Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs OrderOnline: form order, COD, dan ekspedisi dalam satu langganan dengan transaction fee 1% sampai 3% di atas biaya channel, melawan QRIS dan Virtual Account tanpa biaya bulanan yang tidak mengurus pengiriman
Jawaban singkatnya: OrderOnline dan Kasera Pay bukan dua barang yang sama. OrderOnline adalah software penjualan berlangganan: form order, landing page, pengelolaan order dan tim, kiriman COD lewat ekspedisi, dan E-Payment sebagai salah satu cara bayar. Kasera Pay hanya mengurus pembayaran, tanpa biaya bulanan. Untuk penjual yang hidup dari COD, OrderOnline mengerjakan hal yang tidak dikerjakan Kasera Pay sama sekali. Untuk order yang dibayar di muka, selisih biayanya besar: sejak 16 Maret 2026 setiap order E-Payment di OrderOnline dikenai transaction fee 1% sampai 3% di atas biaya channel dan PPN-nya, sedangkan tarif Kasera Pay sudah merupakan seluruh potongannya. Semua keterangan tentang OrderOnline di halaman ini dibaca dari orderonline.id, halaman harga, halaman E-Payment, syarat dan ketentuan, dan pusat bantuannya pada 14 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Apa yang sebenarnya dibandingkan
Syarat dan ketentuannya menyebut OrderOnline dijalankan oleh PT Ordivo Teknologi Indonesia, perseroan di bidang penyedia perangkat lunak, dan akun baru bisa dipakai setelah paket berlangganan dibayar. Paketnya tiga: Personal Rp 149 ribu per bulan (5.000 order sebulan, 50 produk, 5 anggota tim), Business Rp 249 ribu (25.000 order, produk tanpa batas, 25 anggota tim, 1.000 reseller), dan Enterprise Rp 499 ribu (200.000 order, 100 anggota tim). Harga tahunannya Rp 1.490 ribu, Rp 2.490 ribu, dan Rp 4.990 ribu. Yang dibayar dengan langganan itu terutama form order, cek ongkir, COD lewat J&T, JNE, SAP, Ninja, dan ID Express, follow-up otomatis lewat WhatsApp, SMS, dan email, serta laporan omzet.
Jadi perbandingan yang adil bukan “mana yang lebih murah” secara keseluruhan, melainkan berapa biaya menerima satu order yang dibayar di muka, dan apakah fitur lain OrderOnline memang dipakai.
Channel pembayaran: OrderOnline lebih lebar
| Channel | OrderOnline (E-Payment) | Kasera Pay |
|---|---|---|
| Virtual Account | BCA, BNI, Mandiri, Permata | BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, Maybank |
| QR | QR untuk OVO, DANA, GoPay, dan ShopeePay, ditagih per dompet | QRIS, dipindai dari aplikasi bank atau dompet digital apa pun |
| Dompet digital langsung | GoPay dan ShopeePay membuka aplikasinya di ponsel | Tidak ada; dibayar lewat QRIS |
| Gerai ritel | Alfamart, Alfamidi, DanDan | Tidak ada |
| Bayar di tempat (COD) | Ada, lewat lima ekspedisi | Tidak ada |
| Transfer bank biasa | Ada, dicocokkan lewat integrasi Moota | Tidak ada; setiap pembayaran memakai QRIS atau nomor VA sendiri |
Dua kekalahan yang paling terasa: pembeli yang hanya mau membayar ke Virtual Account BCA, dan pembeli tanpa rekening yang membayar tunai di Alfamart. Keduanya dilayani OrderOnline dan tidak dilayani Kasera Pay. OrderOnline juga menerima jenis channel lain yang tidak dibandingkan di sini. Pencocokan transfer biasa lewat Moota punya perbandingannya sendiri di Kasera Pay vs Moota. Daftar channel Kasera Pay beserta nominal minimum dan maksimumnya ada di dokumentasi metode pembayaran.
Biaya per order: tiga lapis melawan satu angka
Halaman E-Payment OrderOnline mencontohkan Virtual Account dengan biaya transaksi Rp 4.000 ditambah PPN 11% atas biaya itu, Rp 440, walaupun judul kolomnya menulis “Dari Rp2000”. Untuk dompet digital, contohnya memakai persen dari nominal: GoPay 2%, OVO dan DANA 0,7%, ShopeePay 1,5%. Alfamart Rp 5.000, sudah termasuk pajak. Lalu pusat bantuannya, dalam artikel bertanggal 10 Maret 2026, menambahkan lapis ketiga yang berlaku untuk order E-Payment sejak 16 Maret 2026: transaction fee 3% di Personal, 2% di Business, 1% di Enterprise, dipotong saat rekonsiliasi sebelum dana masuk ke Credit. Pertanyaan “apakah fee ini menggantikan fee channel pembayaran?” dijawab di sana dengan “Tidak. Ini merupakan tambahan”.
Di Kasera Pay, QRIS dikenai 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 per pembayaran berhasil, dan halaman biaya menulis bahwa PPN tidak ditambahkan lagi karena angka itu sudah seluruh potongannya. Untuk order Rp 150.000 sebagai ilustrasi:
| Order Rp 150.000 (ilustrasi) | Potongan | Diterima penjual |
|---|---|---|
| OrderOnline Personal, Virtual Account | Rp 4.440 + Rp 4.500 = Rp 8.940 | Rp 141.060 |
| OrderOnline Business, Virtual Account | Rp 4.440 + Rp 3.000 = Rp 7.440 | Rp 142.560 |
| OrderOnline Enterprise, Virtual Account | Rp 4.440 + Rp 1.500 = Rp 5.940 | Rp 144.060 |
| OrderOnline Personal, OVO atau DANA | Rp 1.050 + Rp 4.500 = Rp 5.550 | Rp 144.450 |
| Kasera Pay, Virtual Account | Rp 5.000 | Rp 145.000 |
| Kasera Pay, QRIS | Rp 1.300 | Rp 148.700 |
Baris OVO dan DANA tidak menyebut PPN karena halaman OrderOnline juga tidak menyebutnya. Pada 200 order seperti itu sebulan, semuanya lewat Virtual Account di paket Personal, potongan E-Payment OrderOnline Rp 1.788.000 sebelum langganan Rp 149 ribu. Di Kasera Pay Rp 1.000.000 kalau semuanya lewat Virtual Account, atau Rp 260.000 kalau semuanya lewat QRIS, tanpa biaya bulanan. Selisih itu bukan penghematan bersih kalau form order dan COD OrderOnline tetap dibutuhkan: langganannya tetap dibayar, dan yang berubah hanya order yang dibayar di muka.
