Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs Bayarind: tarif yang lebih rendah di hampir setiap baris dan channel yang jauh lebih banyak, melawan dokumentasi API yang terbuka dan akun yang bisa menagih sesaat setelah daftar
Jawaban singkatnya: Bayarind lebih murah per transaksi di hampir setiap baris yang bisa dibandingkan dan menawarkan channel pembayaran yang jauh lebih banyak, termasuk gerai minimarket, e-wallet langsung, dan cicilan. Kasera Pay unggul pada hal yang bisa diperiksa sebelum mendaftar: dokumentasi API dan webhook yang terbuka, biaya pencairan yang tertulis, dan akun yang bisa menagih sesaat setelah daftar tanpa menunggu tim siapa pun. Seluruh keterangan tentang Bayarind di halaman ini dibaca dari bayarind.id, yaitu halaman payment gateway, halaman biaya, halaman metode pembayaran, QRIS online, payment link, dan online payment, pada 4 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Siapa Bayarind
Bayarind adalah merek Bayarind Artha Internusa, berkantor di Jakarta Selatan. Payment gateway hanyalah satu dari tiga lini produknya, di samping dompet Bayarind dan aplikasi kasir Pasarind. Di dalam payment gateway sendiri ada empat produk: Online Payment untuk integrasi API, Easy Invoice untuk tautan pembayaran dan tagihan massal tanpa koding, OnePay sebagai halaman pembayaran berlogo penjual dengan sampai 30 opsi pembayaran, dan Disbursement untuk mengirim dana ke pihak lain. Situsnya menyatakan Bayarind terdaftar di Bank Indonesia dan Kominfo.
Biaya, berdampingan
| Komponen | Bayarind | Kasera Pay |
|---|---|---|
| QRIS | 0,7% per transaksi | 0,7% + Rp 250 |
| Virtual Account | Rp 4.000 per transaksi | Rp 5.000 tetap, delapan bank |
| Gerai minimarket | Rp 5.000 per transaksi, jaringan Alfa Group | Tidak ditawarkan |
| E-wallet langsung | OVO 1,5% sampai 3,03%, LinkAja Rp 3.000, dan lainnya | Tidak ditawarkan (e-wallet membayar lewat QRIS) |
| Cicilan online dan debit instan | Ditawarkan; cicilan 1% sampai 6% per mitra | Tidak ditawarkan |
| Saldo ke rekening sendiri | Tidak tercantum | Rp 3.000 per pencairan |
| Kirim dana ke rekening pihak lain | Rp 2.500 per transfer | Tidak ditawarkan |
| Biaya pendaftaran atau bulanan | Tidak ada biaya registrasi, menurut halaman biayanya | Tidak ada |
Tarif Kasera Pay di atas berasal dari halaman biaya. Baris Virtual Account Bayarind punya dua catatan: tabelnya juga memuat baris Switcher Rp 2.000 ditambah MDR bank dan Neo Bank Rp 3.500, dan MDR bank disebut ditentukan oleh kesepakatan antara bank dan merchant. Halaman biayanya tidak menyebut apakah angkanya sudah termasuk PPN. Bayarind juga membedakan paket Bisnis Berkembang dari paket Enterprise dengan diskon volume lewat sales, jadi angka di atas adalah harga daftar, bukan harga yang pasti didapat usaha besar.
Hitungan sebulan
Angka di bawah ini ilustrasi, bukan hasil pengukuran: penjual online perorangan dengan 150 pesanan QRIS rata-rata Rp 85.000 dan 30 pesanan Virtual Account rata-rata Rp 600.000 per bulan, memakai tarif daftar Virtual Account Rp 4.000.
