Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs Paylabs: QRIS 0,7% dan Virtual Account Rp 3.500 sebelum PPN dengan kunci RSA dan sandbox lewat tim sales, melawan QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 yang bisa dicoba hari ini
Jawaban singkatnya: pada tarif yang tercantum, Paylabs lebih murah per transaksi, baik untuk QRIS maupun Virtual Account, dan menawarkan jauh lebih banyak channel. Harganya ada di jalan masuknya: tarifnya belum termasuk PPN, sandbox dibuatkan oleh tim mereka, dan setiap permintaan API ditandatangani dengan kunci RSA yang public key-nya ditukar lewat email. Kasera Pay menang pada hari pertama: akun, API key, dan mode tes dibuat sendiri, tanpa NPWP dan tanpa menunggu siapa pun. Mana yang lebih tepat bergantung pada volume, channel yang dibutuhkan pembeli, dan seberapa cepat pembayaran pertama harus masuk. Seluruh keterangan tentang Paylabs di halaman ini dibaca dari paylabs.co.id, halaman produk, pertanyaan umum, syarat dan ketentuan, formulir pendaftaran, dan dokumentasi API versi 4.8.2 pada 12 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Channel pembayaran dan batas nominal
Paylabs (PT Wahana Pembayaran Digital) menerima QRIS, Virtual Account di 16 bank, uang elektronik langsung (DANA, OVO, LinkAja, ShopeePay, GoPay), gerai ritel Indomaret dan Alfamart, paylater, dan EDC. Batas per transaksi di dokumentasinya: QRIS Rp 1.000 sampai Rp 10.000.000, Virtual Account Rp 10.000 sampai Rp 100.000.000 (CIMB mulai Rp 15.000), uang elektronik sampai Rp 20.000.000, Indomaret sampai Rp 5.000.000, dan Alfamart sampai Rp 2.000.000. Ada juga langganan lewat DANA.
Kasera Pay menerima QRIS dinamis dan Virtual Account di BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank. QRIS Rp 1.000 sampai Rp 10.000.000, sama dengan Paylabs. Virtual Account Rp 10.000 sampai Rp 10.000.000, sepersepuluh batas Paylabs; maksimum Virtual Account bisa dinaikkan per akun lewat permintaan ke tim Kasera Pay. Pembeli dompet digital membayar dengan memindai QRIS, karena tidak ada channel dompet tersendiri, gerai ritel, atau paylater. Untuk pembeli yang membutuhkan channel itu, Paylabs jelas lebih lengkap.
Biaya, dengan PPN di satu sisi saja
| Komponen | Paylabs (sebelum PPN) | Kasera Pay |
|---|---|---|
| QRIS | 0,7% | 0,7% + Rp 250 |
| Virtual Account | Rp 3.500 | Rp 5.000 |
| Uang elektronik langsung | 1,5% sampai 5%, tergantung dompet dan produk digital atau tidak | Tidak tersedia; pembeli memindai QRIS |
| Gerai ritel | Rp 5.000 | Tidak tersedia |
| Paylater | 2,3% | Tidak tersedia |
| PPN | Ditambahkan di atas tarif | Tidak ada baris PPN terpisah |
| Menarik dana ke rekening | Tidak tercantum di halaman publik | Rp 3.000 per pencairan |
Contoh ilustrasi untuk usaha dengan 400 pembayaran QRIS sebulan, rata-rata Rp 75.000: Rp 210.000 ditambah PPN di Paylabs, dan Rp 310.000 di Kasera Pay. Sebelum PPN, selisihnya Rp 100.000, persis komponen Rp 250 dikali 400 transaksi; PPN atas biaya Paylabs memperkecilnya. Untuk Virtual Account, satu pembayaran Rp 2.000.000 berbiaya Rp 3.500 ditambah PPN di Paylabs dan Rp 5.000 di Kasera Pay. Di kedua tempat, hanya transaksi yang berhasil yang dikenai biaya. Cara menghitung biaya di Kasera Pay ada di halaman biaya.
