Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs Paydia: MDR QRIS 0% untuk usaha mikro, tarif Virtual Account yang tidak dicantumkan, dan API berstandar SNAP
Jawaban singkatnya: untuk QRIS, Paydia lebih murah, dan bagi usaha mikro jauh lebih murah, karena MDR-nya mengikuti kategori usaha sampai 0% sedangkan Kasera Pay menagih tarif yang sama untuk semua. Paydia juga punya produk yang tidak ada di sini: QRIS statis, QRIS lintas negara, dan transfer dana ke rekening pihak lain. Kasera Pay unggul pada hal yang bisa dihitung dan dipasang tanpa bertanya: tarif Virtual Account delapan bank tercantum, tautan pembayaran bisa dibuat dari dashboard tanpa koding, dan satu API melayani QRIS dan Virtual Account dengan kunci Bearer. Seluruh keterangan tentang Paydia di halaman ini dibaca dari paydia.id, halaman syarat dan ketentuannya, FAQ-nya, dan dokumentasi API di docs-snap.paydia.id pada 26 September 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Siapa Paydia
Paydia diselenggarakan PT Datacell Infomedia di Jakarta. Syarat dan ketentuannya menyebut izin Bank Indonesia sebagai penyedia jasa pembayaran kategori izin 1 (surat No. 23/565/DKSP/Srt/B, 1 Juli 2021) dan sebagai penyelenggara QRIS. Selain menerima pembayaran untuk merchant, Paydia menerbitkan aplikasi uang elektronik untuk konsumen dan layanan pembayaran tagihan. Bentuknya berbeda dari Kasera Pay, yang hanya melayani penjual yang menerima pembayaran.
QRIS: MDR per kategori usaha melawan tarif tetap
Syarat dan ketentuan Paydia, diperbarui 5 Agustus 2026, memuat tabel MDR QRIS “sesuai dengan ketentuan dari Bank Indonesia”: usaha mikro 0% untuk nominal sampai Rp 500.000 dan 0,3% di atasnya; usaha kecil, menengah, dan besar 0,7%; pendidikan 0,6%; SPBU 0,4%; serta 0% untuk badan layanan umum, bantuan sosial, pajak, dan donasi sosial. MDR dipotong langsung dari dana transaksi. Kasera Pay menagih QRIS 0,7% ditambah Rp 250 per pembayaran berhasil untuk setiap penjual, tanpa kategori, seperti tercantum di halaman biaya.
Satu catatan sebelum angka dipakai: FAQ di halaman produk QRIS Paydia menulis ambang usaha mikro yang berbeda, yaitu 0% di bawah Rp 100.000 dan 0,3% mulai Rp 100.000. Tabel ini menampilkan keduanya. Kategori mana yang berlaku untuk sebuah usaha, dan ambang mana yang benar, sebaiknya ditanyakan ke Paydia sebelum mendaftar.
| Nominal QRIS | Kasera Pay | Paydia, usaha kecil ke atas (0,7%) | Paydia, usaha mikro menurut S&K | Paydia, usaha mikro menurut FAQ QRIS |
|---|---|---|---|---|
| Rp 25.000 | Rp 425 | Rp 175 | Rp 0 | Rp 0 |
| Rp 100.000 | Rp 950 | Rp 700 | Rp 0 | Rp 300 |
| Rp 250.000 | Rp 2.000 | Rp 1.750 | Rp 0 | Rp 750 |
| Rp 500.000 | Rp 3.750 | Rp 3.500 | Rp 0 | Rp 1.500 |
| Rp 2.000.000 | Rp 14.250 | Rp 14.000 | Rp 6.000 | Rp 6.000 |
Bagi usaha kecil ke atas, selisihnya selalu tepat Rp 250 per transaksi, jadi 1.000 transaksi sebulan berarti Rp 250.000. Bagi usaha mikro, selisihnya adalah hampir seluruh biaya Kasera Pay. Warung atau penjual jajanan yang masuk kategori mikro dan menerima ratusan pembayaran QRIS kecil setiap hari akan membayar jauh lebih sedikit di Paydia, dan halaman ini tidak berpura-pura sebaliknya. Batas nominal QRIS keduanya sama, Rp 10.000.000 per transaksi.
