Panduan · Terbit
Halaman pembayaran yang dipakai berulang: empat pengaturan nominal beserta urutan kekuatannya, dan satu hal yang harus diganti karena pesanan tidak lagi menempel pada pembayaran
Halaman pembayaran adalah satu alamat permanen milik usahanya, berbentuk pay.kasera.id/pp/nama-usaha, tempat pembayar mengisi nominalnya sendiri lalu lanjut ke pembayaran. Dicetak sekali sebagai QR, lalu tidak ada lagi kerja per transaksi. Itu keunggulannya, dan satu-satunya keunggulannya yang besar.
Yang ditukar untuk itu perlu diketahui sebelum memutuskan: satu halaman melahirkan banyak pembayaran yang tidak membawa nomor pesanan apa pun, karena tidak ada pesanan yang dibuat lebih dulu. Rekonsiliasi tidak hilang, melainkan berpindah ke dua kolom lain. Untuk semantik nominal terbuka dan nominal terkunci secara umum, termasuk jebakannya, bacaan yang tepat adalah tulisan tentang open payment dan closed payment.
Kapan bentuk permanen menang, dan kapan tautan per pesanan tetap lebih baik
Pembedanya satu pertanyaan: apakah penjual sudah tahu berapa yang harus dibayar sebelum pembayar datang. Kalau sudah tahu, tautan per pesanan hampir selalu lebih baik, karena nominal yang terkunci menghapus seluruh kelas masalah nominal yang tidak cocok. Kalau belum, halaman permanen yang menang.
| Keadaan | Bentuk yang lebih baik | Alasannya |
|---|---|---|
| Iuran, donasi, kas kelas | Halaman permanen | Nominal berbeda per orang, dan penyetornya yang tahu angkanya |
| Pembeli datang ke tempat, membayar di meja | Halaman permanen | QR tercetak sekali, tidak ada tautan yang perlu dibuat saat antre |
| Pesanan dengan stok yang ditahan | Tautan per pesanan | Nominal dan masa berlaku mengikat pesanan tertentu |
| Tagihan yang dikirim lewat chat | Tautan per pesanan | Total sudah disepakati, jadi mengunci nominalnya gratis |
| Sistem sendiri yang membuat pesanan | Tautan per pesanan lewat API | Nomor pesanan sendiri ikut tercatat pada pembayarannya |
Keduanya tidak saling menggantikan, dan menjalankan keduanya sekaligus adalah hal yang wajar: QR permanen di meja untuk yang datang, tautan per pesanan untuk yang memesan lewat chat. Cara membuat tautan per pesanan tanpa menulis kode ada di panduan menerima pembayaran tanpa coding.
Empat pengaturan nominal, dan siapa mengalahkan siapa
Hampir semua kebingungan pada halaman pembayaran berasal dari sini, karena keempatnya saling menimpa. Urutannya begini, dari yang paling kuat.
Nominal tetap mengalahkan segalanya. Diisi dengan angka selain nol, pembayar tidak lagi mengisi apa pun dan hanya mengonfirmasi angka itu; pilihan nominal dan nominal minimum diabaikan seluruhnya. Cocok untuk satu barang berharga tunggal, tiket satu kelas, atau iuran yang besarnya sama untuk semua. Nol berarti pembayar yang memilih, dan itu nilai bawaannya.
Pilihan nominal adalah daftar angka yang dipisahkan koma, misalnya 10000, 25000, 50000. Tanpa pengaturan berikutnya, daftar ini mengikat: pembayar hanya boleh memilih salah satu, dan angka di luar daftar ditolak. Daftar yang mengikat inilah bentuk paling rapi untuk iuran berjenjang dan paket harga.
Izinkan nominal lain di samping pilihan mengubah daftar dari pengikat menjadi pilihan cepat: pembayar bisa menekan salah satu angka atau mengisi angka lain. Tanpa pilihan nominal, pengaturan ini tidak berarti apa pun, karena tanpa daftar pembayar memang sudah bebas mengisi, dan layarnya mengatakan itu.