| Pesanan | Bayarind | Kasera Pay |
|---|---|---|
| 150 × QRIS Rp 85.000 | Rp 89.250 | Rp 126.750 |
| 30 × Virtual Account Rp 600.000 | Rp 120.000 | Rp 150.000 |
| Saldo ke rekening sendiri | Belum diketahui | Rp 12.000 (mingguan) |
Sebelum biaya memindahkan saldo, Bayarind lebih murah Rp 67.500 sebulan untuk penjual ini, atau Rp 810.000 setahun. Tidak ada cara jujur membalik angka itu. Komponen tetap Rp 250 pada QRIS Kasera Pay adalah penyebab terbesarnya, dan porsinya makin berat pada nominal kecil: pada pesanan Rp 25.000, Kasera Pay menagih Rp 425 dan Bayarind Rp 175. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah selisih itu sepadan dengan hal-hal di bagian berikutnya.
Pendaftaran: yang tertulis dan yang tidak
FAQ di halaman payment link Bayarind menyebut usaha perorangan dan badan usaha seperti CV, PT, atau yayasan bisa mendaftar. Urutan yang tertulis di halaman QRIS-nya: registrasi di sandbox, melengkapi informasi dan dokumen, integrasi dan pengujian dengan bantuan tim support, lalu mulai menerima pembayaran. Dokumen apa yang diminta, berapa lama pemeriksaannya, dan kapan transaksi live bisa dimulai tidak tercantum di halaman yang dibaca. Kalau itu menentukan, tanyakan langsung sebelum menjanjikan tanggal kepada pembeli.
Kasera Pay memverifikasi perorangan dengan foto KTP, swafoto, data sesuai KTP, dan minimal satu tempat berjualan, yang boleh berupa akun Instagram, TikTok, atau toko di marketplace. Sebelum verifikasi selesai, akun sudah bisa menagih 10 kali dengan total Rp 1.000.000; verifikasi dibutuhkan untuk mencairkan dana. Urutannya ada di panduan verifikasi akun, dan apa yang tetap membutuhkan badan usaha diuraikan di panduan payment gateway tanpa PT.
Channel pembayaran: kekalahan yang jelas
Bayarind menulis lebih dari 30 opsi pembayaran: Virtual Account, QRIS, e-wallet langsung (dompet Bayarind, OVO, LinkAja, ShopeePay, Sakuku), cicilan online lewat Indodana, Atome, Kredivo, dan AEON, pembayaran di gerai Alfa Group, serta debit instan lewat Klik BCA, blu BCA, BRImo, dan OCTO Clicks. Kasera Pay menawarkan QRIS dan Virtual Account di delapan bank: BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank. Pembeli dengan e-wallet tetap bisa membayar lewat QRIS, tetapi pembeli yang hanya mau membayar tunai di minimarket atau mencicil tidak terlayani. Untuk toko yang pembelinya memang begitu, ini alasan cukup untuk memilih Bayarind.
Integrasi: plugin yang lebih banyak, dokumentasi yang tertutup
Bayarind menawarkan integrasi API dan plugin untuk WooCommerce, Magento, PrestaShop, dan OpenCart. Kasera Pay hanya punya plugin WooCommerce, ditambah SDK resmi untuk PHP dan JavaScript. Untuk toko di Magento, PrestaShop, atau OpenCart, Bayarind menghemat pekerjaan integrasi.
Bedanya ada pada apa yang bisa dibaca sebelum memutuskan. Saat artikel ini ditulis, tidak ada dokumentasi API publik yang bisa kami buka dari situs Bayarind, sehingga cara autentikasi, bentuk notifikasi pembayaran, dan cara memverifikasinya tidak bisa dibandingkan di sini. Di Kasera Pay semuanya terbuka tanpa akun: permintaan pembayaran dibuat dengan POST /v1/transactions dan header Idempotency-Key agar permintaan yang diulang tidak membuat tagihan ganda, dan webhook ditandatangani di header Kasera-Signature-V1, HMAC-SHA256 atas timestamp dan body mentah, untuk event payment.paid, payment.expired, dan payment.failed. Detailnya ada di dokumentasi webhook. Developer yang ingin menilai kualitas integrasi sebelum berkomitmen bisa melakukannya di Kasera Pay hari ini.
