Panduan · 28 Agustus 2026
Menerima pembayaran QRIS tanpa website: tiga cara, dan cara memilihnya
Menerima QRIS tanpa website bisa lewat tiga jalur: QRIS statis yang dicetak sekali, tautan pembayaran yang dibuat per transaksi, dan halaman pembayaran permanen dengan nominal yang diisi pembayar. Ketiganya sama-sama dibayar dari aplikasi bank atau e-wallet mana pun yang mendukung QRIS, jadi bukan cara membayarnya yang membedakan. Yang membedakan adalah apa yang tersisa sesudahnya: siapa yang membayar, untuk pesanan yang mana, dan apakah statusnya bisa dipastikan tanpa membuka mutasi rekening.
| Jalur | Nominal | Umur QR | Cocok ke pesanan |
|---|---|---|---|
| QRIS statis dicetak | Diketik pembayar | Permanen | Manual dari mutasi |
| Tautan pembayaran per transaksi | Ditetapkan penjual | Default 60 menit | Otomatis, satu tautan satu pembayaran |
| Halaman pembayaran permanen | Diisi pembayar, bisa dibatasi | Permanen, QRIS-nya dinamis | Otomatis, tercatat sebagai transaksi tersendiri |
Cara 1: QRIS statis yang dicetak sekali
Ini jalur paling tua dan paling murah untuk dimulai: satu QR merchant dicetak, ditempel di meja atau dikirim sebagai gambar, dan setiap pembeli mengetik sendiri nominalnya. Untuk warung dengan kasir yang berdiri di depan QR-nya, jalur ini memadai, karena kasir melihat layar pembeli dan mendengar notifikasi masuk pada saat yang sama. Cara mendapatkan QR seperti ini dari akun merchant dompet digital, beserta alasan mengapa satu akun sudah cukup untuk semua dompet, dibahas di perbandingan GoPay Merchant dan QRIS.
Masalahnya muncul begitu pembeli tidak berada di depan mata. Satu QR yang sama dipakai semua orang, sehingga catatan yang masuk hanya berisi nominal, nama pengirim, dan waktu. Dua pesanan dengan harga sama pada jam yang sama tidak bisa dipisahkan, pembayaran dari rekening keluarga tidak cocok dengan nama pemesan, dan pembeli yang salah ketik nominal menciptakan selisih yang harus dikejar manual. Trik kode unik, yaitu menambahkan tiga digit di belakang harga, adalah tambalan untuk masalah ini, bukan penyelesaiannya: kode bisa bertabrakan saat ramai dan pembeli tetap harus diminta mengetik angka yang aneh. Ini juga pintu masuk paling umum untuk bukti transfer palsu, karena satu-satunya bukti yang dipegang penjual adalah tangkapan layar dari pihak yang membayar.
Cara 2: tautan pembayaran per transaksi
Satu pembayaran, satu tautan, nominal sudah terkunci di dalamnya. Tautannya dibuat dari dashboard tanpa menulis kode, lalu dikirim lewat WhatsApp atau Instagram, atau QR-nya ditunjukkan langsung ke layar pembeli. Apa yang didapat, biayanya, dan batasnya dirangkum di halaman payment link. Halaman yang terbuka menampilkan nominal, deskripsi, dan statusnya sendiri, jadi pembeli melihat konfirmasi yang sama dengan yang tercatat di dashboard. Urutan kerjanya saat pesanan datang dari percakapan, termasuk isi pesan yang dikirim bersama tautan, dibahas langkah demi langkah di artikel jualan lewat WhatsApp dan Instagram.
Inilah bentuk closed payment: nominal ditentukan penjual dan kodenya berlaku untuk satu transaksi saja. Perbandingan lengkap kedua model ada di open payment dan closed payment. Batas default yang berlaku saat pembuatan: nominal minimum Rp 10.000, maksimum Rp 10.000.000, masa berlaku 60 menit dengan maksimum 24 jam, dan 100 permintaan per hari dihitung dalam zona waktu Asia/Jakarta. Nilainya dapat berbeda per akun, dan daftar lengkapnya ada di dokumentasi batas.
