Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs Artatix: platform tiket dengan admin fee Rp 5.000 + 5% per tiket yang dibayar pembeli, melawan tagihan per pembayaran untuk panitia yang mengurus tiketnya sendiri
Jawaban singkatnya: Artatix menjual dan mengelola tiket, Kasera Pay menerima pembayaran. Artatix memberi e-tiket, validasi di lokasi, tiket gelang, voucher, dan halaman jelajah acara, dengan admin fee yang dibayar pembeli: tiket Rp 50.000 menjadi Rp 57.500. Lewat Kasera Pay, tiket yang sama dibayar Rp 50.605 kalau biayanya dibebankan ke pembeli, atau panitia menerima Rp 49.400 kalau biayanya ditanggung sendiri, tetapi tiket, daftar peserta, dan pemeriksaan di pintu masuk diurus panitia. Pilih Artatix untuk konser, festival, dan wahana dengan ribuan pengunjung yang tiketnya harus divalidasi. Pilih Kasera Pay untuk seminar, workshop, turnamen, dan acara komunitas yang pesertanya datang dari grup sendiri. Seluruh keterangan tentang Artatix di halaman ini dibaca dari artatix.co.id (halaman biaya, FAQ, tentang, serta syarat dan ketentuan) pada 28 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Apa yang sebenarnya ditawarkan Artatix
Artatix menyebut dirinya penyedia Ticket Management Service sejak 2021, untuk acara maupun tempat wisata. Yang tercantum di halaman biayanya:
- Manajemen tiket dari pembuatan sampai distribusi, dengan laporan penjualan real-time.
- Di lokasi: validasi tiket, tiket gelang, tiket undangan digital, dan penjualan on-the-spot lewat sistem yang sama.
- Pemasaran: kode voucher, logo sponsor di halaman acara, dan paket promosi berbayar mulai Rp 500.000 untuk satu Instagram Story sampai Rp 2.500.000 untuk satu Instagram Feed.
- Metode pembayaran yang lebih beragam daripada Kasera Pay, menurut FAQ-nya: transfer bank, termasuk dari BCA, BSI, dan BJB yang tidak tersedia di Kasera Pay, tujuh dompet digital, dan QRIS.
Pembeli menerima e-tiket lewat email atau WhatsApp, lalu menukarnya dengan identitas yang sesuai. Kasera Pay tidak punya satu pun dari bagian itu. Yang dibuat adalah permintaan pembayaran atau satu halaman pembayaran permanen yang alamatnya bisa dipasang di poster. Pembeli membayar dengan QRIS atau Virtual Account dari tujuh bank; daftar lengkapnya ada di dokumentasi metode pembayaran.
Biaya per tiket, dan siapa yang membayarnya
Rumus Artatix: Rp 5.000 + 5% dari rata-rata harga tiket, dikali jumlah tiket, sudah termasuk PPN 11%. Admin fee itu tidak dibebankan ke event creator, jadi panitia menerima harga tiket utuh dan pembeli membayar lebih. Pajak hiburan daerah tetap tanggung jawab event creator. Halaman biayanya juga menyediakan tombol “Nego disini”, jadi acara tertentu bisa mendapat angka yang lebih rendah.
Di Kasera Pay, panitia yang memilih. Dengan opsi Terima utuh, biayanya ditambahkan ke total yang dibayar pembeli, sama seperti Artatix. Tanpa opsi itu, pembeli membayar harga tiket dan biayanya dipotong dari hasil panitia.
| Harga tiket | Pembeli membayar di Artatix | Pembeli membayar di Kasera Pay QRIS, Terima utuh | Panitia menerima di Kasera Pay QRIS, biaya ditanggung |
|---|---|---|---|
| Rp 25.000 | Rp 31.250 | Rp 25.428 | Rp 24.575 |
| Rp 50.000 | Rp 57.500 | Rp 50.605 | Rp 49.400 |
| Rp 100.000 | Rp 110.000 | Rp 100.957 | Rp 99.050 |
| Rp 300.000 | Rp 320.000 | Rp 302.367 | Rp 297.650 |
Komponen tetap Rp 5.000 Artatix dihitung per tiket, sedangkan komponen tetap Rp 250 Kasera Pay dihitung per pembayaran. Satu orang yang membeli empat tiket Rp 50.000 membayar admin fee Rp 30.000 di Artatix. Lewat satu tagihan QRIS Rp 200.000 di Kasera Pay, biayanya Rp 1.650. Virtual Account Kasera Pay berbiaya tetap Rp 5.000 per pembayaran dan baru bisa dipakai mulai Rp 10.000. Cara biaya Kasera Pay dihitung, termasuk kalkulatornya, ada di halaman biaya transaksi dan pencairan.
Bedanya juga terasa di mata pembeli. Tiket yang diumumkan Rp 50.000 lalu tampil Rp 57.500 saat membayar bisa memicu pertanyaan dan pembatalan di menit terakhir. Panitia yang memakai Artatix sebaiknya menulis harga beserta admin fee-nya di poster sejak awal.
Kapan uangnya bisa dipakai
Menurut halaman biayanya, penyelenggara di Artatix dapat menarik hasil penjualan setiap tiga hari, tanpa menunggu acara selesai, jadi uang presale bisa dipakai untuk uang muka gedung dan sound system. Di Kasera Pay, setiap pembayaran masuk ke saldo dan dicairkan ke rekening terverifikasi sesuai jadwal yang dipilih, dengan biaya Rp 3.000 per pencairan.
