Perbandingan · Terbit
Nomor Virtual Account tetap melawan nomor yang diterbitkan per pesanan: bentuk yang tersedia di sini hanya satu, apa yang benar-benar hilang karenanya, dan tiga cara menutupinya
Jawaban paling singkatnya lebih dulu, karena inilah yang biasanya dicari: Kasera Pay menerbitkan nomor Virtual Account untuk satu permintaan pembayaran, dan tidak menyediakan nomor tetap yang melekat pada satu pelanggan. Kalau syaratnya memang satu nomor yang sekali disimpan pembeli lalu dipakai lagi tiap bulan tanpa diperbarui, syarat itu tidak terpenuhi di sini hari ini, dan sisa tulisan ini tidak akan berpura-pura sebaliknya.
Yang layak dibaca terus adalah bagian sesudahnya, karena pada sebagian besar kasus yang menanyakan nomor tetap, yang sebenarnya dibutuhkan bukan nomornya melainkan akibat yang diharapkan dari nomor itu. Akibat tersebut hampir selalu bisa dicapai dengan cara lain, dan pada beberapa titik hasilnya justru lebih rapi.
Dua bentuk yang sering dikira satu hal
Nomor tetap berumur panjang dan melekat pada pihak yang membayar. Sekali diberikan, nomor itu dipakai lagi bulan depan dan bulan berikutnya. Karena hidup terus, nomor seperti itu tidak bisa mengunci nominal: berapa pun yang ditransfer akan diterima, sehingga nominal menjadi urusan pembayar. Bentuk itulah yang biasanya disebut bersama istilah open payment.
Nomor per pesanan berumur pendek dan melekat pada tagihan, bukan pada orang. Nomor terbit saat permintaan pembayaran dibuat, membawa nominal yang sudah ditetapkan, lalu berhenti berlaku bersama masa berlaku permintaan itu. Pembeli yang sama mendapat nomor berbeda bulan depan. Bentuk inilah yang dipakai di Kasera Pay, dan pembahasan lengkap kedua istilah itu ada di tulisan tentang open payment dan closed payment.
Perbedaan yang menentukan bukan umurnya, melainkan siapa yang menyatakan nominal. Perbedaan itu yang merembet ke rekonsiliasi, ke biaya, dan ke jumlah pekerjaan manusia setiap akhir bulan.
Kerugian yang nyata, disebut apa adanya
Satu hal benar-benar hilang, dan pantas diakui tanpa dibungkus. Pembeli yang terbiasa menyimpan nomor tujuan sebagai daftar transfer tersimpan di aplikasi banknya kehilangan kebiasaan itu. Pada nomor tetap, pembayaran bulan berikutnya adalah beberapa ketukan pada daftar tersimpan, tanpa perlu membuka tagihan sama sekali. Pada nomor per pesanan, nomor baru harus disalin lebih dulu setiap periode.
Beban itu paling terasa pada tagihan bulanan bernominal tetap kepada pembayar yang sama selama bertahun-tahun, misalnya sewa kos, iuran keanggotaan, atau langganan layanan. Pada penjualan yang nominalnya berbeda tiap kali, kebiasaan itu memang tidak pernah terbentuk, sehingga tidak ada yang hilang.
Kerugian kedua lebih kecil tetapi sering muncul di lapangan: nomor yang berganti membuat pembeli tidak bisa membayar lebih dulu sebelum tagihannya terbit. Pembayar yang gemar menyelesaikan kewajiban jauh hari harus menunggu tagihan dibuat.
Empat hal yang didapat sebagai gantinya
Pencocokan berhenti menjadi pekerjaan manusia. Karena satu nomor hanya mewakili satu tagihan, transfer yang masuk sudah menyatakan tagihan mana yang dibayar. Tidak ada pencarian di mutasi, tidak ada pencocokan berdasarkan nominal, dan tidak ada pertanyaan siapa yang mengirim ketika nama pengirim tidak dikenali.
Nominalnya terkunci. Kurang bayar dan lebih bayar berhenti menjadi kejadian rutin yang harus diurus satu per satu, karena nominalnya sudah tertulis pada tagihan yang sama dengan nomornya.
Tidak ada uang yang datang tanpa induk. Nomor tetap yang hidup terus bisa menerima transfer yang tidak pernah diminta, misalnya dari pelanggan yang sudah berhenti berlangganan setengah tahun lalu tetapi nomornya masih tersimpan di aplikasi banknya. Uang seperti itu tetap masuk dan tetap harus diurus. Nomor yang berumur pendek menutup kemungkinan itu dengan sendirinya.
Status berubah sendiri. Konfirmasi datang lewat webhook payment.paid saat transfernya benar-benar masuk, dan status permintaannya menjadi succeeded tanpa ada yang menandainya secara manual.
Tiga cara menutup selisihnya
Pertama, satu tautan yang tetap walaupun nomornya berganti. Yang bisa dibuat permanen bukan nomornya, melainkan alamat halaman pembayarannya. Satu halaman pembayaran dapat dipakai berulang, disimpan pembeli sebagai penanda di peramban, dan nominalnya diatur lewat pengaturan halaman itu. Pembeli tetap punya satu hal yang disimpan sekali, dan tiap pembayaran tetap lahir sebagai barisnya sendiri. Susunan pengaturannya ada di panduan halaman pembayaran yang dipakai berulang.
Kedua, tagihan yang datang sendiri tiap periode. Kalau yang dikejar adalah pembeli tidak perlu mengingat apa pun, jawabannya bukan nomor tersimpan melainkan tagihan yang dikirim tepat waktu beserta nomor barunya. Alur satu periode, kunci idempotensi per pelanggan per periode, dan tangga pengingatnya ada di panduan tagihan langganan bulanan.
