Perbandingan · Terbit
Pre-order atau ready stock: kapan uang pembeli masuk, siapa menanggung risikonya, dan aturan yang berlaku saat menagih di muka
Jawaban singkatnya: ready stock memakai modal penjual dan menanggung risiko barang tidak laku; pre-order memakai uang pembeli dan menanggung risiko terlambat. Dari sisi pembayaran, ready stock lebih sederhana karena uang masuk dan barang keluar di hari yang sama. Pre-order masuk akal untuk barang buatan pesanan atau produksi terbatas yang selesai dalam 30 hari. Lewat dari 30 hari, menagih di muka, termasuk DP, membutuhkan persetujuan tertulis Kasera Pay lebih dulu. Di atas Rp 1.000.000, tanggal pengiriman yang ditulis pada tagihan juga menentukan kapan dana akun baru bisa dicairkan.
Dua sistem, dilihat dari uangnya
| Hal | Ready stock | Pre-order (PO) |
|---|---|---|
| Modal produksi | Dari penjual, sebelum ada pembeli | Dari uang pembeli yang masuk selama masa PO |
| Barang tidak laku | Kerugian penjual | Hampir tidak ada, produksi mengikuti pesanan |
| Jarak bayar ke kirim | Hari yang sama atau besok | Sepanjang masa produksi |
| Risiko utama | Stok mengendap, ukuran atau warna yang salah tebak | Terlambat, cacat produksi, pembeli minta uang kembali |
| Pekerjaan admin | Cek stok sebelum mengirim tautan | Rekap pesanan per ukuran, kabar produksi, jadwal kirim |
| Aturan pembayaran di muka | Tidak relevan | Lebih dari 30 hari butuh persetujuan tertulis |
Arus kas, dengan angka ilustrasi
Contoh: kaos desain sendiri, harga jual Rp 150.000, ongkos produksi di konveksi Rp 85.000 per potong. Dengan ready stock, penjual membayar 60 potong di muka, Rp 5.100.000, lalu menunggu laku. Kalau 15 potong tersisa di ukuran yang salah, Rp 1.275.000 modal mengendap. Dengan PO, penjual membuka pesanan dua minggu, terkumpul 40 pesanan senilai Rp 6.000.000, lalu memesan tepat 40 potong ke konveksi. Biaya QRIS-nya Rp 1.300 per pesanan, Rp 52.000 untuk seluruh PO, sama persis dengan menjual 40 potong ready stock. Sistem penjualan tidak mengubah tarif; yang berubah adalah siapa yang membiayai produksi.
Pesanan sampai Rp 1.000.000 dicairkan mengikuti jadwal pencairan biasa, jadi uang PO memang bisa dipakai membayar konveksi. Barang PO yang lebih mahal berbeda nasibnya, dibahas di bagian tanggal pengiriman di bawah.
Batas 30 hari, dan kenapa DP tidak mengelakkannya
Kebijakan penggunaan terlarang Kasera Pay menempatkan “pre-order dan pembayaran di muka untuk barang fisik yang baru diserahkan lebih dari 30 hari ke depan” di daftar yang butuh persetujuan tertulis lebih dulu. Alasannya tertulis di halaman yang sama: kegiatan seperti ini memegang uang atau janji milik orang lain, dan kegagalannya menimpa para pembayar.
Ada tiga cara menyikapinya. Pertama, susun PO supaya masa tutup pesanan ditambah masa produksi tidak lewat 30 hari. Kedua, untuk produksi yang memang lama, kirim penjelasan susunannya ke halo@kasera.id dan tunggu jawabannya sebelum tautan pertama. Ketiga, catat pesanan tanpa menagih, lalu tagih penuh saat barang siap. Cara ketiga menghilangkan risiko refund, tetapi sebagian pemesan akan menghilang, jadi produksi perlu dilebihkan sedikit atau dibiayai sendiri. Menagih DP kecil tidak termasuk jalan keluar: DP tetap pembayaran di muka. Perbandingan DP dan pelunasan secara umum ada di perbandingan uang muka atau pembayaran penuh di muka.
Tanggal pengiriman pada PO di atas Rp 1.000.000
Sejak 26 Oktober 2026, pembayaran di atas Rp 1.000.000 dikenai QRIS 1% atau Virtual Account 1% dari seluruh nominal, dan wajib membawa nama pembeli, WhatsApp atau email, keterangan minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman yang dilihat pembeli sebelum membayar. Untuk PO, tanggal itu adalah perkiraan kirim, dan tidak boleh tanggal yang sudah lewat.
Pada akun yang masih baru, yaitu belum lewat 14 hari sejak pembayaran pertama atau belum menerima pembayaran dari 25 pembeli berbeda, dana pembayaran di atas Rp 1.000.000 menunggu pembeli mengonfirmasi pesanan diterima, atau sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan. PO sofa Rp 3.500.000 dengan tanggal kirim tiga minggu lagi berarti Rp 3.465.000 bersihnya tertahan sekitar tiga minggu. Bagi akun baru, keuntungan arus kas PO untuk barang mahal praktis hilang: modal produksi tetap harus disiapkan sendiri. Tulis tanggal di ujung perkiraan, bukan di awal, karena pembeli yang barangnya belum datang pada tanggal itu bisa melaporkan masalah, dan dana tetap ditahan selama laporan diperiksa. Rinciannya ada di panduan pembayaran di atas Rp 1.000.000.