Dari daftar sampai menerima uang sungguhan
Menurut pertanyaan umumnya, merchant individu bisa mendaftar mandiri, sedangkan usaha lain mendaftar lewat tim sales. Formulir pendaftaran meminta email dan nomor HP yang masing-masing diverifikasi dengan kode, email untuk payout, dan nama PIC. Syarat dan ketentuannya menyebut pendaftaran awal mencatat nama usaha, alamat, email, dan domain situs web, lalu formulir aplikasi merchant meminta legalitas usaha seperti akta, NIB, dan NPWP. Untuk testing integrasi, FAQ-nya meminta menghubungi tim Merchant Acquisition, yang kemudian membuatkan akun sandbox.
Di Kasera Pay, akun dibuat dengan email, mode tes langsung tersedia, dan akun baru bisa menerima pembayaran sungguhan dalam batas awal 10 pembayaran dan total Rp 1.000.000. Verifikasi nama dan NIK sesuai KTP, foto KTP, selfie, dan rekening atas nama sendiri membuka batas itu sekaligus pencairan, tanpa PT dan tanpa NPWP. Langkahnya ada di panduan payment gateway tanpa PT.
Integrasi: apa yang ditandatangani, dan berapa lama callback dicoba
Paylabs dan merchant masing-masing membuat pasangan kunci RSA 2048. Merchant mengirim public key-nya ke email operasional Paylabs, dan public key Paylabs dikirim lewat email saat akun diaktifkan. Setiap permintaan membawa header X-TIMESTAMP, X-PARTNER-ID, X-REQUEST-ID, dan X-SIGNATURE: SHA256withRSA atas rangkaian metode HTTP, path endpoint, hash SHA-256 dari body yang sudah di-minify, dan timestamp. Body harus di-minify dengan aturan tertentu, field bernilai null tidak ikut ditandatangani, dan nominal ditulis dengan dua angka desimal. Status transaksinya berupa kode: 01 pending, 02 sukses, 09 gagal. Callback dikirim ke notifyUrl untuk status 02 dan 09, dan dicoba ulang sampai delapan kali pada jeda 1 detik sampai 30 menit, sekitar 52 menit seluruhnya. Setelah itu, pengiriman ulang diminta ke tim mereka dengan menyebut Order ID. Paylabs menyediakan contoh kode PHP, NodeJS, Java, Python, dan Go, serta plugin WooCommerce, WHMCS, Joomla, OpenCart, PrestaShop, dan Magento 2.
Di Kasera Pay, setiap permintaan cukup membawa API key sebagai bearer token. Pembayaran dibuat dengan POST /v1/transactions, dan header Idempotency-Key memastikan permintaan yang dikirim ulang karena koneksi putus tidak menjadi tagihan kedua. Statusnya pending, succeeded, dan expired. Webhook payment.paid dan event lainnya membawa header Kasera-Signature-V1: HMAC-SHA256 atas timestamp dan body mentah. Pengiriman yang gagal dicoba sampai tujuh kali dalam sekitar 33 jam, dan setelah itu bisa dikirim ulang sendiri dari log pengiriman di dashboard. Contoh verifikasinya ada di dokumentasi webhook. SDK resmi tersedia untuk PHP dan JavaScript, dan toko WooCommerce punya plugin di kedua sisi.
Jendela 52 menit itu yang paling perlu dipikirkan developer. Server yang mati satu jam saat deploy atau saat hosting bermasalah akan kehilangan callback pembayaran yang masuk di awal jam itu, dan pemulihannya lewat permintaan ke tim, bukan lewat tombol. Siapa pun gateway-nya, rekonsiliasi berkala tetap dibutuhkan; caranya ada di artikel webhook yang tidak terkirim karena server mati.