Konsekuensi praktis dari masa berlaku: tautan sebaiknya dibuat saat pembeli sudah siap membayar, bukan saat pesanan pertama kali dibicarakan. Tautan yang dikirim pagi lalu dibayar malam akan berstatus expired, dan yang perlu dilakukan bukan menunggu melainkan membuat tautan baru.
Cara 3: halaman pembayaran permanen
Jalur ketiga adalah satu alamat tetap berbentuk pay.kasera.id/pp/nama-toko yang dinyalakan sekali di dashboard, pada Pengaturan lalu Halaman pembayaran, kemudian tidak disentuh lagi. Pembayar membuka halaman itu, mengisi nominal, dan membayar. Nominalnya bisa dibiarkan bebas, dibatasi dengan nominal minimum, dipersempit menjadi beberapa pilihan tetap seperti 10.000 dan 25.000, atau dikunci pada satu angka. Alamatnya bisa dipilih sendiri sepanjang berupa huruf kecil, angka, dan tanda hubung.
Bagian yang paling sering disalahpahami: QR yang bisa diunduh dan dicetak dari halaman ini bukan QRIS statis. Hasil scan-nya membuka halaman pembayaran, dan QRIS baru diterbitkan setelah nominal diisi, satu QRIS untuk satu pembayaran. Efeknya, satu lembar cetakan bisa dipakai berulang tanpa kehilangan pencatatan per transaksi. Format yang tersedia untuk dicetak adalah PNG, PDF A6 untuk ditempel, dan display meja A5 yang bisa dipilih warnanya.
Jalur ini yang paling masuk akal untuk iuran komunitas, kotak donasi, kas kelas, dan meja kasir yang tidak ingin mengurus tautan satu per satu. Alur lengkap seorang bendahara, dari menyiapkan halaman sampai menutup buku bulanan, ada di panduan iuran komunitas. Setiap pembayaran tetap muncul sebagai transaksi tersendiri, dengan sumber yang menyebut halaman pembayaran, sehingga rekap bulanan tidak perlu dirakit dari mutasi.
Memilih berdasarkan situasi
| Situasi | Jalur yang paling pas |
|---|---|
| Jualan lewat chat, harga berbeda tiap pesanan | Tautan pembayaran per transaksi |
| Iuran, donasi, atau kas dengan nominal bervariasi | Halaman pembayaran permanen |
| Tiket acara dengan beberapa kelas harga | Halaman pembayaran dengan pilihan nominal tetap |
| Meja kasir tatap muka, antrean cepat | Cetakan QR halaman pembayaran |
| Sistem sendiri yang menghitung total pesanan | API, bukan tiga jalur di atas |
Baris tiket acara punya syarat tambahan yang tidak berlaku pada baris lain, yaitu persetujuan tertulis lebih dulu, dan seluruh alurnya sampai pemeriksaan di pintu masuk ada di panduan menjual tiket acara dengan QRIS.
Untuk baris terakhir, titik masuknya ada di dokumentasi API: satu permintaan create menghasilkan tautan checkout, dan webhook bertanda tangan mengabarkan saat statusnya berubah menjadi succeeded. Selain QRIS, integrasi sendiri juga bisa menerbitkan Virtual Account dari delapan bank, dan daftar metode yang aktif hari ini ada di dokumentasi metode pembayaran. Tanpa integrasi pun metodenya bisa dipilih: formulir pembuatan pembayaran di dashboard punya pemilih metode yang menampilkan seluruh metode akun, dan yang belum bisa dipakai tetap tercantum dalam keadaan tidak bisa dipilih beserta alasannya.
Biaya ketiga jalur
Untuk QRIS statis dari penerbit lain, biayanya mengikuti perjanjian dengan penerbit tersebut. Untuk dua jalur lainnya di Kasera Pay, tidak ada biaya pendaftaran dan tidak ada biaya bulanan; yang dikenakan adalah biaya per pembayaran berhasil, yaitu biaya Kasera Rp 250 per transaksi ditambah MDR QRIS 0,7 persen yang diteruskan apa adanya dari jaringan pembayaran tanpa markup. Angka yang berlaku hari ini selalu tercantum di halaman harga.