Uang masuk dan uang keluar
Di OrderOnline, hasil E-Payment masuk ke saldo Credit, lalu ditarik dengan tombol Tarik Credit dan OTP ke email. Sejak 1 Mei 2025 berlaku limit withdrawal: saldo yang bisa ditarik dikurangi tagihan yang sudah terbit, ongkir potensi retur dari kiriman yang gagal pada percobaan pertama, dan saldo top up tiga hari kerja terakhir. Penarikan bisa dilakukan sekali sehari, diproses pukul 09.00 sampai 17.00 WIB, dan pusat bantuannya menulis bahwa penarikan ke rekening selain BCA butuh tambahan 2 sampai 3 hari kerja. Artinya, retur COD yang belum selesai ikut menahan uang dari order yang dibayar di muka.
Kasera Pay tidak menagih ongkir atau retur, jadi tidak ada yang ditahan atas nama pengiriman. Saldo yang siap dicairkan dikirim ke rekening sesuai jadwal yang dipilih, harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual, dengan biaya Rp 3.000 per pencairan dan minimum Rp 10.000 diterima di rekening.
Susunan yang sering paling masuk akal: keduanya
Penjual yang beriklan dengan form order OrderOnline tidak harus memilih. COD tetap lewat OrderOnline. Order yang dibayar di muka bisa ditagih lewat tautan Kasera Pay yang dikirim di percakapan WhatsApp, cara yang dijelaskan langkah demi langkah di panduan mengirim tautan pembayaran lewat WhatsApp. Harga yang dibayar untuk susunan ini: Kasera Pay tidak terdaftar sebagai integrasi di OrderOnline, jadi order yang lunas lewat tautan itu perlu ditandai sendiri di OrderOnline, dan nomor order sebaiknya ditulis di keterangan tagihan supaya mudah dicari. Kalau sebagian besar order masih COD, pertimbangan memindahkannya ke pembayaran di muka dibahas di perbandingan COD dan pembayaran di muka.
Cara memutuskan
- Tetap di OrderOnline kalau COD adalah sebagian besar penjualan, kalau form order dengan cek ongkir dan follow-up otomatis memang dipakai setiap hari, kalau pembeli menuntut Virtual Account BCA atau membayar di Alfamart, atau kalau ada jaringan reseller yang dikelola di sana.
- Pilih Kasera Pay kalau sebagian besar order dibayar di muka, kalau jualan berjalan lewat chat tanpa butuh form dan ekspedisi terintegrasi, kalau transaction fee 1% sampai 3% terasa di margin, atau kalau tidak mau membayar langganan bulanan hanya untuk menerima pembayaran.
- Pakai keduanya kalau COD dan pembayaran di muka sama-sama besar, dengan pembagian seperti di atas.
Sebelum memindahkan apa pun, hitung dari laporan sendiri: berapa order sebulan yang lewat E-Payment, rata-rata nominalnya, dan paket OrderOnline yang dipakai. Angka itu yang menentukan, bukan contoh di halaman ini.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa potongan satu order E-Payment di OrderOnline?
Biaya channel, PPN 11% atas biaya channel itu, lalu transaction fee sesuai paket: 3% di Personal, 2% di Business, 1% di Enterprise. Contoh dari pusat bantuannya sendiri, berlaku sejak 16 Maret 2026: order Rp 163.000 lewat Virtual Account di paket Personal dipotong Rp 4.000 + Rp 440 + Rp 4.890, total Rp 9.330. Pusat bantuannya menegaskan transaction fee itu tambahan, bukan pengganti biaya channel. Order yang sama di Kasera Pay dikenai Rp 5.000 lewat Virtual Account atau Rp 1.391 lewat QRIS, tanpa PPN tambahan.
Apakah Kasera Pay bisa menggantikan OrderOnline?
Hanya bagian pembayarannya. Kasera Pay tidak membuat form order, tidak menghitung ongkir, tidak mengirim paket, tidak menagih COD, dan tidak punya sistem reseller. Penjual yang sebagian besar ordernya COD tetap membutuhkan OrderOnline atau alat sejenis. Yang bisa dipindahkan adalah order yang dibayar di muka.
Apakah pembeli OVO, DANA, GoPay, dan ShopeePay bisa membayar di Kasera Pay?
Bisa, dengan memindai QRIS dari aplikasinya, karena QRIS diterima semua aplikasi bank dan dompet digital yang mendukungnya. Kasera Pay tidak membuka dompet digital sebagai channel tersendiri, dan tidak menerima pembayaran di Alfamart. OrderOnline menerima keduanya.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs BAYAR GG
- Kasera Pay vs Bayarind
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Espay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPay88
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KlikQRIS
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs NICEPAY
- Kasera Pay vs OY! Indonesia
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Paylabs
- Kasera Pay vs Qrispy
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs Scalev
- Kasera Pay vs TriPay
- Kasera Pay vs Xendit