Nominal minimum adalah lantai bagi angka yang diketik bebas. Satu perilaku layak dihafal karena kelihatan seperti kesalahan padahal bukan: pilihan nominal yang lebih kecil daripada minimum tetap bisa dibayar. Halaman dengan pilihan 5000 dan minimum 10000 akan menerima Rp 5.000, karena halamannya sendiri yang menawarkan angka itu. Minimum hanya menjaga kolom yang diketik.
Di atas keempatnya ada batas yang tidak bisa disetel dari layar ini, yaitu batas per metode pembayaran. Nominal di bawah minimum sebuah metode membuat metode itu tidak muncul pada layar pembayar, tanpa pesan. Angkanya dibahas di tulisan tentang jualan bernominal kecil. Batas per pembayaran selengkapnya ada di halaman batas transaksi.
Tautan halamannya: aturan singkat, konsekuensi panjang
Tautan halaman menerima huruf kecil, angka, dan tanda hubung, tiga sampai empat puluh karakter, dan harus belum dipakai akun lain. Yang sudah diambil ditolak saat disimpan, jadi nama yang umum sebaiknya dicoba lebih awal.
Keputusan yang sebenarnya bukan soal aturan itu, melainkan soal permanensi. Alamat ini adalah barang cetak. Begitu sudah ada di QR meja kasir, di spanduk, atau di tangkapan layar yang beredar di grup, menggantinya mematikan semuanya sekaligus. Pilihan yang aman karena itu adalah nama usaha yang tidak ikut berubah saat produknya berubah, bukan nama kampanye, bukan nama acara, dan bukan tahun.
Yang menggantikan nomor pesanan: dua kolom dan satu tanda
Pembayaran yang lahir dari halaman permanen tidak punya pesanan yang mendahuluinya, jadi tidak ada nomor pesanan yang bisa menempel padanya. Gantinya adalah dua kolom yang diisi pembayar, yaitu nama dan catatan opsional, dan keduanya muncul pada detail transaksi di sisi penjual. Catatan itulah satu-satunya tempat konteks bisa masuk.
Konsekuensi operasionalnya langsung: kolom catatan yang dibiarkan tanpa arahan akan terisi apa saja atau kosong, dan rekonsiliasi kehilangan satu-satunya petunjuknya. Arahan singkat karena itu perlu ditulis di tempat QR-nya dipasang. Untuk iuran, nama dan kelas. Untuk warung, nomor meja. Satu baris mengubah kolom catatan dari hiasan menjadi kunci pencocokan.
Selain kedua kolom itu, setiap pembayaran mencatat asalnya, dan yang lahir dari halaman ini ditandai Halaman pembayaran, terpisah dari Dashboard dan API. Tanda itu ditentukan oleh rute yang membuatnya dan bukan oleh isi permintaan, jadi bisa dipercaya. Yang belum tersedia adalah menyaring daftar transaksi berdasarkan asal itu. Cara memasukkan keduanya ke dalam penutupan harian ada di panduan rekonsiliasi harian toko online.
Satu hal yang tidak berubah: pembayaran dari halaman permanen memakai jam yang sama dengan pembayaran lain, yaitu kedaluwarsa bawaan enam puluh menit sejak dibuat. Halamannya permanen, pembayarannya tidak.
Bahan cetak, dan urutan yang menghemat percetakan
Tiga bentuk siap pakai, semuanya baru bisa diunduh setelah halamannya diaktifkan dan disimpan: QR polos beserta tombol salin tautan untuk dibagikan lewat chat, paket QR cetak A6 bertuliskan ajakan memindai untuk meja atau kemasan, dan display meja A5 dengan pilihan warna dan pratinjau yang bisa dicetak atau disimpan sebagai PDF.
