WIB; Kasera Pay mengikuti jadwal penyedia pembayaran tanpa angka publik.
- Pilihan penarikan tanpa biaya. Pencairan Kasera Pay Rp 3.000 per pencairan, dan itu terasa pada saldo kecil.
- Tarif Virtual Account yang diterbitkan publik. Sudah dibahas di atas.
Cara memilih tanpa bertele-tele
- Toko WooCommerce yang ingin selesai sore ini tanpa menulis kode: plugin Pakasir jalur terpendek.
- Rata-rata transaksi ratusan ribu ke atas dan channel utamanya QRIS: hitungan biaya berpihak ke Kasera Pay, dan selisihnya tumbuh mengikuti nominal.
- Pembeli meminta Virtual Account BCA atau Mandiri: hanya ada di Kasera Pay, dan itu biasanya menutup perdebatan.
- Sistem sendiri yang memproses pesanan otomatis: webhook bertanda tangan dan header idempotency menghemat kode penjagaan yang harus ditulis sendiri kalau keduanya tidak ada.
- Butuh menarik saldo sesering mungkin dengan nominal kecil: biaya pencairan menjadi pertimbangan utama, dan pilihan gratis di sisi Pakasir layak dihitung.
Perbandingan dengan gateway yang lebih luas channel-nya, termasuk padanan istilah direct dan redirect, ada di perbandingan Kasera Pay dan TriPay.
Pertanyaan umum
Apakah Pakasir dan Kasera Pay itu payment gateway?
Keduanya adalah lapisan di atas penyedia jasa pembayaran berlisensi, bukan penerbit izinnya sendiri. Situs Pakasir menyatakan hal itu secara terbuka pada bagian F.A.Q: mereka memanfaatkan layanan payment gateway, dan dana disimpan serta diproses oleh gateway tersebut. Kasera Pay juga bekerja dengan penyedia jasa pembayaran berlisensi. Bagi merchant, konsekuensinya sama: yang dibandingkan adalah tarif, integrasi, dan operasional, bukan status izin.
Mana yang lebih murah untuk QRIS?
Pada tarif yang diterbitkan kedua pihak per 28 Agustus 2026, Kasera Pay lebih murah di setiap nominal QRIS: komponen persennya sama-sama 0,7 persen sampai Rp 105.000, tetapi komponen tetapnya Rp 250 berbanding Rp 310, dan di atas Rp 105.000 Pakasir beralih ke 1 persen tanpa komponen tetap sementara Kasera Pay tetap 0,7 persen ditambah Rp 250. Selisihnya kecil pada nominal kecil dan melebar pada nominal besar.
Apa yang membuat webhook tanpa tanda tangan menjadi masalah?
Webhook adalah permintaan HTTP dari luar ke server sendiri. Tanpa tanda tangan, penerima tidak punya cara membuktikan bahwa permintaan itu benar-benar berasal dari penyedia, sehingga status lunas harus selalu dikonfirmasi ulang lewat panggilan API balik. Dokumentasi Pakasir memang menyarankan langkah itu. Kasera Pay menandatangani setiap webhook dengan HMAC-SHA256 bertimestamp di header Kasera-Signature-V1, jadi verifikasi bisa dilakukan tanpa panggilan tambahan.
Apakah tarif di halaman ini pasti yang berlaku hari ini?
Belum tentu. Angka Pakasir dikutip dari halaman Biaya di situs mereka pada 28 Agustus 2026, yang saat itu bertanggal pembaruan 24 Agustus 2026. Angka Kasera Pay dikutip dari halaman harga Kasera Pay pada tanggal yang sama, dan halaman itu menyebut tarifnya sebagai tarif beta yang berlaku saat ini. Sebelum memutuskan, cek ulang kedua halaman.
Untuk mulai di sisi Kasera Pay, buat akun lebih dulu, lalu ikuti dokumentasi API Kasera Pay dari create payment request sampai webhook.