Saat PO terlambat atau dibatalkan
Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa dibatalkan lewat Kasera. Uang dikembalikan dengan transfer dari rekening penjual sendiri, dan biaya transaksinya tidak ikut kembali. Pada PO 40 kaos, lima pembatalan berarti Rp 750.000 ditransfer balik dan Rp 6.500 biaya yang hilang. Angkanya kecil, tetapi sengketanya tidak: pembeli PO sudah menunggu berminggu-minggu sebelum kecewa.
Tiga hal yang sebaiknya tertulis di pesan pembuka PO: perkiraan tanggal kirim, apa yang terjadi kalau terlambat lebih dari sekian hari (boleh batal dengan uang kembali penuh), dan apakah pesanan bisa dibatalkan setelah produksi dimulai. Contoh teksnya ada di panduan menulis kebijakan pengembalian dana.
Yang perlu dijaga pada ready stock
Risiko ready stock di sisi pembayaran ada pada stok yang ditawarkan ke dua orang. Tautan dari dashboard berlaku 60 menit. Setelah kedaluwarsa, halaman pembayaran tidak lagi menerima pembayaran baru, tetapi pembayaran yang diterima tepat sebelum batas waktu masih bisa berubah menjadi Dibayar setelah sempat tampil Kedaluwarsa. Kalau barang terakhir langsung dijual ke pembeli kedua begitu tautan pertama lewat, penjual bisa berakhir dengan dua pembayaran untuk satu barang. Cara aman: tahan barang selama tautannya hidup, cek lagi status tagihan pertama sebelum menawarkannya ke orang lain, dan beri tahu pembeli kapan tautannya habis. Alur lengkap untuk penjual lewat chat ada di artikel jualan lewat WhatsApp dan Instagram.
Cara memutuskan
| Keadaan | Pilihan yang masuk akal |
|---|---|
| Barang laris yang ukuran dan warnanya sudah terbukti | Ready stock |
| Desain baru yang belum diketahui pasarnya | PO satu kali, lalu ready stock untuk varian yang laku |
| Barang buatan pesanan, selesai dalam 30 hari | PO, dengan tanggal kirim yang tertulis |
| Produksi lebih dari 30 hari | Persetujuan tertulis dulu, atau catat pesanan dan tagih saat siap |
| Barang di atas Rp 1.000.000 pada akun yang masih baru | Ready stock, atau PO dengan modal sendiri karena dananya tertahan |
Biaya per pembayaran sama di kedua sistem: sampai Rp 1.000.000, QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000; di atas itu, keduanya 1%. Kalkulatornya ada di halaman biaya transaksi.
Pertanyaan yang sering muncul
Bolehkah menerima pembayaran PO yang barangnya baru dikirim dua bulan lagi?
Hanya dengan persetujuan tertulis lebih dulu. Kebijakan penggunaan terlarang Kasera Pay menempatkan pre-order dan pembayaran di muka untuk barang fisik yang baru diserahkan lebih dari 30 hari ke depan di daftar kegiatan yang perlu persetujuan. Kirim penjelasan susunannya ke halo@kasera.id dan tunggu jawabannya sebelum tautan pertama dikirim.
Kalau hanya DP yang ditagih di muka, apakah batas 30 hari tetap berlaku?
Ya. Aturannya menyebut pre-order dan pembayaran di muka, tidak membedakan lunas atau sebagian. DP Rp 50.000 untuk barang yang dikirim 45 hari lagi tetap pembayaran di muka untuk barang yang baru diserahkan lebih dari 30 hari ke depan.
PO terlambat dan pembeli minta uangnya kembali. Apakah biaya transaksinya ikut kembali?
Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa dibatalkan lewat Kasera, jadi uangnya dikembalikan dengan transfer dari rekening sendiri, dan biaya transaksinya tidak dikembalikan. Pada PO Rp 150.000, setiap pembatalan berarti Rp 1.300 yang hilang ditambah biaya transfer balik.
Barang ready stock sudah dijual ke orang lain, lalu tagihan pembeli pertama yang sudah kedaluwarsa berubah menjadi Dibayar. Bagaimana bisa?
Setelah kedaluwarsa, halaman pembayaran tidak lagi menerima pembayaran baru. Hanya pembayaran yang diterima tepat sebelum batas waktu yang masih bisa berubah menjadi Dibayar setelah sempat tampil Kedaluwarsa, dan uangnya masuk saldo seperti biasa. Penjual lalu memilih: mengirim barang pengganti, atau mengembalikan uangnya dengan transfer dari rekening sendiri. Karena itu stok yang sudah ditawarkan sebaiknya ditahan sampai tautannya benar-benar lewat dan status tagihannya sudah dicek ulang.