Panduan · Terbit
Menerima pembayaran di atas Rp 1.000.000
Mulai 26 Oktober 2026, setiap pembayaran di atas Rp 1.000.000 di Kasera Pay berjalan dengan aturan sendiri. Ringkasnya ada empat:
- Tarif: QRIS 1% dan Virtual Account 1% dari seluruh nominal, bukan hanya dari bagian yang melewati Rp 1.000.000.
- Data wajib: nama pembeli, nomor WhatsApp atau email pembeli, keterangan barang atau jasa minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman.
- Yang dilihat pembeli: tanggal pengiriman tampil sebelum pembeli membayar, lalu pembeli mendapat tautan untuk mengonfirmasi pesanan sudah diterima.
- Pencairan akun baru: dana pembayaran seperti ini menunggu konfirmasi pembeli, atau sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan.
Pembayaran tepat Rp 1.000.000 tidak termasuk. Di bawah garis itu tidak ada yang berubah: QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 per pembayaran berhasil. Daftar tarif lengkap beserta kalkulatornya ada di halaman biaya transaksi.
Biayanya dengan angka
| Nominal dibayar | QRIS | Virtual Account |
|---|---|---|
| Rp 1.000.000 | Rp 7.250 | Rp 5.000 |
| Rp 1.000.001 | Rp 10.001 | Rp 10.001 |
| Rp 1.500.000 | Rp 15.000 | Rp 15.000 |
| Rp 2.500.000 | Rp 25.000 | Rp 25.000 |
| Rp 5.000.000 | Rp 50.000 | Rp 50.000 |
| Rp 10.000.000 | Rp 100.000 | Rp 100.000 |
Dua akibatnya sering terlewat. Pertama, di atas garis QRIS dan Virtual Account berbiaya sama, jadi anggapan bahwa Virtual Account selalu lebih murah untuk nominal besar sudah tidak berlaku. Virtual Account hanya lebih murah di antara sekitar Rp 678.600 dan Rp 1.000.000. Untuk tagihan besar, pilih metode menurut kebiasaan dan batas transfer pembeli, yang dibahas di artikel batas transfer pembeli, bukan menurut biayanya.
Kedua, tarif dikunci saat pembayaran dibuat. Tautan yang terbit sebelum 26 Oktober 2026 tetap memakai tarif lamanya walaupun dibayar sesudahnya, dan tautan yang terbit hari ini tidak akan berubah tarif kalau aturannya bergeser lagi.
Harga tepat di atas garis menghasilkan lebih sedikit
Karena 1% dihitung dari seluruh nominal, satu rupiah di atas garis menambah biaya Rp 2.751 pada QRIS dan Rp 5.001 pada Virtual Account. Penjual yang memasang harga Rp 1.000.001 menerima Rp 990.000, lebih sedikit daripada Rp 992.750 yang diterima dari harga tepat Rp 1.000.000 lewat QRIS.
Hasil bersihnya baru menyusul kembali pada Rp 1.002.778 untuk QRIS dan Rp 1.005.051 untuk Virtual Account. Jadi harga di antara Rp 1.000.001 dan sekitar Rp 1.005.000 adalah zona yang merugikan penjual sendiri. Barang yang selama ini dijual Rp 1.000.000 lebih untung tetap di Rp 1.000.000, dan yang memang harus naik sebaiknya naik melewati zona itu.
Kalau pembeli yang menanggung biaya
Dengan Terima utuh, penjual menulis jumlah yang ingin diterima dan biaya ditambahkan ke total pembeli. Garisnya tetap diukur dari total yang dibayar pembeli, dan dihitung dengan tarif 1%. Akibatnya, jumlah yang ingin diterima di atas Rp 990.000 sudah menjadi pembayaran besar:
- Ingin menerima Rp 990.000: pembeli membayar Rp 997.231 lewat QRIS atau Rp 995.000 lewat Virtual Account, tarif biasa, tanpa data wajib.
- Ingin menerima Rp 992.000: pembeli membayar Rp 1.002.021 lewat metode mana pun, kena 1%, dan nama, kontak, keterangan, serta tanggal pengiriman wajib diisi.
Membuat pembayarannya dari dashboard
Formulir permintaan pembayaran menandai sendiri kolom yang menjadi wajib begitu nominalnya melewati Rp 1.000.000. Yang perlu diisi:
- Data pembeli: nama, lalu nomor WhatsApp atau email. Isi email bila ada, karena email berisi tanggal pengiriman dan tautan konfirmasi dikirim ke sana, apa pun setelan email bukti pembayaran di Pengaturan.
- Keterangan barang atau jasa, minimal 10 karakter, dengan penghitung yang mundur saat diketik. Tulis yang benar-benar dijual: “Laptop ThinkPad T480 RAM 16 GB” menolong saat ada keluhan, “Pesanan Budi” tidak.
- Pengiriman: Hari ini, beberapa hari ke depan, atau tanggal pilihan sendiri, mulai hari ini. Untuk jasa, isi tanggal pekerjaannya selesai diserahkan.
Pilih tanggal yang realistis, bukan yang paling cepat dan bukan yang paling aman. Tanggal yang terlalu dekat mengundang laporan “belum sampai”. Tanggal yang terlalu jauh membuat dana akun baru tertahan lebih lama, karena pelepasan otomatisnya baru terjadi sehari setelah tanggal itu.
