Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs OY! Indonesia: platform kirim dan terima uang untuk perusahaan melawan penerimaan pembayaran dengan tarif terbit, biaya menurut perjanjian kerja sama, dan callback yang diamankan dengan daftar IP
Jawaban singkatnya: keduanya bukan barang yang sama. OY! Indonesia adalah platform pergerakan uang untuk perusahaan, dengan kirim uang massal, terima uang, pengelolaan pengeluaran, dan mesin setor tunai di satu dashboard, dan biaya transaksinya ditentukan dalam perjanjian kerja sama. Kasera Pay hanya menerima pembayaran lewat QRIS dan Virtual Account, dengan tarif yang terbit di situsnya dan bisa dihitung sebelum mendaftar. Kalau usaha perlu mengirim uang ke banyak pihak, OY! menang tanpa perlu dibandingkan. Kalau yang dibutuhkan hanya menagih pembeli, perbedaannya ada di bagian biaya, aktivasi metode, dan cara callback diamankan. Seluruh keterangan tentang OY! di halaman ini dibaca dari oyindonesia.com, pusat bantuannya, docs.oyindonesia.com, dan api-docs.oyindonesia.com pada 7 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Apa yang ditawarkan OY! Indonesia
OY! Indonesia dioperasikan oleh PT Dompet Harapan Bangsa, yang di kaki halaman pusat bantuannya menyebut terdaftar di Bank Indonesia. Produknya terbagi empat. Send Money berisi transfer massal ke lebih dari 100 bank dan e-wallet, pembayaran tagihan, dan pengembalian dana ke pelanggan. Receive Money berisi link pembayaran, Virtual Account, invoice untuk klien, e-wallet, QRIS, dan Payment Routing yang meneruskan uang yang diterima ke pihak lain. Lalu pengelolaan pengeluaran perusahaan, dan Cash Management berupa mesin setor tunai. Transaksinya bisa disambungkan ke Xero, Accurate, dan Jurnal, dan ada aplikasi OY! Business untuk Android.
Cakupan channel penerimaannya lebih luas daripada Kasera Pay, yang hanya menawarkan QRIS dan Virtual Account. Virtual Account OY! tercantum untuk delapan bank: BCA, BRI, Mandiri, BNI, CIMB, SMBC, BSI, dan Permata.
Biaya: angka terbit melawan angka perjanjian
| Komponen | OY! Indonesia | Kasera Pay |
|---|---|---|
| Membuat akun | Gratis, langsung ke mode staging | Gratis, tanpa biaya bulanan |
| Per transaksi QRIS | Menurut Perjanjian Kerja Sama | 0,7% + Rp 250 |
| Per transaksi Virtual Account | Menurut Perjanjian Kerja Sama | Rp 5.000 |
| Menarik saldo ke rekening | Rp 4.500 untuk penarikan instan, maksimal Rp 50.000.000 | Rp 3.000 per pencairan |
| Halaman harga | Tautan di menu menjawab 404 | Terbit di dokumentasi |
Biaya menurut perjanjian bukan berarti mahal. Usaha dengan volume besar sering mendapat angka lebih rendah dari tarif umum lewat negosiasi, dan itu keunggulan nyata model OY!. Yang hilang adalah kemampuan menghitung sebelum bicara dengan tim penjualan. Contoh ilustrasi di Kasera Pay: 300 pembayaran QRIS sebulan rata-rata Rp 60.000 dikenai 300 kali Rp 670, atau Rp 201.000, ditambah empat pencairan Rp 12.000. Untuk mendapat angka pembanding dari OY!, minta penawaran tertulis per metode, termasuk biaya penarikan biasa yang tidak tercantum di pusat bantuannya.
