Blog · Terbit
Jualan bernominal kecil: batas minimum yang membuat satu metode hilang dari layar pembeli, dan biaya yang porsinya membengkak di bawah Rp 20.000
Jawaban singkatnya, per 15 September 2026: QRIS menerima pembayaran mulai Rp 1.000, Virtual Account mulai Rp 10.000, dan biayanya QRIS 0,7 persen ditambah Rp 250 atau Virtual Account Rp 5.000 tetap. Angka yang menentukan pada penjualan bernominal kecil bukan persentasenya, melainkan komponen tetap itu. Rp 250 di atas nominal Rp 100.000 nyaris tidak terasa, tetapi Rp 250 di atas nominal Rp 1.000 adalah seperempat harga.
Dua konsekuensinya jarang disebut di mana pun: satu metode pembayaran bisa hilang dari layar pembeli tanpa pesan apa pun, dan uang dari penjualan kecil bisa terkumpul di saldo tanpa bisa dicairkan. Tulisan ini membawa angkanya, lalu tiga cara keluar yang benar-benar mengubah hitungan.
Dua batas minimum, dan apa yang terjadi saat nominalnya di bawah batas
Setiap metode punya rentang nominalnya sendiri. QRIS menerima mulai Rp 1.000, Virtual Account mulai Rp 10.000, dan keduanya berhenti di Rp 10.000.000 per pembayaran. Batas maksimum Virtual Account bisa dinaikkan per akun atas permintaan; batas minimumnya tidak. Rinciannya, termasuk batas laju per menit, ada di halaman batas transaksi.
Yang penting dipahami adalah perilakunya, karena tidak sama di kedua sisi. Pada saat tagihan dibuat dari dashboard, nominal di bawah batas metode ditolak di tempat dengan teks merah di bawah kolom nominal, misalnya “Nominal minimal Rp 10.000” untuk Virtual Account. Pada sisi pembeli, tidak ada penolakan sama sekali: tagihan Rp 5.000 yang menawarkan seluruh metode hanya menampilkan QRIS, dan Virtual Account tidak muncul tanpa keterangan kenapa.
Ini penting bagi penjual bernominal kecil karena pembeli yang terbiasa mentransfer ke nomor Virtual Account akan bertanya kenapa pilihannya tidak ada, dan pertanyaan itu sampai lewat chat, bukan lewat sistem. Menjawabnya sekali di deskripsi produk lebih murah daripada menjawabnya per pembeli.
Porsi biaya sebenarnya, dari Rp 1.000 sampai Rp 100.000
Persentase pada QRIS adalah MDR 0,7 persen yang diteruskan apa adanya, dibulatkan ke atas ke rupiah terdekat, ditambah biaya Kasera Rp 250. Pembulatan ke atas berarti biayanya tidak pernah pecahan rupiah. Tabel di bawah memakai mode penanggung biaya bawaan, yaitu biaya dipotong dari yang diterima penjual.
| Nominal | Biaya QRIS | Porsi | Diterima penjual |
|---|---|---|---|
| Rp 1.000 | Rp 257 | 25,7% | Rp 743 |
| Rp 2.000 | Rp 264 | 13,2% | Rp 1.736 |
| Rp 5.000 | Rp 285 | 5,7% | Rp 4.715 |
| Rp 10.000 | Rp 320 | 3,2% | Rp 9.680 |
| Rp 20.000 | Rp 390 | 1,95% | Rp 19.610 |
| Rp 50.000 | Rp 600 | 1,2% | Rp 49.400 |
| Rp 100.000 | Rp 950 | 0,95% | Rp 99.050 |
Bentuk kurvanya sudah menjawab pertanyaan perencanaan yang sesungguhnya. Porsi biaya turun tajam sampai sekitar Rp 20.000, lalu hampir mendatar. Artinya usaha memperbaiki struktur harga paling berbuah pada rentang Rp 1.000 sampai Rp 20.000, dan hampir tidak berbuah di atas Rp 50.000. Penjual dengan nilai pesanan rata-rata Rp 75.000 yang sibuk menghitung biaya transaksi sedang mengoptimalkan angka yang sudah di bawah 1,1 persen.
Identitas yang selalu berlaku: nominal yang dibayar pembeli sama dengan biaya ditambah yang diterima penjual, pada kedua mode penanggung biaya. Kalau biayanya justru mau dibebankan ke pembeli, hitungannya tidak sekadar menambahkan, dan sudah dibahas terpisah di tulisan tentang harga jual setelah biaya transaksi. Tarif resminya, termasuk contoh per metode, ada di halaman biaya.
Di bawah Rp 50.000, Virtual Account praktis tidak masuk hitungan
Komponen tetap Virtual Account adalah Rp 5.000 per pembayaran berhasil, tanpa persentase. Pada nominal Rp 10.000, yaitu nominal terkecil yang diterimanya, biaya itu setara 50 persen. Pada Rp 20.000 masih 25 persen, dan pada Rp 50.000 baru turun ke 10 persen. QRIS pada ketiga nominal itu berada di 3,2 persen, 1,95 persen, dan 1,2 persen.
Kesimpulan praktisnya bukan bahwa Virtual Account buruk, melainkan bahwa ia dibuat untuk nominal lain. Titik impas kedua metode ada di sekitar Rp 678.600, dan perbandingan lengkap beserta alasan memilih di luar tarif ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account. Untuk penjualan di bawah Rp 50.000, menawarkan Virtual Account tetap boleh, tetapi menawarkannya sebagai pilihan utama akan membuat sebagian pembeli memilih jalur yang biayanya delapan sampai lima belas kali lebih besar tanpa mengetahuinya.