Ketiga, QRIS untuk pembayar yang memakai ponsel. Sebagian besar keluhan tentang menyalin nomor datang dari pembeli yang membayar lewat ponsel. Pada perangkat itu, memindai satu kode lebih ringkas daripada menyalin nomor mana pun, termasuk nomor tetap. Virtual Account tetap lebih tepat untuk pembayar yang bekerja dari komputer atau yang nominalnya besar, dan perbandingan lengkapnya ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account.
Yang berlaku pada bentuk yang ada
Delapan bank tersedia hari ini: BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank. Daftar yang berlaku untuk satu akun sebaiknya dibaca lewat GET /v1/payment_methods alih-alih ditulis permanen di kode, karena sebuah bank bisa diaktifkan atau dihentikan tanpa rilis di sisi mana pun. Rinciannya ada di dokumentasi metode pembayaran.
Nomornya terbit saat permintaan pembayaran dibuat dengan menyebut kode banknya, dan responsnya membawa nomor tujuan beserta blok langkah pembayaran untuk ditampilkan apa adanya. Virtual Account membutuhkan customer.name, karena nama itulah yang tampil di aplikasi bank pembeli saat nomor tujuan diperiksa. Satu detail yang jarang disebut dan rutin mengejutkan: nama yang disimpan boleh panjang, tetapi salinan yang sampai ke bank dialihaksarakan ke ASCII dan dipotong pada tiga puluh karakter, jadi nama usaha yang panjang akan tampil terpotong di layar pembeli. Nama yang pendek dan dikenali lebih berguna daripada nama resmi yang lengkap.
Masa berlakunya pantas diatur lebih panjang daripada QRIS lewat expires_in_minutes, karena jeda antara tagihan dibuat dan transfer benar-benar dikerjakan terhitung dalam jam, bukan menit. Bawaannya enam puluh menit, dengan maksimum mengikuti konfigurasi akun.
Biayanya, diperiksa pada tarif yang berlaku saat tulisan ini dibuat, adalah Rp 5.000 tetap per pembayaran berhasil untuk Virtual Account, sementara QRIS dikenai 0,7% ditambah Rp 250. Bentuk biaya yang berbeda itu berarti ada titik impas yang bisa dihitung, yaitu di sekitar Rp 678.600: di bawahnya QRIS lebih murah, di atasnya biaya tetap Virtual Account yang lebih ringan. Batas nominalnya mulai Rp 10.000 sampai Rp 10.000.000 untuk Virtual Account, dicek per metode, dan selengkapnya ada di halaman batas transaksi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah Kasera Pay bisa memberi satu nomor Virtual Account tetap per pelanggan?
Tidak. Nomor Virtual Account di Kasera Pay diterbitkan untuk satu permintaan pembayaran, lalu berhenti berlaku bersama masa berlaku permintaan itu. Tidak ada bentuk nomor yang melekat pada pelanggan dan dipakai lagi pada periode berikutnya. Kalau syaratnya memang nomor yang sekali disimpan lalu dipakai berulang selamanya, syarat itu tidak terpenuhi di sini hari ini.
Apa yang sebenarnya hilang bagi pembeli kalau nomornya berganti tiap periode?
Satu kebiasaan, yaitu menyimpan nomor tujuan sebagai daftar transfer tersimpan di aplikasi bank lalu mengulanginya dengan beberapa ketukan tanpa membaca tagihan. Yang tidak hilang adalah kemudahan membayarnya sendiri, karena nomor baru dibayar dengan langkah yang persis sama. Biayanya ada pada pembeli yang harus menyalin nomor baru tiap periode, dan itu nyata pada tagihan bulanan bernominal tetap.
Kenapa nomor tetap biasanya disebut bersama istilah open payment?
Karena nomor yang dipakai berulang tidak bisa mengunci nominal. Nomor yang hidup terus harus menerima berapa pun yang ditransfer, sehingga nominalnya menjadi urusan pembayar dan pencocokannya kembali menjadi pekerjaan manusia. Nomor per pesanan adalah kebalikannya: satu nomor untuk satu nominal, sehingga transfer yang masuk sudah menyatakan tagihan mana yang dibayar tanpa perlu ditebak.
Kalau pembeli membayar mepet dengan batas waktunya, apakah uangnya hilang?
Pembayaran yang sudah diterima sebelum tenggatnya lewat tetap diakui meskipun kabarnya baru sampai sesudah permintaan itu ditandai kedaluwarsa: status kedaluwarsa masih bisa berubah menjadi succeeded, dan itu satu-satunya status akhir yang masih bisa berubah. Yang perlu dihindari adalah menerbitkan tagihan pengganti terlalu cepat, karena pembayaran yang menyusul pada nomor lama membuat keduanya sama-sama lunas. Menunggu sampai status yang lama benar-benar selesai lebih aman daripada menerbitkan pengganti begitu tenggatnya lewat.
Ringkasnya
- Nomor tetap melekat pada orang dan tidak bisa mengunci nominal. Nomor per pesanan melekat pada tagihan dan menguncinya.
- Kasera Pay hanya menerbitkan bentuk kedua. Kalau syaratnya benar-benar nomor tetap, syarat itu tidak terpenuhi di sini.
- Yang hilang nyata tetapi sempit: kebiasaan pembeli menyimpan nomor tujuan untuk diulang tiap periode.
- Yang didapat: pencocokan yang tidak menebak, nominal terkunci, tidak ada uang tanpa induk, dan status yang berubah sendiri.
- Selisihnya ditutup oleh tautan halaman yang tetap, tagihan yang datang tepat waktu, atau QRIS bagi pembayar yang memakai ponsel.