Tabel ini bisa bergeser dalam hitungan hari. Bank Indonesia memberlakukan MDR QRIS 0% sampai Rp 100.000 untuk usaha kecil, menengah, dan besar mulai 1 Oktober 2026, seperti dirinci di tulisan tentang biaya QRIS 2026. Syarat dan ketentuan Paydia yang terbaca pada 26 September belum memuatnya, dan diteruskan atau tidaknya ke merchant adalah keputusan Paydia. Tarif QRIS Kasera Pay tetap 0,7% ditambah Rp 250 sampai diumumkan lain, dengan pemberitahuan 30 hari sebelumnya seperti diatur syarat layanan.
Virtual Account: tercantum melawan tidak tercantum
Halaman produk Virtual Account Paydia menjelaskan dua jenis, open amount yang bisa dibayar dengan nominal berapa pun dan close amount yang nominalnya ditentukan lebih dulu, dengan nomor yang dibuat lewat API dan dana yang diteruskan ke rekening merchant. Tarifnya tidak tercantum di halaman itu, begitu juga daftar banknya. Pada daftar layanan di dokumentasi SNAP API Paydia saat artikel ini ditulis, layanan penerimaan yang tercantum adalah QRIS MPM, direct debit, dan pembayaran dari saldo Paydia; layanan Virtual Account tidak ada di daftar itu, jadi integrasinya perlu ditanyakan ke tim mereka.
Kasera Pay menagih Rp 5.000 tetap per Virtual Account yang dibayar, di delapan bank: BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank. Nomornya diterbitkan per tagihan dengan nominal terkunci, jadi tidak ada bentuk open amount atau nomor tetap per pelanggan; apa yang hilang karenanya dibahas di perbandingan nomor VA tetap dan nomor per pesanan. Kalau yang dibutuhkan justru nomor tetap yang bisa diisi nominal bebas, misalnya untuk setoran berulang, Paydia menawarkan bentuk itu dan Kasera Pay tidak.
Produk yang hanya ada di Paydia
- QRIS statis: satu kode tercetak, pembeli mengetik nominalnya sendiri. Paling sederhana untuk lapak dan warung. Kasera Pay membuat QRIS per tagihan dengan nominal terkunci; padanan terdekatnya adalah halaman pembayaran yang dipakai berulang, yang tautannya bisa dicetak sebagai kode, tetapi pembeli membuka halaman lebih dulu sebelum QRIS muncul.
- QRIS lintas negara untuk wisatawan yang memakai dompet digital asing yang terhubung ke QRIS, serta QRIS CPM, tempat pembeli menunjukkan kodenya sendiri.
- Transfer dana ke banyak rekening lewat API. Di Kasera Pay uang hanya dicairkan ke rekening terverifikasi milik akun sendiri, dan tidak ada API untuk mengirim dana ke rekening pihak ketiga.
Integrasi: SNAP melawan satu kunci Bearer
Dokumentasi Paydia di docs-snap.paydia.id mengikuti standar SNAP Bank Indonesia. Setiap integrasi dimulai dengan meminta access token B2B dari client_id dan client_secret, lalu setiap permintaan ditandatangani; layanan QRIS MPM memakai tanda tangan simetris. Ada akun sandbox, halaman produknya menyebut dukungan untuk PHP, JavaScript, Go, dan Python, dan ada dukungan integrasi Senin sampai Jumat pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Bagi tim yang sudah memasang SNAP di penyedia lain, bentuk ini akrab.
Kasera Pay memakai satu kunci API di header Authorization: Bearer, satu endpoint POST /v1/transactions untuk QRIS maupun Virtual Account, header Idempotency-Key agar permintaan yang diulang tidak membuat tagihan ganda, dan webhook bertanda tangan Kasera-Signature-V1. Tanpa koding sama sekali, tagihan dan tautan pembayaran bisa dibuat dari dashboard. Referensinya ada di dokumentasi Kasera Pay. Halaman produk Paydia yang terbaca saat artikel ini ditulis tidak mencantumkan tautan pembayaran sebagai produk tersendiri; berandanya menyebut Paybox sebagai tombol pembayaran dengan tanda bintang tanpa keterangan lebih lanjut.
