Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs Sakurupiah: empat kode QRIS dengan empat tarif, Virtual Account yang lebih murah di bank yang berbeda, dan API yang bentuknya mirip TriPay
Jawaban singkatnya: Sakurupiah lebih murah untuk Virtual Account di bank yang didukungnya dan punya lebih banyak jenis channel pembayaran, termasuk e-wallet dan gerai minimarket. Untuk QRIS, tidak ada satu angka: Sakurupiah menjual empat kode QRIS dengan empat tarif dan empat plafon, dan kode utamanya sedikit lebih mahal serta berplafon jauh lebih rendah daripada QRIS Kasera Pay. Yang paling menentukan sering justru daftar banknya: Mandiri dan BNI tidak ada di daftar Virtual Account aktif Sakurupiah. Seluruh keterangan tentang Sakurupiah di halaman ini dibaca dari sakurupiah.id, halaman biaya, daftar pembayaran aktif, syarat ketentuan, dan dokumentasi API-nya pada 28 September 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Siapa Sakurupiah
Sakurupiah diselenggarakan PT Rupiah Jaya Utama, beralamat di Jawa Tengah, dan menyebut dirinya agregator payment gateway yang terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik di Kominfo. Kaki halamannya menjelaskan bahwa Sakurupiah tidak menyelenggarakan jasa keuangan sendiri: pembayaran diproses lewat kemitraan dengan perusahaan payment gateway berlisensi, dan dananya dikelola mitra bank. Sasarannya UMKM dan developer, dengan pendaftaran gratis, tanpa biaya aktivasi atau bulanan, dan klaim bisa dipakai dalam lima menit. Satu akun bisa memegang beberapa merchant, masing-masing dengan API ID dan API key sendiri. Kasera Pay juga bisa memegang beberapa usaha di bawah satu login.
QRIS: empat kode, dan mana yang sebenarnya dipakai
Daftar pembayaran aktif Sakurupiah memuat empat kode QRIS. Tabel di bawah menyandingkannya dengan satu tarif QRIS Kasera Pay dari halaman biaya. Plafon Sakurupiah diambil dari tabel kode pembayaran di dokumentasi API-nya.
| Kode | Tarif | Nominal | Rp 25.000 | Rp 100.000 | Rp 500.000 |
|---|---|---|---|---|---|
| Kasera Pay QRIS | 0,7% + Rp 250 | Rp 1.000 sampai Rp 10.000.000 | Rp 425 | Rp 950 | Rp 3.750 |
| Sakurupiah QRIS | 0,7% + Rp 350 | Rp 500 sampai Rp 2.000.000 | Rp 525 | Rp 1.050 | Rp 3.850 |
| Sakurupiah QRIS2 | 0,9% | Rp 100 sampai Rp 4.000.000 | Rp 225 | Rp 900 | Rp 4.500 |
| Sakurupiah QRISMU | 0,8% + Rp 250 | Rp 500 sampai Rp 5.000.000 | Rp 450 | Rp 1.050 | Rp 4.250 |
| Sakurupiah QRISC (Custom Merchant) | 0,7% + Rp 100 | Rp 200 sampai Rp 20.000.000 | Rp 275 | Rp 800 | Rp 3.600 |
Cara membacanya: QRISC adalah kode termurah mulai sekitar Rp 50.000, dan di setiap nominal lebih murah Rp 150 per transaksi daripada Kasera Pay. Di bawah Rp 50.000, QRIS2 yang tanpa komponen tetap lebih murah lagi, misalnya Rp 225 pada Rp 25.000. Halaman biayanya tidak menjelaskan apa arti “Custom Merchant” atau siapa yang bisa memakainya, jadi pastikan lebih dulu ke Sakurupiah bahwa kode itu terbuka untuk akun baru sebelum menghitung dengannya. Kode QRIS utamanya Rp 100 lebih mahal daripada Kasera Pay di nominal berapa pun, dan berhenti di Rp 2.000.000. QRIS2 menang untuk nominal kecil karena tidak punya komponen tetap, dan kalah di atas Rp 125.000.
