Blog · Terbit
Batas transfer di sisi pembeli: angka yang menolak pembayaran sebelum sampai ke penjual, dan metode yang lolos untuk nominal besar
Jawaban singkatnya: nominal besar lebih sering gagal lewat QRIS karena QRIS punya tiga batas yang ditumpuk di sisi pembeli, yaitu plafon Rp 10.000.000 per transaksi yang mengikuti ketentuan Bank Indonesia, batas harian di aplikasi bank pembeli, dan saldo dompet digital yang untuk akun belum di-upgrade tidak bisa melebihi Rp 2.000.000 di OVO. Virtual Account memakai batas transfer bank yang jauh lebih longgar. Tidak satu pun dari batas itu bisa dilihat atau diubah oleh penjual, jadi yang bisa diatur penjual adalah metode yang ditawarkan untuk tiap rentang nominal.
Angka di artikel ini dibaca dari halaman publik BCA, Bank Mandiri, dan OVO saat artikel ini ditulis (24 September 2026). Bank bisa mengubahnya kapan saja dan menyatakan bisa memberlakukan batas berbeda untuk nasabah tertentu, jadi angka di bawah adalah gambaran besarnya, bukan janji untuk setiap pembeli.
Dua jenis batas yang sering tertukar
Batas pertama milik akun penjual. Di Kasera Pay, setiap pembayaran punya nominal minimum dan maksimum per metode: QRIS mulai Rp 1.000, Virtual Account mulai Rp 10.000, dan keduanya sampai Rp 10.000.000 secara bawaan. Tagihan di luar rentang itu tidak bisa dibuat sama sekali, dan penjual melihat penolakannya saat itu juga. Rinciannya ada di halaman batas transaksi, dan dua plafon yang bisa menolak sebuah tagihan dibedakan di tulisan tentang dua plafon nominal.
Batas kedua milik pembeli, dan inilah yang dibahas di sini. Tagihannya sudah terbit dengan benar, halaman pembayarannya terbuka, lalu aplikasi bank atau dompet digital pembeli menolak saat konfirmasi. Tidak ada uang yang berpindah, tidak ada yang tercatat di sisi penjual, dan tagihannya tetap pending. Dari dasbor, pembayaran yang ditolak limit tidak bisa dibedakan dari pembeli yang belum sempat membayar.
Angka yang berlaku, menurut halaman publik penerbitnya
| Batas | Angka saat artikel ini ditulis | Sumber |
|---|---|---|
| QRIS, per transaksi | Rp 10.000.000 | Bank Mandiri dan BCA, keduanya merujuk ketentuan Bank Indonesia |
| QRIS lewat aplikasi BCA mobile, per hari | Rp 25.000.000 | BCA, halaman BCA mobile |
| Saldo OVO, akun OVO Club | paling banyak Rp 2.000.000 | OVO, halaman FAQ |
| Saldo OVO, akun OVO Premier | paling banyak Rp 20.000.000 | OVO, halaman FAQ |
| Bayar Virtual Account BCA lewat BCA mobile atau myBCA, per hari per rekening | Rp 300.000.000 | BCA, halaman Virtual Account BCA |
| Bayar Virtual Account BCA lewat ATM BCA, per hari per rekening | Rp 50.000.000 | BCA, halaman Virtual Account BCA |
| Transfer antar bank dari BCA mobile | Rp 20.000.000 sampai Rp 50.000.000, tergantung jenis produk nasabah | BCA, halaman BCA mobile |
Dua catatan dari halaman yang sama. Pertama, BCA menyebut batas transfer di BCA mobile sebagai batas gabungan dengan transfer lewat ATM, kecuali transfer ke Virtual Account BCA yang punya ketentuannya sendiri. Kedua, halaman Virtual Account BCA juga mencantumkan batas per kategori untuk sebagian mitra, misalnya Rp 10.000.000 per hari untuk kategori layanan transfer dana di myBCA. Kategori mana yang berlaku untuk sebuah nomor Virtual Account tidak disebutkan di halaman itu, jadi tidak ada angka pasti yang bisa dijanjikan ke pembeli.
Kenapa QRIS yang lebih dulu kena
QRIS dibayar dari dua sumber: saldo dompet digital atau rekening lewat aplikasi bank. Keduanya punya pagar yang rendah untuk ukuran pembelian besar. Pembeli dengan akun OVO Club tidak bisa membayar tagihan Rp 3.500.000 dari saldonya, berapa pun uang di rekeningnya, karena saldonya sendiri tidak boleh melebihi Rp 2.000.000. Pembeli yang membayar lewat BCA mobile bisa membayar Rp 8.000.000 sekali, tetapi kalau hari itu sudah membayar Rp 20.000.000 lewat QRIS, pembayaran berikutnya tertolak karena jumlah hariannya lewat Rp 25.000.000.
Virtual Account dibayar sebagai transfer bank, jadi yang berlaku adalah batas transfer rekening pembeli, yang untuk BCA mobile ada di kisaran ratusan juta per hari ke Virtual Account BCA. Pada nominal yang wajar untuk usaha kecil, batas itu hampir tidak pernah tersentuh. Yang bisa menjadi masalah adalah pembeli yang membayar Virtual Account bank lain, karena transfernya menjadi transfer antar bank dengan batasnya sendiri, yang jauh lebih rendah. Kasera Pay menyediakan Virtual Account untuk delapan bank (BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank), dan menawarkan bank yang sama dengan rekening pembeli menghindari masalah itu sejak awal. Pertimbangan memilih bank yang ditawarkan ada di tulisan tentang memilih bank Virtual Account.