Lantai pencairan: batas kedua yang lebih sering mengejutkan
Biaya per transaksi bukan satu-satunya angka tetap. Pencairan dikenai Rp 3.000 per pencairan, dipotong sekali berapa pun jumlah pembayaran di dalamnya, dan minimum pencairan Rp 10.000 harus sampai di rekening setelah biaya itu. Praktisnya, pencairan baru berjalan saat saldo siap dicairkan mencapai Rp 13.000.
Bagi penjual bernominal kecil, angka itu adalah tembok yang nyata. Satu pembayaran QRIS Rp 1.000 menghasilkan Rp 743 di saldo, sehingga dibutuhkan 18 pembayaran seperti itu sebelum pencairan pertama bisa berjalan sama sekali. Pada nominal Rp 5.000 cukup tiga pembayaran. Uangnya tidak hilang dan tidak hangus, hanya menunggu, dan otomatis dicairkan begitu mencapai minimum. Jadwal dan syaratnya ada di halaman pencairan dana.
Kabar baiknya, biaya pencairan bersifat per pencairan dan bukan per pembayaran. Lima puluh pembayaran kecil yang dicairkan sekali tetap dikenai Rp 3.000. Karena itu, pada penjualan bernominal kecil, mencairkan sesering mungkin adalah kebiasaan yang mahal, dan jadwal yang lebih jarang justru menghemat.
Satu hitungan yang mengubah keputusan: menggabungkan pesanan
Sepuluh pesanan Rp 5.000 yang ditagih satu-satu membayar biaya sepuluh kali: 10 kali Rp 285, yaitu Rp 2.850, atau 5,7 persen dari Rp 50.000. Sepuluh pesanan yang sama yang ditagih dalam satu permintaan Rp 50.000 membayar Rp 600, yaitu 1,2 persen. Selisihnya Rp 2.250 pada omzet Rp 50.000, dan bertahan pada setiap kelipatan berikutnya.
Itu sebabnya keputusan yang paling berpengaruh pada penjualan bernominal kecil bukan memilih metode, melainkan memilih apa yang dianggap satu pembayaran. Tiga bentuk penggabungan yang biasanya bisa dikerjakan tanpa mengubah produk:
Satu tagihan per keranjang, bukan per barang. Terdengar jelas, tetapi penjual yang menagih lewat chat sering menerbitkan tautan per barang karena itu yang paling mudah diucapkan. Menyepakati total dulu, lalu menerbitkan satu tautan, memotong biayanya sekaligus memotong jumlah baris yang harus dicocokkan nanti.
Saldo atau paket di muka. Pembeli berulang bernominal kecil, misalnya pelanggan pulsa, jajanan langganan, atau iuran, bisa membayar satu paket yang dipakai bertahap. Satu pembayaran Rp 100.000 menggantikan dua puluh pembayaran Rp 5.000, dan biayanya turun dari Rp 5.700 menjadi Rp 950. Pencatatan pemakaiannya ada di sisi penjual, bukan di sisi pembayaran.
Satu tagihan per periode. Untuk iuran dan langganan, menagih bulanan dan bukan harian menyelesaikan biaya dan lantai pencairan sekaligus.
Kalau menagih satu-satu memang tidak bisa dihindari
Sebagian penjualan tidak bisa digabungkan: pembeli berbeda, datang sekali, dan membayar di tempat. Untuk pola itu, membuat tautan per pembeli adalah kerja yang tidak sebanding dengan nominalnya. Yang lebih cocok adalah satu halaman pembayaran permanen yang nominalnya diisi pembayar, dengan pilihan nominal yang sudah disiapkan supaya tidak ada yang perlu diketik ulang. Cara menyiapkan dan mengoperasikannya, termasuk apa yang dikorbankan pada rekonsiliasi, ada di panduan halaman pembayaran yang dipakai berulang.
Satu catatan untuk akun baru yang menguji pola bernominal kecil: jatah sebelum verifikasi adalah 10 permintaan pembayaran dan total Rp 1.000.000 yang berlaku seumur akun, bukan per hari. Menghabiskannya dengan sepuluh percobaan Rp 1.000 berarti jatahnya habis pada nominal yang tidak menghasilkan apa pun, dan hanya verifikasi yang membukanya. Percobaan sebaiknya dikerjakan di Sandbox, yang tidak pernah terhitung.
Ringkasnya
QRIS menerima dari Rp 1.000 dan Virtual Account dari Rp 10.000, jadi di bawah Rp 10.000 hanya ada satu metode dan pembeli tidak diberi tahu kenapa. Porsi biaya pada nominal kecil dikendalikan komponen tetapnya, bukan persentasenya, sehingga perbaikan hanya berbuah di bawah sekitar Rp 20.000. Lantai pencairan Rp 13.000 saldo menahan hasil penjualan terkecil lebih lama daripada yang diduga, dan biaya pencairannya per pencairan, jadi mencairkan lebih jarang lebih murah. Dari semua keputusan yang tersedia, mengubah apa yang dianggap satu pembayaran mengubah angkanya paling jauh: dari 5,7 persen menjadi 1,2 persen pada contoh di atas, tanpa mengubah harga satu barang pun.