Plafon itu penting bagi penjual dengan tiket besar. Kode QRIS utama menolak tagihan Rp 2.500.000, sehingga penjual harus berpindah kode atau metode. Di Kasera Pay satu QRIS berlaku sampai Rp 10.000.000, dan batas lainnya ada di halaman batas transaksi.
Virtual Account: lebih murah, tetapi bank yang berbeda
Sakurupiah mencantumkan Rp 3.500 per transaksi untuk Virtual Account BRI, Danamon, BSI, Muamalat, Sinarmas, OCBC, dan Bank Neo Commerce, Rp 4.200 untuk Bank Artha Graha, dan Rp 4.900 untuk BCA. Kasera Pay menagih Rp 5.000 di setiap bank. Pada dua ratus tagihan Virtual Account BRI sebulan, selisihnya Rp 300.000 untuk Sakurupiah. Pada BCA selisihnya hanya Rp 100 per tagihan.
Daftar banknya yang lebih menentukan. Kasera Pay menerima Virtual Account BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank. Daftar aktif Sakurupiah hari itu tidak memuat Mandiri, BNI, Permata, CIMB Niaga, maupun Maybank. Pembeli yang hanya punya rekening Mandiri atau BNI harus membayar Virtual Account bank lain dari aplikasinya sendiri, yang tidak selalu bisa dan kalau bisa biasanya berbiaya transfer antarbank di sisi mereka. Itulah pertimbangan yang dibahas di memilih bank Virtual Account yang ditawarkan ke pembeli. Sebaliknya, pembeli yang memakai BSI atau Muamalat terlayani di Sakurupiah dan tidak di Kasera Pay. Periksa dari mana pembeli biasanya membayar sebelum membandingkan tarifnya.
Channel yang hanya ada di Sakurupiah
Sakurupiah juga mencantumkan ShopeePay dan GoPay sebagai e-wallet redirect dengan tarif 3%, serta pembayaran tunai di Alfamart dan Indomaret Rp 3.000 per transaksi. Kasera Pay tidak punya keduanya: pembeli membayar dari aplikasi e-wallet lewat QRIS, bukan lewat redirect ke saldo dompetnya, dan tidak ada jalur tunai di minimarket. Untuk penjual yang pembelinya banyak membayar tunai di kasir minimarket, itu kekurangan Kasera Pay yang nyata. Untuk pembayaran e-wallet, QRIS biasanya jauh lebih murah daripada 3%: pembayaran Rp 100.000 lewat QRIS Kasera Pay berbiaya Rp 950, lewat GoPay di Sakurupiah Rp 3.000.
Pendaftaran dan syarat
Menurut halaman publiknya, pendaftaran Sakurupiah gratis, memerlukan email dan nomor telepon yang valid, dan verifikasinya cukup dengan KTP atau data pendukung lain. Syarat ketentuannya meminta usia minimal 18 tahun dan rekening bank yang valid, dan dokumentasi API-nya menyebut permintaan API gagal sebelum akun terotentikasi. Satu catatan untuk siapa pun yang menimbang penyedia mana saja: halaman syarat ketentuan Sakurupiah yang terbaca saat artikel ini ditulis masih memuat isian templat seperti “[Nama Perusahaan]”, sementara nama badan hukumnya tercantum di kaki halaman. Baca syarat penyedia mana pun sebelum uang pertama masuk.
Di Kasera Pay pendaftarannya swalayan dan gratis, tanpa badan usaha. Pembayaran live pertama bisa dibuat pada hari pendaftaran dalam jatah sebelum verifikasi, 10 permintaan dan total Rp 1.000.000 seumur akun, dan verifikasi identitas serta rekening diperlukan untuk mencairkan dana. Syarat lengkapnya ada di panduan payment gateway tanpa PT.
Integrasi: pola TriPay, atau pola Kasera Pay
Developer yang pernah memakai TriPay akan mengenali callback Sakurupiah: header X-Callback-Signature berisi HMAC-SHA256 atas body JSON mentah dengan API key sebagai kuncinya, dan header X-Callback-Event bernilai payment_status. Statusnya pending, berhasil, dan expired, dengan status_kode 0, 1, dan 2. Pembuatan transaksinya berbeda: permintaan dikirim sebagai form-data ke create.php dengan token Bearer, dan setiap permintaan membawa signature HMAC-SHA256 atas gabungan API ID, kode channel, merchant_ref, dan nominal. merchant_ref diminta berbeda untuk setiap transaksi baru, dan dokumentasinya tidak menyebut header idempotensi. Ada sandbox terpisah, dan pembatasan IP server bisa dinyalakan di mode produksi.
