Perbandingan · Terbit
Pembayaran kolektif lewat koordinator atau bayar sendiri per peserta: satu biaya untuk banyak orang melawan satu daftar yang lengkap
Jawaban singkatnya: selama total rombongan tidak melewati Rp 1.000.000, pembayaran kolektif lewat satu koordinator hampir selalu lebih murah, dan bayar sendiri per peserta hampir selalu lebih rapi. Begitu total melewati Rp 1.000.000, hitungan biayanya bisa berbalik, dan di atas Rp 10.000.000 total itu tidak bisa dibayar sebagai satu pembayaran kecuali maksimum Virtual Account akunnya sudah dinaikkan atas permintaan. Yang menentukan pilihan bukan hanya biaya, tetapi siapa yang menanggung talangan dan siapa yang membutuhkan daftar nama.
Kedua bentuk ini muncul di mana pun satu pesanan dibayar banyak orang: pendaftaran tim turnamen, seragam pengajian, rombongan wisata, kelas yang ikut reuni, kantor yang ikut pemeriksaan kesehatan. Halaman ini ditulis dari sisi penjual atau panitia yang menerima uangnya, dan memakai tarif Kasera Pay yang berlaku saat halaman ini ditulis.
Hitungan biayanya, dalam lima rombongan
Sampai Rp 1.000.000 per pembayaran, QRIS dikenai 0,7% (dibulatkan ke atas) ditambah Rp 250, dan Virtual Account Rp 5.000. Di atas Rp 1.000.000, keduanya dikenai 1% dari seluruh nominal, bukan hanya dari bagian di atas garis.
| Rombongan | Total | Kolektif QRIS | Kolektif VA | Bayar sendiri QRIS |
|---|---|---|---|---|
| 8 orang x Rp 75.000 | Rp 600.000 | Rp 4.450 | Rp 5.000 | Rp 6.200 |
| 12 orang x Rp 80.000 | Rp 960.000 | Rp 6.970 | Rp 5.000 | Rp 9.720 |
| 40 orang x Rp 25.000 | Rp 1.000.000 | Rp 7.250 | Rp 5.000 | Rp 17.000 |
| 15 orang x Rp 150.000 | Rp 2.250.000 | Rp 22.500 | Rp 22.500 | Rp 19.500 |
| 30 orang x Rp 350.000 | Rp 10.500.000 | tidak bisa sekaligus | Rp 105.000, hanya kalau maksimum VA akun sudah dinaikkan | Rp 81.000 |
Polanya bisa dihitung tanpa tabel. Di bawah garis, pembayaran kolektif lewat QRIS menghemat Rp 250 untuk setiap anggota di luar yang pertama, karena komponen persennya hampir sama dibagi atau tidak. Untuk total antara sekitar Rp 678.600 dan Rp 1.000.000, Virtual Account Rp 5.000 lebih murah lagi. Di atas garis, setiap pembayaran sendiri tetap dikenai 0,7% + Rp 250 selama bagiannya tidak melewati Rp 1.000.000, sementara total kolektif dikenai 1%. Selisih 0,3% itu lebih besar daripada Rp 250 per orang begitu rata-rata bagian per anggota melewati sekitar Rp 83.000. Rombongan 40 orang x Rp 30.000 (Rp 1.200.000) karena itu tetap lebih murah kolektif: Rp 12.000 melawan Rp 18.400.
Tabel ini bukan saran memecah satu pembayaran menjadi beberapa supaya tetap di bawah garis. Yang dibandingkan adalah dua cara yang sama-sama wajar: satu orang membayar untuk semua, atau setiap orang membayar bagiannya. Hitungan yang sama untuk pelanggan tetap yang ditagih harian atau sekali seminggu ada di perbandingan tagihan per transaksi dan rekap mingguan.
Yang tidak tercatat di tabel biaya
Talangan. Koordinator yang membayar total sebelum seluruh anggotanya menyetor memegang piutang kepada teman-temannya. Di grup yang anggotanya saling kenal, itu biasa dan murah. Di rombongan yang terbentuk dari pendaftaran terbuka, koordinator menanggung risiko yang tidak ada hubungannya dengan penjual, dan sering menunda pembayaran sampai uang terakhir masuk, yang berarti penjual juga menunggu.
Daftar nama. Pembayaran kolektif tercatat sebagai satu pembayaran dengan satu nama. Penjual yang membutuhkan daftar per orang, untuk meja registrasi, ukuran seragam, atau jumlah porsi, harus memintanya dari koordinator di keterangan tagihan, dan daftar itu bisa berubah setelah pembayaran. Bayar sendiri menghasilkan daftarnya otomatis: setiap pembayaran membawa nama dan catatan pembayarnya, dan seluruhnya ikut ke ekspor CSV.
Data pembayar di atas Rp 1.000.000. Tautan dari dashboard untuk total di atas garis mewajibkan nama dan nomor WhatsApp atau email koordinator, keterangan minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman. Untuk akun yang masih baru, dana pembayaran itu baru ikut pencairan setelah koordinator mengonfirmasi, atau sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan. Setiap bagian sampai Rp 1.000.000 yang dibayar sendiri tidak terkena penahanan ini. Aturan lengkapnya ada di panduan menerima pembayaran di atas Rp 1 juta.