Dari daftar sampai menerima uang sungguhan
Di OY!, akun baru langsung bisa mencoba mode staging tanpa uang berpindah. Untuk transaksi sungguhan, akun harus di-upgrade. Tipe Individual menyerahkan foto KTP dan selfie memegang KTP; badan usaha menyerahkan NPWP perusahaan, NIB atau SIUP, SK Kemenkumham, akta pendirian dan perubahan terakhir yang dilegalisasi, KTP direktur, dan struktur pemegang saham, semuanya dalam PDF. Peninjauan disebut sekitar 1 sampai 2 hari kerja. Rekening pencairan tidak bisa diubah dari dashboard setelah disetujui; perubahannya lewat email ke tim OY!.
Setelah upgrade, tidak semua metode langsung jalan. Menurut pusat bantuannya, Virtual Account selain BCA aktif otomatis, sedangkan VA BCA, e-wallet, dan QRIS membutuhkan aktivasi tambahan lewat formulir pengajuan. Rencanakan jeda itu kalau QRIS adalah metode utama.
Di Kasera Pay, akun yang baru mendaftar dengan email langsung bisa menerima pembayaran sungguhan dalam batas awal 10 pembayaran dan total Rp 1.000.000. Verifikasi WhatsApp, KTP, selfie, dan rekening atas nama sendiri membuka batas itu sekaligus pencairan, biasanya dalam 1 sampai 2 hari kerja. QRIS dan Virtual Account aktif bersama tanpa formulir terpisah. Langkahnya ada di panduan verifikasi akun.
Batas nominal dan masa berlaku
QRIS di OY! menerima Rp 10.000 sampai Rp 10.000.000 per transaksi lewat link pembayaran dan Payment Routing; nominal di bawah Rp 10.000 harus diajukan ke perwakilan bisnis. Di Kasera Pay QRIS mulai Rp 1.000, sehingga jualan kecil seperti minuman atau parkir tetap bisa ditagih. Virtual Account di keduanya mulai Rp 10.000, dengan pengecualian di link pembayaran OY! yang meminta Rp 15.000 untuk VA CIMB, Mandiri, Permata, BNI, dan BRI. Satu pembayaran di Kasera Pay maksimal Rp 10.000.000; VA di OY! bisa jauh lebih tinggi, sampai Rp 500.000.000 untuk beberapa bank.
Link pembayaran OY! memberi pembeli 30 menit untuk QRIS dan 3 jam untuk transfer bank setelah metode dipilih, dan pembeli harus menunggu metode itu kedaluwarsa sebelum bisa memilih yang lain. Tagihan Kasera Pay berlaku 60 menit secara bawaan dan bisa diperpanjang lewat expires_in_minutes di API, sampai 24 jam pada plafon bawaan akun.
Integrasi: API key, IP, dan callback
Checklist go-live OY! meminta dua hal untuk memakai API: alamat IP server dan URL callback diserahkan ke perwakilan bisnis, dan API key staging serta produksi diminta ke perwakilan yang sama. Request dari IP yang belum didaftarkan ditolak. Callback diamankan dengan arah sebaliknya: penerima diminta memasukkan dua alamat IP OY! ke daftar izin. Tanda tangan HMAC untuk callback penerimaan tidak ditemukan di dokumentasi yang dibaca. Ada fitur kirim ulang callback otomatis, dan callback dikirim pada dua kondisi: saat pembayaran dinyatakan sukses dan saat dana berhasil masuk ke saldo OY!.
Daftar IP bekerja baik untuk server dengan alamat tetap. Ia merepotkan di platform yang IP keluarnya berubah, seperti hosting serverless, dan ia tidak membuktikan isi pesan tidak diubah. Di Kasera Pay, API key live dan test dibuat sendiri di Pengaturan, Developer, tanpa pendaftaran IP. Setiap webhook ditandatangani lewat header Kasera-Signature-V1, HMAC-SHA256 atas timestamp dan body mentah, sehingga pesan palsu dan pesan lama yang dikirim ulang bisa ditolak di mana pun server berjalan. Pembuatan pembayaran menerima header Idempotency-Key, dan ada SDK resmi untuk PHP dan JavaScript. Cara memeriksa callback dari gateway mana pun dibahas di verifikasi callback payment gateway.