Ilustrasi pada tarif tersebut:
- Pembayaran Rp 25.000: MDR Rp 175 ditambah Rp 250, total Rp 425.
- Pembayaran Rp 85.000: MDR Rp 595 ditambah Rp 250, total Rp 845.
- Pembayaran Rp 300.000: MDR Rp 2.100 ditambah Rp 250, total Rp 2.350.
Pola yang terlihat dari tiga baris itu penting untuk penetapan harga: komponen tetap Rp 250 terasa berat pada nominal kecil dan hampir tidak terasa pada nominal besar. Menggabungkan beberapa item menjadi satu pembayaran lebih murah daripada memecahnya menjadi beberapa pembayaran kecil. Pencairan saldo ke rekening bank dikenakan biaya Rp 3.000 per pencairan, sehingga mencairkan sekali seminggu lebih hemat daripada setiap hari.
Yang perlu disiapkan lebih dulu
Ketiga jalur tetap membutuhkan akun yang sudah diverifikasi, karena uangnya harus punya tujuan pencairan yang sah. Yang diperiksa adalah identitas dan rekening tujuan, bukan bentuk badan usaha, sehingga perorangan tanpa PT tetap bisa menerima pembayaran. Rinciannya, termasuk dokumen yang diminta dan jenis kegiatan yang perlu persetujuan lebih dulu, ada di panduan payment gateway tanpa PT. Urutan lengkap yang perlu selesai sebelum pembeli pertama membayar, termasuk verifikasi, rekening pencairan, dan batas bawaan, ada di checklist sebelum menerima pembayaran sungguhan yang pertama.
Setelah pembayaran masuk
Inti dari meninggalkan QRIS statis adalah ini: status pembayaran berhenti menjadi urusan kepercayaan. Setiap pembayaran punya status sendiri, yaitu pending, succeeded, atau expired, dan status itu berasal dari sisi penerima pembayaran, bukan dari tangkapan layar yang dikirim pembeli. Cara memastikannya tanpa mengecek mutasi dibahas terpisah di cara tahu pembayaran QRIS sudah masuk.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah perlu website untuk menerima pembayaran QRIS?
Tidak. Tautan pembayaran per transaksi dan halaman pembayaran permanen keduanya berjalan tanpa satu baris kode pun: tautannya dibuat dari dashboard lalu dikirim lewat WhatsApp, Instagram, atau dicetak sebagai QR. Website baru diperlukan kalau pembayaran harus dibuat otomatis oleh sistem sendiri, misalnya keranjang belanja yang menghitung total sendiri.
Apa bedanya QRIS statis yang dicetak dengan QR halaman pembayaran?
QRIS statis membawa identitas merchant saja, jadi satu QR yang sama dipakai semua pembeli untuk semua nominal dan pencocokan ke pesanan dilakukan manual dari mutasi. QR halaman pembayaran bukan QRIS, melainkan QR tautan: hasil scan-nya membuka halaman pembayaran, pembayar mengisi nominal di sana, lalu QRIS dinamis diterbitkan untuk satu pembayaran itu saja dan statusnya berdiri sendiri.
Berapa lama satu tautan pembayaran berlaku?
Masa berlaku default adalah 60 menit, dengan maksimum 24 jam, dan nilainya dapat berbeda per akun. Setelah lewat, statusnya menjadi expired dan tautannya tidak bisa dibayar lagi, jadi untuk pesanan yang dibayar besok lebih baik tautannya dibuat ulang saat pembeli siap membayar.
Apakah bisa menerima pembayaran atas nama perorangan tanpa PT?
Bisa. Yang diperiksa saat pendaftaran adalah identitas dan rekening tujuan pencairan, bukan bentuk badan usaha. Rinciannya, termasuk dokumen yang diminta dan jenis kegiatan yang tetap perlu persetujuan lebih dulu, ada di panduan payment gateway tanpa PT.