Perbandingan · 5 September 2026
Kasera Pay vs iPaymu: tarif per channel, dan harga yang dipasang untuk kecepatan pencairan
Dimulai dengan bagian yang tidak menguntungkan kami. Pada baris tarif yang paling sering dibandingkan orang, iPaymu lebih murah: QRIS 0,7 persen tanpa komponen tetap, Virtual Account lebih murah pada setiap bank yang sama, kartu kredit lebih murah, dan daftar channelnya jauh lebih panjang. Angka-angka itu dibaca dari halaman harga iPaymu pada 5 September 2026 dan dikutip apa adanya di bawah ini. Kami membangun Kasera Pay, jadi anggap halaman ini perbandingan dari pihak yang punya kepentingan, dan perlakukan bagian yang memihak kami dengan curiga.
Yang membuat perbandingan ini berbeda dari perbandingan gateway pada umumnya adalah satu hal yang tidak muncul di kolom mana pun: di iPaymu, hari pencairan punya harga sendiri. Beberapa channel diterbitkan dua kali dengan tarif berbeda, dan yang membedakan hanya jarak ke pencairan. Karena itu tabel tarifnya tidak bisa dibaca per baris sebelum pertanyaan arus kas dijawab lebih dulu, dan pemenangnya bisa berbalik hanya karena baris yang dipilih berubah.
QRIS, dua baris untuk satu channel
Halaman harga iPaymu pada 5 September 2026 mencantumkan QRIS dinamis dalam dua baris: 0,7 persen untuk pencairan H+2, dan 0,7 persen ditambah 1,8 persen untuk pencairan H+0. Kasera Pay menagih MDR 0,7 persen yang diteruskan tanpa markup ditambah Rp 250 per transaksi berhasil, satu angka yang tidak berubah menurut jadwal pencairan.
| Nominal | Kasera Pay | iPaymu H+2 | iPaymu H+0 |
|---|---|---|---|
| Rp 25.000 | Rp 425 | Rp 175 | Rp 625 |
| Rp 50.000 | Rp 600 | Rp 350 | Rp 1.250 |
| Rp 150.000 | Rp 1.300 | Rp 1.050 | Rp 3.750 |
| Rp 500.000 | Rp 3.750 | Rp 3.500 | Rp 12.500 |
| Rp 2.000.000 | Rp 14.250 | Rp 14.000 | Rp 50.000 |
Melawan baris H+2, selisihnya tepat Rp 250 pada nominal berapa pun, karena komponen persentasenya identik dan tidak ada titik impas di mana pun. Melawan baris H+0, arahnya berbalik di atas sekitar Rp 13.900, yaitu titik saat 1,8 persen melewati Rp 250. Nominal minimum di Kasera Pay adalah Rp 10.000, jadi titik balik itu terlewati pada hampir semua pembayaran nyata.
Ukuran yang lebih berguna adalah per bulan. Sebuah toko dengan omzet QRIS Rp 30.000.000 per bulan pada nominal rata-rata Rp 150.000 memproses sekitar 200 transaksi. Komponen persentase 0,7 persen sama di kedua sisi, jadi yang perlu dibandingkan hanya sisanya: komponen tetap Kasera Pay menjadi Rp 50.000 sebulan, sementara tambahan 1,8 persen pada baris H+0 menjadi Rp 540.000 sebulan. Pada baris H+2, angka yang sama membuat iPaymu lebih murah Rp 50.000 sebulan. Selisih antara kedua kesimpulan itu bukan soal siapa lebih murah, melainkan soal berapa harga dua hari.
Virtual Account
Di sini tidak ada tafsir yang bisa memenangkan kami. Halaman harga iPaymu pada 5 September 2026 menetapkan Rp 3.500 untuk BRI, BNI, Permata, CIMB Niaga, dan Danamon, Rp 4.000 untuk Mandiri, dan untuk BCA dua pilihan, Rp 4.500 pada H+2 atau Rp 3.500 pada H+4. Angka-angka itu ditampilkan sebagai harga diskon dari Rp 5.000. Kasera Pay menagih Rp 5.000 tetap untuk kedelapan banknya, dan daftar yang berlaku hari ini ada di dokumentasi metode pembayaran.