Anggota yang mundur. Pembayaran QRIS dan Virtual Account tidak bisa dibatalkan lewat Kasera Pay, jadi pengembalian dana selalu berupa transfer dari rekening penjual, dan biaya transaksinya tidak ikut kembali. Pada pembayaran kolektif uangnya kembali ke koordinator, yang lalu meneruskannya. Pada bayar sendiri uangnya langsung ke anggota yang mundur, dan catatan kedua pihak sama.
Anggota tanpa QRIS atau rekening bank. Metode yang tersedia di Kasera Pay adalah QRIS dan Virtual Account dari tujuh bank. Anggota yang tidak punya aplikasi pembayaran maupun rekening di bank itu hanya bisa ikut lewat koordinator yang menerima uang tunainya. Di sinilah pembayaran kolektif sering bukan pilihan, melainkan satu-satunya jalan.
Bentuknya di Kasera Pay
Bayar sendiri paling ringan lewat satu halaman pembayaran yang dibagikan ke grup, dengan bagian per orang sebagai pilihan nominal yang mengikat dan format catatan yang ditulis di pesan ajakannya, misalnya “nama, ukuran”. Penjual tidak membuat apa pun per anggota. Alternatifnya, tautan per anggota dari dashboard, lebih berat karena berlaku 60 menit dan harus dibuat satu per satu saat anggotanya siap membayar.
Pembayaran kolektif paling aman lewat satu tautan dari dashboard yang nominalnya dikunci pada total yang disepakati, dengan daftar nama anggota di keterangannya. Halaman pembayaran dengan nominal bebas juga bisa menerima total itu, tetapi angkanya diketik koordinator sendiri dan tidak menanyakan data yang diwajibkan untuk pembayaran di atas garis, sehingga tautan dari dashboard adalah bentuk yang lebih rapi.
Satu batas yang perlu diketahui koordinator: menampung uang anggota lewat akun Kasera Pay miliknya sendiri lalu meneruskannya ke penjual adalah menerima pembayaran atas nama orang lain, yang menurut kebijakan penggunaan terlarang membutuhkan persetujuan tertulis lebih dulu. Mengumpulkan uang teman secara tunai atau transfer biasa, lalu membayar penjual, tidak memakai akun siapa pun untuk itu.
Susunan campuran yang dipakai kebanyakan panitia
Untuk acara besar, pilihan terbaik sering bukan salah satunya. Halaman pembayaran untuk anggota yang bisa membayar sendiri, dan satu tautan kolektif per kelas, divisi, atau keluarga untuk anggota yang lebih nyaman menyetor ke koordinatornya. Dua aturan menjaganya tetap rapi: koordinator membayar hanya untuk anggota yang belum membayar sendiri, dan namanya ditulis lengkap di keterangan supaya tidak ada yang terhitung dua kali. Penerapannya pada pendaftaran alumni ada di panduan pembayaran reuni sekolah dan acara alumni, dan pengaturan nominal halaman pembayaran ada di panduan halaman pembayaran yang dipakai berulang.
Pertanyaan yang sering muncul
Dua belas anggota membayar Rp 80.000 masing-masing. Mana yang lebih murah?
Pembayaran kolektif. Total Rp 960.000 lewat Virtual Account dikenai Rp 5.000, lewat QRIS Rp 6.970. Kalau dua belas orang membayar sendiri lewat QRIS, masing-masing dikenai Rp 810, totalnya Rp 9.720.
Kenapa total Rp 2.250.000 justru lebih mahal kalau dibayar sekaligus?
Pembayaran di atas Rp 1.000.000 dikenai 1% dari seluruh nominal, yaitu Rp 22.500, baik lewat QRIS maupun Virtual Account. Lima belas pembayaran Rp 150.000 masing-masing tetap memakai tarif biasa, Rp 1.300 per orang, totalnya Rp 19.500.
Bolehkah koordinator menampung uang anggotanya lewat akun Kasera Pay miliknya sendiri, lalu meneruskannya ke penjual?
Menerima pembayaran atas nama orang lain termasuk kegiatan yang membutuhkan persetujuan tertulis Kasera lebih dulu. Koordinator yang hanya mengumpulkan uang teman sekelasnya secara tunai atau transfer biasa, lalu membayar penjual, tidak memakai akunnya untuk itu. Yang perlu persetujuan adalah memakai akun pembayaran untuk menampung uang yang memang milik pihak lain.
Satu anggota mundur setelah koordinator membayar total. Siapa yang mengembalikan uangnya?
Penjual mengembalikan bagian itu ke koordinator dengan transfer biasa, karena pembayaran QRIS dan Virtual Account tidak bisa dibatalkan lewat Kasera Pay, lalu koordinator mengembalikannya ke anggota. Kalau anggota itu membayar sendiri, penjual cukup mentransfer langsung ke anggota tersebut. Biaya transaksi yang sudah terpakai tidak ikut kembali di kedua jalur.