Uang sampai ke rekening
FAQ Paydia menyebut pencairan saldo QRIS dari transaksi pada hari kerja, kecuali Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, berjalan otomatis ke rekening terdaftar pada hari kerja berikutnya, tanpa perlu diajukan. Syarat dan ketentuannya menulis settlement paling lambat satu hari kerja berikutnya, dan settlement ke bank di luar bank yang disediakan dikenai biaya admin yang besarnya tidak disebut.
Di Kasera Pay saldo dicairkan ke rekening terverifikasi menurut jadwal yang dipilih sendiri (harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual) dengan biaya Rp 3.000 per pencairan, dan minimal Rp 10.000 harus sampai di rekening setelah biaya itu. Karena biayanya per pencairan, frekuensinya adalah keputusan uang tersendiri, dibahas di panduan pencairan dana.
Pendaftaran
Paydia: daftar gratis lewat situsnya dengan mengunggah dokumen pendukung, tanpa biaya bulanan, dan perorangan termasuk dalam definisi merchant. Syaratnya meminta usaha yang masih aktif beserta perizinan yang dibutuhkan, dan rekening bank aktif. Kasera Pay: daftar gratis dan swalayan, tanpa badan usaha, dan pembayaran pertama bisa dibuat segera dengan jatah 10 permintaan dan Rp 1.000.000 sebelum verifikasi selesai. Verifikasi identitas dan rekening dibutuhkan untuk mencairkan dana; syarat lengkapnya ada di panduan payment gateway tanpa PT.
Cara memutuskan
Pilih Paydia kalau hampir semua pembayaran lewat QRIS dan usahanya masuk kategori mikro, karena MDR 0% pada nominal kecil tidak bisa ditandingi tarif mana pun di sini; kalau yang dibutuhkan QRIS statis tercetak, QRIS untuk wisatawan asing, Virtual Account open amount, atau pengiriman dana ke rekening pihak lain; atau kalau tim sudah terbiasa dengan SNAP.
Pilih Kasera Pay kalau Virtual Account adalah channel penting dan tarifnya perlu pasti sebelum mendaftar; kalau penagihan berjalan lewat tautan pembayaran yang dikirim ke chat tanpa developer; atau kalau integrasinya perlu selesai hari ini dengan satu kunci, satu endpoint, dan webhook bertanda tangan yang bisa diuji di mode tes sebelum bicara dengan siapa pun.
Pertanyaan yang sering muncul
Mana yang lebih murah untuk QRIS, Paydia atau Kasera Pay?
Paydia, pada setiap nominal. Syarat dan ketentuan Paydia yang diperbarui 5 Agustus 2026 mencantumkan MDR QRIS 0,7 persen untuk usaha kecil, menengah, dan besar, serta 0 persen untuk usaha mikro sampai Rp 500.000 dan 0,3 persen di atasnya. Kasera Pay menagih 0,7 persen ditambah Rp 250 untuk semua penjual. Selisihnya Rp 250 per transaksi bagi usaha kecil ke atas, dan jauh lebih besar bagi usaha mikro.
Berapa tarif Virtual Account Paydia?
Tidak tercantum. Halaman produk Virtual Account Paydia pada 26 September 2026 menjelaskan jenis open amount dan close amount serta integrasi lewat API, tetapi tidak menyebut tarif maupun daftar bank. Tarif top up Virtual Account di FAQ Paydia adalah biaya bagi pengguna aplikasi dompetnya, bukan biaya bagi merchant. Kasera Pay menagih Rp 5.000 tetap per Virtual Account yang dibayar, untuk delapan bank.
Bisakah mendaftar Paydia sebagai perorangan?
Syarat dan ketentuan Paydia mendefinisikan merchant sebagai badan hukum, badan usaha, atau perorangan yang menjual produk atau jasa, dan pendaftarannya dilakukan sendiri di situsnya dengan mengunggah dokumen pendukung. Syarat yang sama meminta merchant memiliki usaha yang masih aktif dan perizinan yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Daftar dokumen pendukungnya tidak tercantum di halaman yang terbaca. Di Kasera Pay perorangan mendaftar sendiri tanpa badan usaha dan bisa langsung membuat pembayaran, sedangkan pencairan menunggu verifikasi identitas dan rekening.