Urutannya: aktifkan, simpan, buka halamannya lewat ponsel, bayar satu nominal terkecil, pastikan yang masuk terlihat benar di daftar transaksi, baru cetak. Mencetak lebih dulu adalah cara paling umum menemukan salah ketik setelah lima puluh lembar jadi.
Saat halaman berhenti bisa dibuka
Tiga syarat harus benar bersamaan: halamannya aktif, verifikasi bisnisnya tidak ditolak, dan akunnya tidak ditangguhkan. Salah satu saja gagal, halaman menjawab pembayar dengan satu kalimat yang sama untuk ketiganya, yaitu bahwa halaman tidak ada atau tidak dapat digunakan saat ini, disertai anjuran menghubungi penjualnya. Alasannya tidak disebutkan, dan itu disengaja.
Akibat praktisnya: menonaktifkan halaman sementara tidak terbaca sebagai tutup sementara, jadi jeda yang direncanakan lebih baik dikabarkan sendiri, dan pembayar yang mengeluh halamannya mati tidak membawa informasi yang bisa dipakai menebak sebabnya. Batas laju juga berlaku pada halaman publik. Pengaturan halamannya sendiri hanya bisa diubah pemilik akun; peran staf dan developer melihat layarnya dengan keterangan itu, dan penyimpanan dari peran lain ditolak di sisi server.
Urutan menyiapkannya
Pilih tautan halaman dari nama usaha yang tidak akan berubah. Tentukan bentuk nominalnya: nominal tetap kalau harganya tunggal, pilihan nominal yang mengikat kalau berjenjang, atau pilihan nominal ditambah izin nominal lain kalau angkanya tidak bisa ditebak. Setel nominal minimum yang masuk akal terhadap biaya per pembayaran, bukan nol. Tulis arahan satu baris untuk kolom catatan, dan pasang arahan itu di sebelah QR-nya. Baru kemudian aktifkan, uji, dan cetak. Contoh penerapannya pada kas bersama ada di panduan iuran komunitas.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya halaman pembayaran dengan tautan pembayaran biasa?
Tautan pembayaran diterbitkan per pesanan dan sudah membawa nominalnya. Halaman pembayaran adalah satu alamat permanen milik usahanya, dan nominalnya diisi pembayar. Satu tautan melahirkan satu pembayaran; satu halaman melahirkan pembayaran sebanyak orang yang membukanya. Halaman pembayaran karena itu menghapus kerja per transaksi, tetapi juga menghapus nomor pesanan yang biasanya menempel pada tiap pembayaran.
Apakah pilihan nominal bisa lebih kecil daripada nominal minimum yang disetel?
Bisa, dan pilihan itu tetap bisa dibayar. Aturannya sengaja dibuat begitu: pilihan nominal yang sudah ditampilkan pada halaman dihormati meskipun angkanya di bawah minimum yang disetel, karena halamannya sendiri yang menawarkannya. Nominal minimum hanya menjaga angka yang diketik bebas oleh pembayar. Yang tidak bisa dilewati adalah batas minimum per metode pembayaran, misalnya Virtual Account yang tidak menerima di bawah Rp 10.000.
Kalau tautan halamannya diganti, apakah yang lama masih jalan?
Tidak. Tautan halaman adalah alamatnya, jadi menggantinya membuat alamat lama berhenti berlaku, dan alamat lama itulah yang sudah tercetak pada QR di meja kasir dan pada tangkapan layar yang beredar di grup. Pembayar yang membukanya membaca halaman tidak tersedia tanpa penjelasan. Tautan halaman sebaiknya dipilih sekali, sebelum ada yang dicetak.
Bagaimana membedakan pembayaran yang lahir dari halaman ini di daftar transaksi?
Setiap pembayaran mencatat asalnya, dan yang lahir dari halaman pembayaran ditandai Halaman pembayaran, terpisah dari Dashboard dan API. Tandanya ditentukan rute yang membuatnya, bukan isi permintaan, jadi tidak bisa diklaim keliru. Yang belum tersedia adalah menyaring daftar berdasarkan asal itu.