Refund dan transaksi yang tersangkut
Di Paylabs, refund diajukan lewat Merchant Support dengan detail transaksinya, lalu Paylabs memeriksa dan mengajukannya ke acquirer atau bank. Untuk saldo pembeli yang terpotong tetapi statusnya pending atau gagal, merchant mengirim Order ID, RRN atau nomor Virtual Account, bukti sukses, serta nominal dan tanggal ke Merchant Support lewat grup WhatsApp atau email. Di Kasera Pay, pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil dikembalikan oleh penjual sendiri dengan transfer dari rekeningnya, seperti dijelaskan di halaman refund.
Cara memutuskan
Pilih Paylabs kalau pembeli membutuhkan dompet digital langsung, gerai ritel, atau paylater; kalau Virtual Account harus tersedia di bank seperti BSI, Muamalat, BTN, atau OCBC; kalau satu pembayaran Virtual Account bisa melewati Rp 10.000.000; atau kalau volume bulanannya cukup besar sehingga selisih tarif lebih berharga daripada waktu menunggu sandbox, aktivasi, dan pertukaran kunci.
Pilih Kasera Pay kalau yang dibutuhkan hanya QRIS dan Virtual Account, kalau pemilik usahanya perorangan tanpa NPWP atau tanpa situs web, kalau pembayaran pertama harus bisa diterima hari ini, kalau biaya yang tertulis harus sudah final tanpa PPN yang ditambahkan, atau kalau integrasinya ingin cukup satu API key, satu panggilan, dan satu webhook yang bisa dikirim ulang sendiri. Daftar pertanyaan untuk menyaring gateway lain ada di panduan memilih payment gateway.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa biaya QRIS dan Virtual Account di Paylabs?
Halaman Terima Pembayaran di paylabs.co.id, dibaca pada 12 Oktober 2026, mencantumkan QRIS 0,7% dan Virtual Account Rp 3.500 per transaksi berhasil, keduanya belum termasuk PPN. Di Kasera Pay, QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000, dan biaya yang tampil di transaksi sudah mencakup semua potongannya tanpa baris PPN terpisah.
Apakah Paylabs lebih murah daripada Kasera Pay?
Pada tarif yang tercantum, ya, untuk QRIS dan untuk Virtual Account, sebelum PPN ditambahkan. Pada QRIS, selisihnya hampir seluruhnya komponen Rp 250 per transaksi di Kasera Pay, sehingga paling terasa pada nominal kecil dan menyempit pada nominal besar karena PPN atas 0,7% ikut membesar. Halaman publik Paylabs tidak mencantumkan biaya menarik dana ke rekening; di Kasera Pay biayanya Rp 3.000 per pencairan.
Bisakah mencoba API Paylabs tanpa menghubungi siapa pun?
Menurut FAQ integrasinya, tidak: kebutuhan testing diajukan ke tim Merchant Acquisition, yang lalu membuatkan akun sandbox. Integrasinya juga menunggu pertukaran kunci RSA lewat email. Di Kasera Pay, API key mode tes tersedia di dashboard setelah mendaftar, dan pembayaran tes bisa diselesaikan tanpa uang berpindah.
Kapan Paylabs lebih tepat daripada Kasera Pay?
Saat pembeli membutuhkan channel di luar QRIS dan Virtual Account, seperti dompet digital langsung, gerai ritel, atau paylater; saat Virtual Account harus tersedia di bank selain delapan bank Kasera Pay; saat satu pembayaran Virtual Account bisa melewati Rp 10.000.000; atau saat volumenya cukup besar sehingga selisih tarif lebih berharga daripada waktu integrasi.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs BAYAR GG
- Kasera Pay vs Bayarind
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Espay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KlikQRIS
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs NICEPAY
- Kasera Pay vs OY! Indonesia
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Qrispy
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs Scalev
- Kasera Pay vs TriPay
- Kasera Pay vs Xendit