Artinya terpaut Rp 1.500 pada lima bank, Rp 1.000 pada Mandiri, dan Rp 500 pada BCA jika pencairan H+2 yang dipilih. Satu-satunya catatan ke arah sebaliknya kecil: Maybank ada di daftar Kasera Pay dan tidak muncul di daftar harga iPaymu, sedangkan iPaymu mencantumkan BTN dan BSI yang tidak ada di sini.
Kartu, dan channel yang hanya ada di satu sisi
Kartu kredit Visa dan Mastercard ditagih 2,5 persen ditambah Rp 2.000 dengan pencairan H+3 di iPaymu, berbanding 2,8 persen ditambah Rp 2.500 di Kasera Pay untuk Visa, Mastercard, JCB, dan Amex. Pada pembayaran Rp 500.000 itu berarti Rp 14.500 berbanding Rp 16.500. Selisihnya 0,3 persen dari nominal ditambah Rp 500, jadi melebar seiring nominal naik.
Di luar itu, iPaymu menerbitkan channel yang memang tidak ada padanannya di sini: e-wallet dengan tombol tersendiri pada 3,5 persen, gerai Indomaret, Alfamart, dan Dan+Dan, COD sebesar 3 persen yang ditagih setelah barang dibayar dan diterima, direct debit sebesar 1,4 persen ditambah Rp 2.000, cicilan tanpa kartu kredit sebesar 1,5 persen ditambah Rp 5.000, QRIS statis untuk bisnis offline pada 0 sampai 0,3 persen, dan escrow yang mereka sebut gratis. Untuk penjual yang pembelinya membayar di minimarket atau meminta bayar di tempat, perbandingannya berhenti di sini dan jawabannya bukan kami. Satu catatan yang perlu jujur disebut: pada QRIS, satu kode sudah menerima pembayaran dari seluruh aplikasi dompet digital, jadi baris e-wallet tersendiri menambah pilihan tombol, bukan menambah jangkauan pembeli.
Pencairan dan biaya masuk
Keduanya menyatakan tidak ada biaya aktivasi maupun biaya bulanan. Untuk penarikan dana, halaman harga iPaymu mencantumkan Rp 3.000 lewat BI Fast dan Rp 7.500 lewat online transfer, yang mereka sebutkan khusus untuk bank yang belum masuk BI Fast. Kasera Pay menagih Rp 3.000 per pencairan tanpa tingkat kedua, jadi bank tujuan tidak mengubah angkanya. Aturan hari kerja, ambang minimum, dan lima pilihan jadwal pencairan di sisi Kasera Pay diuraikan di panduan pencairan dana.
Batas nominal dan volume
Default Kasera Pay adalah pembayaran minimum Rp 10.000, maksimum Rp 10.000.000 per pembayaran, seratus permintaan pembuatan per hari, dan total Rp 50.000.000 per hari, dengan hari dihitung menurut zona waktu Asia/Jakarta. Angka-angka itu bisa dinaikkan per akun dan seluruhnya diterbitkan di dokumentasi batas. Halaman harga iPaymu tidak menyebutkan batas serupa, jadi angka pembanding di sisi mereka tidak bisa dinyatakan dari sumber publik yang sama.
Kesimpulan
Pilih iPaymu kalau biaya per transaksi adalah kriteria utama dan pencairan H+2 sampai H+4 dapat diterima, kalau Virtual Account adalah channel utama, kalau pembeli membayar di gerai retail atau meminta COD, atau kalau escrow dibutuhkan. Pada seluruh kondisi itu tidak ada argumen tandingan yang jujur di halaman ini. Gateway lain dengan daftar channel sebanding dibandingkan di perbandingan Kasera Pay dan Duitku.
Pilih Kasera Pay kalau uang perlu cepat berpindah tanpa membayar tambahan untuk itu, karena tarif di sini tidak berubah menurut jadwal pencairan; kalau satu tarif untuk semua bank lebih mudah dihitung daripada tarif per bank per hari pencairan; kalau pendaftaran perlu selesai sebagai perorangan tanpa badan usaha, seperti dijelaskan di panduan payment gateway tanpa PT; atau kalau yang dicari permukaan yang sengaja kecil, yaitu QRIS, Virtual Account, dan kartu, dengan satu API, kunci idempotensi pada pembuatan pembayaran, dan webhook bertanda tangan. Kalau kriterianya murni angka pada baris tarif yang sabar, halaman ini sudah menyebutkan pemenangnya, dan itu bukan kami.