Uang masuk ke rekening
Halaman metode pembayaran Bayarind menjanjikan “proses settlement yang cepat”, tetapi jadwal dan biaya memindahkan saldo ke rekening merchant tidak tercantum di halaman yang dibaca. Itu pernyataan Bayarind, bukan hasil pengukuran halaman ini. Di Kasera Pay, pencairan mengikuti jadwal yang dipilih pemilik akun (harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual), berbiaya Rp 3.000, dan berjalan setelah saldo siap dicairkan mencapai Rp 13.000; cara kerjanya ada di panduan pencairan dana. Kasera Pay tidak bisa mengirim dana ke rekening pihak lain; Bayarind bisa, dan itu kekalahan kedua yang jelas bagi usaha yang membayar vendor atau gaji dari saldo yang sama.
Cara memutuskan
Pilih Bayarind kalau pembeli perlu membayar di minimarket, dari e-wallet langsung, lewat debit instan, atau dengan cicilan; kalau toko berjalan di Magento, PrestaShop, atau OpenCart; kalau saldo yang sama dipakai untuk membayar vendor atau gaji; atau kalau volumenya cukup besar sehingga selisih Rp 250 per QRIS dan Rp 1.000 per Virtual Account terasa. Tanyakan biaya settlement dan daftar dokumen pendaftarannya lebih dulu.
Pilih Kasera Pay kalau penagihnya perorangan yang perlu mulai menagih hari ini tanpa menunggu siapa pun, cukup dengan QRIS dan Virtual Account, atau developer yang ingin membaca seluruh kontrak API dan webhook sebelum menulis satu baris pun.
Pertanyaan yang sering muncul
Mana yang lebih murah, Bayarind atau Kasera Pay?
Per transaksi, Bayarind. Halaman biayanya mencantumkan QRIS 0,7% per transaksi tanpa komponen tetap dan Virtual Account Rp 4.000 per transaksi. Kasera Pay menagih QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000. Selisihnya Rp 250 per pembayaran QRIS dan Rp 1.000 per pembayaran Virtual Account. Yang tidak ditemukan di halaman publik Bayarind adalah biaya memindahkan saldo ke rekening sendiri dan apakah tarifnya sudah termasuk PPN.
Apakah Bayarind bisa dipakai perorangan tanpa PT?
Menurut FAQ di halaman payment link-nya, ya: usaha perorangan dan badan usaha seperti CV, PT, atau yayasan bisa mendaftar. Halaman QRIS-nya menyebut registrasi lewat sandbox lalu melengkapi informasi dan dokumen yang dibutuhkan, tetapi daftar dokumennya tidak tercantum di halaman yang dibaca. Kasera Pay menerima perorangan dengan foto KTP, swafoto, dan minimal satu tempat berjualan, yang boleh berupa akun Instagram atau toko marketplace.
Bisakah developer mencoba integrasinya sebelum mendaftar?
Di Kasera Pay, ya: dokumentasi API, contoh request, dan cara memverifikasi webhook terbuka di pay.kasera.id/docs/api tanpa akun. Untuk Bayarind, halaman produknya mengarahkan integrasi lewat pendaftaran sandbox dan bantuan tim support, dan saat artikel ini ditulis tidak ada dokumentasi API publik yang bisa kami buka dari situsnya.
Kalau butuh mengirim uang ke banyak rekening, misalnya gaji atau vendor?
Bayarind menawarkannya sebagai produk Disbursement, Rp 2.500 per transfer ke rekening bank, e-wallet, atau Virtual Account, termasuk unggah satu file Excel untuk ribuan penerima. Kasera Pay tidak punya produk itu: pencairannya hanya ke rekening terverifikasi milik pemilik akun sendiri, Rp 3.000 per pencairan.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KlikQRIS
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs NICEPAY
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs TriPay
- Kasera Pay vs Xendit