Pencairan
Dokumentasi OY! menyebut waktu settlement ke saldo berbeda per metode, dari real-time sampai D+2 hari kerja, lalu saldo ditarik ke rekening secara manual, instan, atau otomatis. Di Kasera Pay, bank memproses pembayaran di hari kerja berikutnya, lalu saldo dicairkan ke rekening terverifikasi menurut jadwal yang dipilih: harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual. Rinciannya ada di panduan pencairan dana.
Cara memutuskan
Pilih OY! Indonesia kalau usaha juga membayar gaji, vendor, atau mitra dari saldo yang sama, kalau pembeli perlu membayar lewat e-wallet langsung atau paylater, kalau satu transfer bisa melebihi Rp 10.000.000, atau kalau volume cukup besar untuk menegosiasikan tarif. Siapkan dokumen legalitas, IP server tetap, dan waktu untuk aktivasi QRIS.
Pilih Kasera Pay kalau yang dibutuhkan hanya menagih pembeli lewat QRIS dan Virtual Account, kalau biaya harus bisa dihitung sebelum mendaftar, kalau ada penjualan di bawah Rp 10.000, atau kalau integrasi berjalan di hosting tanpa IP tetap. Untuk penjual perorangan, langkah lengkapnya ada di panduan payment gateway tanpa PT.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa biaya transaksi OY! Indonesia?
Tidak ada angka publik yang bisa dikutip saat artikel ini ditulis. Pusat bantuan OY! menjawab bahwa biaya admin mengikuti nominal yang disepakati di dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan tautan Harga di menu situsnya (oyindonesia.com/id/pricing) menjawab 404 pada 7 Oktober 2026. Satu angka yang tercantum adalah biaya admin Rp 4.500 untuk penarikan saldo instan, dengan batas Rp 50.000.000 per penarikan instan.
Bisakah perorangan tanpa PT memakai OY! Indonesia?
Bisa. Dokumentasi produk OY! menyebut tipe bisnis Individual yang naik ke produksi dengan foto KTP dan selfie memegang KTP, lalu formulir informasi bisnis dan rekening pencairan, dengan peninjauan sekitar 1 sampai 2 hari kerja. Badan usaha menyerahkan NPWP, NIB, akta, SK Kemenkumham, dan struktur pemegang saham. Kasera Pay meminta verifikasi serupa untuk perorangan: WhatsApp, nama dan NIK sesuai KTP, foto KTP, selfie, dan rekening atas nama sendiri.
Kapan OY! Indonesia lebih tepat daripada Kasera Pay?
Saat usaha juga perlu mengirim uang ke banyak rekening pihak lain (gaji, vendor, pengembalian dana ke pelanggan), menerima lewat channel yang tidak dimiliki Kasera Pay seperti e-wallet langsung atau paylater, menyetor uang tunai lewat mesin setor, atau menyambungkan transaksi ke Xero, Accurate, atau Jurnal. Kasera Pay hanya menerima pembayaran dan mencairkannya ke rekening pemilik akun sendiri.
Apakah callback OY! Indonesia memakai tanda tangan?
Dokumentasi produk dan dokumentasi API OY! yang dibaca pada 7 Oktober 2026 menjelaskan pengamanan callback lewat daftar IP: penerima diminta memasukkan dua alamat IP OY! ke daftar izin, dan OY! menyediakan IP statis untuk keperluan itu. Tanda tangan HMAC untuk callback penerimaan tidak ditemukan di halaman yang dibaca. Webhook Kasera Pay ditandatangani lewat header Kasera-Signature-V1, HMAC-SHA256 atas timestamp dan body mentah.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs Bayarind
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KlikQRIS
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs NICEPAY
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Qrispy
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs TriPay
- Kasera Pay vs Xendit