Pertanyaan yang sering muncul
Mana yang lebih murah untuk QRIS?
Tergantung baris mana yang dipilih, dan itulah inti halaman ini. Halaman harga iPaymu pada 5 September 2026 mencantumkan dua baris QRIS: 0,7 persen untuk pencairan H+2, dan 0,7 persen ditambah 1,8 persen untuk pencairan H+0. Kasera Pay menagih MDR 0,7 persen ditambah Rp 250 per transaksi berhasil. Melawan baris H+2, iPaymu lebih murah tepat Rp 250 pada nominal berapa pun tanpa titik impas. Melawan baris H+0, Kasera Pay lebih murah di atas sekitar Rp 13.900, yang berada tepat di atas nominal minimum Rp 10.000, jadi pada hampir semua pembayaran nyata.
Bagaimana dengan Virtual Account?
iPaymu lebih murah pada setiap bank yang sama. Halaman harga iPaymu pada 5 September 2026 menetapkan Rp 3.500 untuk BRI, BNI, Permata, CIMB Niaga, dan Danamon, Rp 4.000 untuk Mandiri, serta Rp 4.500 untuk BCA pada pencairan H+2 atau Rp 3.500 pada H+4. Kasera Pay menagih Rp 5.000 tetap untuk kedelapan banknya. Artinya terpaut Rp 1.500 pada lima bank, Rp 1.000 pada Mandiri, dan Rp 500 pada BCA. Maybank ada di daftar Kasera Pay dan tidak muncul di daftar harga iPaymu.
Apa maksudnya hari pencairan punya harga sendiri?
Pada beberapa channel, iPaymu menerbitkan dua tarif untuk channel yang sama dan yang membedakan hanya jarak ke pencairan. QRIS H+0 dikenai 1,8 persen lebih mahal daripada H+2. Virtual Account BCA Rp 4.500 pada H+2 dan Rp 3.500 pada H+4. Convenience store Rp 4.000 ditambah 1,8 persen pada H+0 dan Rp 4.000 saja pada H+3. Konsekuensinya, tabel tarif itu tidak bisa dibaca per baris sebelum pertanyaan arus kas dijawab lebih dulu. Kasera Pay tidak punya baris seperti itu sama sekali: tarifnya satu, dan jadwal pencairan diatur terpisah tanpa mengubah biaya per transaksi.
Berapa biaya pencairan di kedua sisi?
Hampir sama, dengan satu perbedaan. Halaman harga iPaymu pada 5 September 2026 mencantumkan penarikan dana Rp 3.000 lewat BI Fast, dan Rp 7.500 lewat online transfer yang disebutkan khusus untuk bank yang belum masuk BI Fast. Kasera Pay menagih Rp 3.000 per pencairan tanpa tingkat kedua, jadi bank tujuan tidak mengubah angkanya.
Channel apa yang ada di iPaymu tetapi tidak di Kasera Pay?
Cukup banyak, dan semuanya tercantum dengan tarif masing-masing pada 5 September 2026: e-wallet dengan tombol tersendiri pada 3,5 persen, pembayaran di gerai Indomaret, Alfamart, dan Dan+Dan, COD sebesar 3 persen yang ditagih setelah barang dibayar dan diterima, direct debit sebesar 1,4 persen ditambah Rp 2.000, cicilan tanpa kartu kredit sebesar 1,5 persen ditambah Rp 5.000, QRIS statis untuk bisnis offline pada 0 sampai 0,3 persen, dan layanan escrow atau rekening bersama yang mereka sebut gratis. Kasera Pay hari ini aktif pada QRIS, delapan bank Virtual Account, dan kartu, dan tidak punya padanan untuk COD maupun escrow.
Siapa yang memegang izin pembayarannya?
Pada perkara ini keduanya berdiri di tempat yang mirip, jadi bukan pembeda. Halaman iPaymu menyebut diri mereka platform solusi pembayaran yang menghubungkan bisnis dengan penyedia jasa pembayaran lewat satu integrasi, serta menyatakan terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan nomor 004433.01/DJAI.PSE/07/2022 dan tersertifikasi PCI DSS. Pembayaran di Kasera Pay juga diproses lewat penyedia jasa pembayaran berlisensi. Kesimpulannya, uang pada kedua sisi berjalan di atas izin pihak lain, dan yang layak dibandingkan adalah tarif, channel, dan bentuk integrasinya.