Metode yang ditawarkan menurut rentang nominal
Pembagian di bawah memakai batas bawaan Kasera Pay dan angka publik di atas. Biaya yang disebut adalah tarif bawaan: QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 per transaksi berhasil.
- Di bawah Rp 10.000. Hanya QRIS, karena Virtual Account baru menerima mulai Rp 10.000. Batas pembeli praktis tidak berperan di rentang ini.
- Rp 10.000 sampai sekitar Rp 2.000.000. QRIS jarang tertahan batas pembeli, dan lebih murah: tagihan Rp 500.000 berbiaya Rp 3.750 lewat QRIS, dibanding Rp 5.000 lewat Virtual Account. Titik impasnya sekitar Rp 678.600; di atas itu Virtual Account yang lebih murah.
- Sekitar Rp 2.000.000 sampai Rp 10.000.000. Tawarkan Virtual Account di samping QRIS. Batas saldo dompet digital mulai menolak di rentang ini, dan biaya QRIS ikut membesar: tagihan Rp 8.000.000 berbiaya Rp 56.250 lewat QRIS, sedangkan lewat Virtual Account tetap Rp 5.000.
- Di atas Rp 10.000.000. QRIS tidak bisa dipakai sama sekali, bukan karena pembelinya, melainkan karena plafon per transaksinya. Pilihannya dua: minta maksimum Virtual Account akun dinaikkan lewat halo@kasera.id, atau pecah menjadi beberapa tagihan seperti uang muka dan pelunasan. Akibat kedua susunan itu dibandingkan di perbandingan uang muka dan pembayaran penuh di muka.
Untuk tagihan yang dibuat lewat API, pilihan itu diterjemahkan ke isian payment_methods: satu kode langsung membuka metode itu, beberapa kode menampilkan pilihan ke pembeli sesuai urutan yang dikirim. Untuk nominal besar, mengirim ["va_bca", "va_mandiri", "qris"] menaruh Virtual Account di depan tanpa menutup QRIS bagi pembeli yang saldonya cukup.
Kalau pembeli melapor pembayarannya ditolak
Karena penolakannya tidak meninggalkan jejak, urutan penanganannya dimulai dari pertanyaan, bukan dari dasbor.
- Tanyakan metode dan pesan yang muncul di aplikasinya. Kata seperti limit, batas, atau saldo tidak mencukupi berarti batas di sisi pembeli, dan tagihannya sendiri tidak bermasalah.
- Periksa status tagihannya di dasbor. Selama masih
pendingdan belum kedaluwarsa, tagihan itu masih bisa dibayar. - Kalau halaman pembayarannya menawarkan Virtual Account, arahkan pembeli ke bank yang sama dengan rekeningnya. Kalau tidak, batalkan tagihan pertama di dasbor lebih dulu, baru terbitkan tagihan Virtual Account penggantinya. Urutan itu penting: tagihan QRIS yang dibiarkan hidup masih bisa dibayar belakangan, dan dua tagihan hidup untuk satu pesanan adalah cara paling umum pembayaran masuk dua kali.
- Untuk pembeli yang ingin tetap memakai QRIS, satu-satunya jalan ada di tangannya: menunggu batas hariannya pulih, meng-upgrade akun dompet digitalnya, atau membayar dari aplikasi bank alih-alih dari saldo dompet.
Penyebab lain yang menghasilkan keluhan serupa, mulai dari kamera bawaan ponsel yang tidak bisa membayar QRIS sampai waktu yang habis di tengah jalan, dipetakan di tulisan tentang pembayaran yang gagal di sisi pembeli.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah penjual bisa melihat bahwa pembayaran pembeli ditolak karena limit?
Tidak. Penolakan terjadi di aplikasi bank atau dompet digital pembeli sebelum ada uang yang berpindah, jadi tidak ada percobaan yang tercatat di sisi penjual. Tagihannya tetap berstatus pending sampai dibayar atau kedaluwarsa. Satu-satunya sumber informasinya adalah pembeli sendiri, dan pesan penolakan di aplikasinya.
Apakah Kasera Pay bisa menaikkan batas transfer pembeli?
Tidak. Batas di sisi pembeli ditetapkan bank atau penerbit dompet digitalnya dan hanya bisa diubah oleh pembeli lewat bank atau aplikasinya. Yang bisa diatur dari sisi Kasera Pay adalah maksimum per pembayaran milik akun penjual: bawaannya Rp 10.000.000 per metode, dan maksimum Virtual Account bisa dinaikkan per akun lewat halo@kasera.id. Plafon QRIS per transaksi tidak ikut naik, karena angka itu mengikuti ketentuan Bank Indonesia.
Tagihan Rp 15.000.000 sebaiknya dipecah atau dibuat satu Virtual Account?
Keduanya bisa, dengan akibat berbeda. Satu Virtual Account Rp 15.000.000 butuh maksimum Virtual Account akun yang sudah dinaikkan, dan biayanya tetap Rp 5.000. Dipecah menjadi dua tagihan tidak butuh perubahan apa pun di akun, tetapi biayanya dihitung per tagihan dan pembeli harus membayar dua kali. Untuk pembeli yang memang membayar bertahap, pecahan adalah bentuk yang wajar; untuk pembayaran sekali lunas, Virtual Account dengan maksimum yang dinaikkan lebih sederhana.