Satu catatan untuk pembelian rombongan di Kasera Pay: pembayaran di atas Rp 1.000.000 dikenai 1% atas seluruh nominal untuk QRIS maupun Virtual Account, wajib mencantumkan data pembeli dan tanggal acara, dan untuk akun yang masih baru dananya baru dicairkan setelah pembeli mengonfirmasi atau sehari setelah tanggal acara lewat tanpa laporan. Rinciannya ada di panduan pembayaran di atas Rp 1.000.000.
Izin sebelum mulai berjualan
Keduanya meminta kesepakatan lebih dulu. Syarat dan ketentuan Artatix menyebut event creator sudah setuju dan sepakat dengan Artatix sebelum menyelenggarakan acara, dan hanya mempublikasikan acara dengan sepengetahuan Artatix. Di Kasera Pay, tiket termasuk hal yang dibayar jauh sebelum diserahkan, jadi menurut kebijakan penggunaan terlarang penjualannya membutuhkan persetujuan tertulis sebelum dimulai. Urutannya: mendaftar, menyelesaikan verifikasi, mengabarkan rencana acara beserta tanggalnya ke halo@kasera.id, lalu menunggu jawaban.
Kalau acara batal atau pembeli berubah pikiran
FAQ Artatix menyatakan tiket yang sudah dibeli tidak dapat dibatalkan atau dikembalikan. Syarat dan ketentuannya hanya mengembalikan dana untuk kendala dalam proses pembayaran, dan pengembalian karena force majeure diatur event creator, dengan Artatix tidak bertanggung jawab atas transaksi yang sudah ditransfer ke event creator.
Di Kasera Pay tidak ada tombol maupun endpoint pengembalian dana untuk QRIS dan Virtual Account. Panitia mentransfer sendiri dari rekeningnya, dan biaya transaksi yang sudah terpakai tidak kembali. Di kedua tempat, keputusan dan pekerjaan pengembalian ada di tangan panitia; aturannya sebaiknya ditulis sebelum tiket pertama terjual.
Hari-H dan daftar peserta
Ini wilayah Artatix sepenuhnya. Dengan Kasera Pay, daftar hadir dibuat dari ekspor CSV transaksi berstatus Dibayar, dengan nama peserta yang diminta ditulis di kolom catatan, atau panitia menerbitkan kode masuk sendiri setelah menerima webhook payment.paid. Cara pertama memadai sampai kira-kira dua ratus peserta. Susunan lengkapnya ada di panduan menjual tiket acara dengan QRIS.
Cara memutuskan
- Pilih Artatix kalau tiket harus divalidasi di gerbang atau memakai gelang, kalau pengunjung diharapkan datang dari halaman jelajah dan paket promosinya, kalau penjualan juga berjalan di lokasi, atau kalau pembeli perlu membayar lewat dompet digital atau transfer bank dari bank yang tidak ada di Kasera Pay.
- Pilih Kasera Pay kalau pesertanya datang dari grup, sekolah, atau komunitas sendiri, kalau harga tiketnya kecil sehingga Rp 5.000 per tiket terasa besar, kalau banyak pembeli membeli beberapa tiket sekaligus, atau kalau pendaftaran sudah berjalan di formulir dan website sendiri yang cukup ditambah pembayaran.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa biaya menjual tiket di Artatix?
Menurut halaman biaya Artatix yang dibaca pada 28 Oktober 2026, admin fee untuk semua metode pembayaran adalah Rp 5.000 + 5% dari rata-rata harga tiket, dikali jumlah tiket, sudah termasuk PPN 11%. Admin fee itu tidak dibebankan ke event creator, jadi pembeli yang membayarnya di atas harga tiket. Halaman yang sama menyediakan tombol untuk menegosiasikan admin fee, jadi angka untuk acara tertentu bisa lebih rendah.
Kapan panitia menerima uang hasil penjualan tiket di Artatix?
Halaman biaya Artatix menyebut penyelenggara dapat menarik hasil penjualan tiket setiap tiga hari, tanpa menunggu acara selesai. Di Kasera Pay, setiap pembayaran masuk ke saldo dan dicairkan ke rekening terverifikasi sesuai jadwal yang dipilih di Pengaturan, dengan biaya Rp 3.000 per pencairan.
Apakah Kasera Pay menerbitkan e-tiket dan memeriksa tiket di pintu masuk?
Tidak. Kasera Pay hanya menerima pembayaran. Tidak ada tiket ber-QR, tidak ada pemindaian, dan tidak ada gelang. Panitia memakai daftar dari ekspor CSV transaksi berstatus Dibayar, atau menerbitkan kode masuknya sendiri setelah menerima webhook payment.paid.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs Ayolinx
- Kasera Pay vs BAYAR GG
- Kasera Pay vs Bayarind
- Kasera Pay vs Berdu
- Kasera Pay vs BukuWarung
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Espay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPay88
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KaryaKarsa
- Kasera Pay vs KlikQRIS
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs LOKET
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs Mutasibank
- Kasera Pay vs NICEPAY
- Kasera Pay vs OrderOnline
- Kasera Pay vs OttoPay
- Kasera Pay vs OY! Indonesia
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paper.id
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Paydisini
- Kasera Pay vs Paylabs
- Kasera Pay vs Prismalink
- Kasera Pay vs Qrispy
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs Scalev
- Kasera Pay vs SociaBuzz
- Kasera Pay vs TriPay
- Kasera Pay vs Xendit
- Kasera Pay vs YUKK