Kasera Pay memakai satu kunci di header Authorization: Bearer tanpa signature per permintaan, satu endpoint POST /v1/transactions berbody JSON untuk QRIS maupun Virtual Account, dan header Idempotency-Key agar permintaan yang diulang setelah timeout tidak membuat tagihan ganda. Webhook-nya ditandatangani lewat Kasera-Signature-V1, yang ikut menandatangani timestamp, dan event-nya payment.paid, payment.expired, dan payment.failed. SDK resmi tersedia untuk PHP dan JavaScript. Perbedaan cara memverifikasi callback, termasuk kenapa pembandingan signature sebaiknya berwaktu konstan dan bukan !== seperti di contoh PHP-nya, dibahas di verifikasi callback payment gateway.
Cara memutuskan
Pilih Sakurupiah kalau pembeli banyak membayar tunai di Alfamart atau Indomaret, kalau pembelinya bank syariah seperti BSI dan Muamalat, kalau volume Virtual Account di BRI atau Danamon cukup besar untuk membuat selisih Rp 1.500 per tagihan terasa, atau kalau kode QRISC memang terbuka untuk akunnya.
Pilih Kasera Pay kalau pembeli membayar dari Mandiri, BNI, Permata, CIMB Niaga, atau Maybank; kalau satu tagihan QRIS bisa melewati Rp 2.000.000; kalau integrasinya butuh Idempotency-Key dan JSON biasa ketimbang signature per permintaan; atau kalau penagihan lebih sering berjalan lewat tautan dari dashboard yang dikirim ke chat daripada lewat kode.
Pertanyaan yang sering muncul
Mana yang lebih murah, Sakurupiah atau Kasera Pay?
Tergantung metodenya. Untuk Virtual Account, Sakurupiah lebih murah: Rp 3.500 di tujuh bank, Rp 4.200 di Bank Artha Graha, dan Rp 4.900 di BCA, melawan Rp 5.000 di Kasera Pay, menurut daftar biayanya pada 28 September 2026. Untuk QRIS, jawabannya tergantung kode yang dipakai: kode QRIS utamanya (0,7% + Rp 350) Rp 100 lebih mahal per transaksi daripada Kasera Pay (0,7% + Rp 250), sedangkan kode QRISC (0,7% + Rp 100) Rp 150 lebih murah. Kode QRIS2 (0,9% tanpa komponen tetap) lebih murah di bawah Rp 125.000 dan lebih mahal di atasnya.
Apakah Sakurupiah bisa dipakai perorangan tanpa PT?
Halaman publiknya menyebut pendaftaran gratis yang cukup dengan KTP atau data pendukung lain, dan syarat ketentuannya mewajibkan pengguna berusia minimal 18 tahun dan memiliki rekening bank yang valid. Tidak ada penyebutan akta atau NIB di halaman yang terbaca saat artikel ini ditulis. Kasera Pay juga bisa dipakai perorangan tanpa badan usaha.
Apakah kode integrasi TriPay bisa dipakai untuk Sakurupiah?
Sebagian polanya mirip, tetapi kodenya tidak bisa dipakai apa adanya. Callback Sakurupiah memakai header X-Callback-Signature berisi HMAC-SHA256 atas body mentah dan header X-Callback-Event bernilai payment_status, bentuk yang juga dipakai TriPay. Permintaan pembuatan transaksinya berbeda: dikirim sebagai form-data ke create.php, dengan nama kolom dan kode channel milik Sakurupiah sendiri.
Berapa lama dana dari Sakurupiah sampai?
Daftar biayanya mencantumkan settlement per channel: H+1 untuk Virtual Account, Alfamart, Indomaret, serta kode QRISMU dan QRISC, dan H+2 untuk kode QRIS, QRIS2, ShopeePay, dan GoPay. Angka ini adalah yang dinyatakan Sakurupiah, bukan hasil pengukuran halaman ini.