Membuatnya lewat API
Create ke POST /v1/transactions untuk nominal di atas Rp 1.000.000 wajib membawa description minimal 10 karakter, customer.name, customer.phone atau customer.email, delivery_date berformat YYYY-MM-DD WIB, dan delivery_terms_shown: true:
curl https://pay.kasera.id/v1/transactions \
-H "Authorization: Bearer kp_live_..." \
-H "Idempotency-Key: order-2051" \
-H "Content-Type: application/json" \
-d '{
"amount": 2500000,
"description": "Laptop bekas ThinkPad T480, RAM 16 GB",
"external_id": "ORD-2051",
"customer": { "name": "Budi", "email": "budi@toko.dev" },
"delivery_date": "2026-10-29",
"delivery_terms_shown": true,
"payment_methods": ["qris"]
}'delivery_terms_shown: true adalah pernyataan bahwa checkout milik penjual sudah menampilkan tanggal pengiriman ke pembeli sebelum ia membayar, dan pernyataan itu mengikat menurut syarat layanan. Jadi tampilkan tanggalnya di halaman pesanan sendiri sebelum mengirim true.
Yang kurang ditolak 422 dengan kode yang menyebut field-nya: delivery_date_required, description_required, buyer_name_required, buyer_contact_required, delivery_terms_not_shown, atau delivery_date_invalid untuk tanggal yang sudah lewat. Penolakan ini bukan gangguan sementara, jadi jangan diulang dengan body yang sama; perbaiki field-nya lalu kirim lagi. Create yang ditolak tidak menyimpan apa pun, jadi Idempotency-Key yang sama boleh dipakai ulang. Daftar lengkapnya ada di halaman kode error API.
Yang dilihat pembeli
Sebelum QR atau nomor Virtual Account tampil, halaman pembayaran menunjukkan kotak “Penjual berjanji mengirim pesanan pada” beserta tanggalnya, dengan kalimat “Tanggal ini janji penjual. Kasera tidak menjamin pengiriman.” Setelah membayar, pembeli bisa mengunduh bukti pembayaran PDF yang mencatat keterangan dan tanggal pengiriman.
Pembeli juga mendapat halaman konfirmasi dengan tiga tombol. “Pesanan sudah diterima” membutuhkan kode yang dikirim ke email atau WhatsApp pembeli. “Laporkan masalah ke penjual” membuka satu utas email antara pembeli dan pemilik akun penjual, dengan tim Kasera ikut di dalamnya. “Laporkan ke Kasera” bisa dipakai sejak pembayaran sampai 24 jam sesudahnya, atau lebih lama selama pencairannya masih ditahan, dan laporannya tidak diteruskan ke penjual.
Pencairan untuk akun yang masih baru
Akun dianggap baru sampai lewat 14 hari sejak pembayaran pertamanya dan sudah menerima pembayaran dari 25 pembeli berbeda, tanpa laporan pembeli yang belum selesai. Selama itu, dana dari pembayaran di atas Rp 1.000.000 tidak ikut pencairan sampai salah satu terjadi:
- pembeli menekan “Pesanan sudah diterima”;
- sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan;
- kalau ada laporan, pembeli mengonfirmasi sesudahnya atau Kasera melepasnya setelah memeriksa bukti.
Hanya pembayaran itu yang tertahan. Dananya tetap milik penjual, tampil sebagai tertunda dengan keterangan “Menunggu konfirmasi pembeli”, dan pembayaran lain cair seperti biasa. Kalau tidak ada laporan, tidak ada yang perlu dilakukan. Kalau ada, balas di utas email itu dengan bukti pengiriman, misalnya nomor resi dan foto paket. Rinciannya ada di halaman pencairan dana.
Bagi usaha yang modalnya berputar cepat, misalnya penjual barang bekas yang membeli stok dari hasil penjualan kemarin, inilah bagian yang perlu direncanakan: minggu-minggu pertama di Kasera Pay, uang dari penjualan besar baru bisa dipakai setelah pembelinya menerima barang.
Sebelum tagihan besar pertama
Sebelum verifikasi selesai, akun hanya bisa menerima total Rp 1.000.000 seumur akun, jadi satu pembayaran di atas garis itu belum bisa dibuat. Selesaikan verifikasi lebih dulu. Di sisi atas, maksimum bawaan per pembayaran adalah Rp 10.000.000; maksimum Virtual Account bisa dinaikkan per akun lewat halo@kasera.id, seperti dijelaskan di halaman batas transaksi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah pembayaran tepat Rp 1.000.000 kena tarif 1%?
Tidak. Aturannya berlaku untuk pembayaran di atas Rp 1.000.000. Pembayaran tepat Rp 1.000.000 memakai tarif biasa: QRIS Rp 7.250 atau Virtual Account Rp 5.000, dan tidak wajib membawa tanggal pengiriman.
Bagaimana dengan tautan yang dibuat sebelum 26 Oktober 2026?
Tarif dikunci saat pembayaran dibuat dan tidak berubah sesudahnya. Tautan yang dibuat sebelum aturan berlaku tetap memakai tarif yang tercatat padanya, termasuk kalau dibayar sesudah tanggal itu.
Apakah pembeli bisa membayar tanpa mengisi tanggal pengiriman?
Pembeli tidak mengisi apa pun. Tanggal pengiriman, nama, dan kontak pembeli diisi penjual saat membuat pembayaran, lewat formulir dashboard atau field di API. Halaman checkout tidak mengumpulkannya, jadi pembayaran yang kurang datanya ditolak sebelum tautannya terbentuk.
Pembayaran di atas Rp 1.000.000 milik akun lama juga ditahan?
Tidak. Penahanan sampai pembeli mengonfirmasi hanya berlaku selama akun masih baru: kurang dari 14 hari sejak pembayaran pertamanya, atau belum menerima pembayaran dari 25 pembeli berbeda, atau masih ada laporan pembeli yang belum selesai. Tarif 1% dan kewajiban data pembeli tetap berlaku untuk semua akun.