Perbandingan · Terbit
Kasera Pay vs Qrispy: QRIS tanpa potongan per transaksi melawan tarif per pembayaran, kode unik yang dibayar pembeli, dan syarat yang tidak menyebut siapa pengelolanya
Jawaban singkatnya: untuk QRIS, Qrispy jauh lebih murah bagi penjual. Syaratnya mencantumkan biaya transaksi Rp 0 dan hanya Rp 1.750 per penarikan, sedangkan Kasera Pay memotong 0,7% + Rp 250 dari setiap QRIS yang berhasil. Selisih itu dibayar dengan tiga hal: pembeli membayar sedikit lebih dari harga karena kode unik, hanya QRIS yang ditawarkan, dan halaman publiknya tidak menyebut siapa badan usaha yang mengelolanya. Seluruh keterangan tentang Qrispy di halaman ini dibaca dari qrispy.id, Syarat & Ketentuan, dan Kebijakan Privasi-nya (keduanya bertanggal 1 Maret 2026) pada 6 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.
Apa yang ditawarkan Qrispy
Qrispy menyebut dirinya platform QRIS instan. Menurut syaratnya, layanannya lima: QRIS dinamis dengan nominal spesifik, dashboard transaksi, penarikan saldo ke rekening bank atau e-wallet, API, dan notifikasi webhook. Pendaftaran terbuka untuk individu maupun badan usaha, dengan pendaftar berusia minimal 17 tahun, cukup dengan data diri dan informasi toko. Kebijakan Privasi-nya menyebut data yang dikumpulkan: nama, nama usaha, email, nomor telepon, dan rekening atau e-wallet untuk penarikan. Verifikasi identitas tambahan “dapat diminta sesuai kebutuhan kepatuhan regulasi”.
Biaya: per transaksi dan per penarikan
| Komponen | Qrispy | Kasera Pay |
|---|---|---|
| Pendaftaran, biaya bulanan | Gratis, tanpa iuran bulanan | Gratis, tanpa biaya bulanan |
| Per QRIS berhasil | Rp 0 | 0,7% + Rp 250 |
| Virtual Account | Tidak disebut | Rp 5.000, delapan bank |
| Penarikan ke rekening | Rp 1.750, minimum Rp 10.000, 1x24 jam kerja | Rp 3.000, minimum Rp 10.000 diterima |
| Pemberitahuan sebelum biaya berubah | Minimal 7 hari (biaya penarikan) | 30 hari |
Contoh ilustrasi: toko dengan 400 pembayaran QRIS sebulan, rata-rata Rp 40.000, total Rp 16.000.000, ditarik seminggu sekali. Di Qrispy biayanya empat penarikan, Rp 7.000. Di Kasera Pay, 400 kali Rp 530 ditambah empat pencairan Rp 3.000, Rp 224.000. Kasera Pay kalah telak di hitungan ini, dan tidak ada cara jujur untuk membuatnya terlihat lain. Rincian tarif Kasera Pay ada di halaman biaya.
Kode unik: harga Rp 40.000 yang dibayar Rp 40.317
Pasal 5 syarat Qrispy menulis bahwa setiap QRIS dinamis ditambah kode unik Rp 1 sampai Rp 499, untuk memudahkan rekonsiliasi dan membedakan transaksi bernominal sama. Kode itu bagian dari jumlah yang dibayar pembeli dan masuk ke saldo penjual. Bagi penjual artinya tambahan kecil, rata-rata sekitar Rp 250 per transaksi. Bagi pembeli artinya angka di layar tidak sama dengan harga yang disepakati di chat, dan pada 400 transaksi tadi pembeli secara keseluruhan membayar kira-kira Rp 100.000 lebih dari harga.
Dua akibat yang perlu disiapkan sebelum memilih jalur ini:
- Pertanyaan pembeli. “Kok Rp 40.317, bukan Rp 40.000?” akan muncul, terutama dari pelanggan tetap. Sebutkan kode unik di keterangan toko atau di pesan penagihan.
- Pencocokan dengan catatan pesanan. Catatan penjualan yang mencatat harga Rp 40.000 tidak akan sama dengan mutasi saldo Rp 40.317. Pencocokan harus memakai id transaksi atau nomor pesanan yang dikirim saat QRIS dibuat, bukan nominal.
Kasera Pay tidak memakai kode unik. Setiap pembayaran punya QR dinamisnya sendiri dengan nominal yang terkunci, pembeli membayar persis angka tagihan, dan pencocokan memakai id transaksi atau external_id milik penjual. Biayanya dipotong dari hasil penjual, atau ditambahkan ke tagihan dan ditampilkan ke pembeli sebelum membayar kalau penjual memilih begitu.
Siapa pengelolanya
Ini perbedaan yang paling penting dan paling mudah terlewat. Syarat Qrispy mendefinisikan Qrispy sebagai platform “yang dikelola oleh tim Qrispy”. Tidak ada nama badan usaha, alamat, atau keterangan penyedia jasa pembayaran yang memproses QRIS-nya di tiga halaman yang dibaca. Kontaknya alamat email dan tiket di dashboard, dengan janji respons 2x24 jam kerja. Syarat yang sama membatasi tanggung jawab Qrispy paling banyak sebesar saldo aktif di akun, dan memberi hak menangguhkan akun tanpa pemberitahuan dengan saldo yang baru diproses setelah investigasi.
Tidak ada yang salah dari klausul-klausul itu sendiri; banyak layanan menulis yang serupa. Masalahnya ada pada pertanyaan yang belum terjawab: saat saldo tertahan atau terjadi sengketa, pihak mana yang dituju. Tanyakan nama badan usaha dan penyedia pembayaran yang berlisensi sebelum menampung saldo besar di sana. Syarat Kasera Pay ditandatangani PT Kasera Technologies Indonesia, menyebut bahwa transaksinya berjalan di atas penyedia jasa pembayaran berlisensi Bank Indonesia, dan bisa dibaca utuh di halaman syarat layanan.
Integrasi
Qrispy menyediakan API dengan header X-API-Token dan webhook, tetapi dokumentasinya ada di dalam dashboard, sehingga isinya, termasuk cara memverifikasi bahwa sebuah webhook benar-benar dikirim Qrispy, baru bisa dinilai setelah mendaftar. Developer yang menimbang Qrispy sebaiknya membaca bagian itu lebih dulu dan memastikan ada tanda tangan yang diperiksa atas isi pesannya.
Dokumentasi Kasera Pay terbuka tanpa login. Webhook ditandatangani lewat header Kasera-Signature-V1, HMAC-SHA256 atas timestamp dan body mentah, dan pembuatan pembayaran menerima header Idempotency-Key sehingga permintaan yang diulang setelah timeout tidak menjadi tagihan ganda. Ada juga SDK resmi untuk PHP dan JavaScript. Cara memeriksa callback dari gateway mana pun dibahas di verifikasi callback payment gateway.
Yang hanya ada di masing-masing
Hanya di Qrispy: QRIS tanpa potongan per transaksi, biaya penarikan yang lebih rendah, dan penarikan ke e-wallet selain rekening bank. Untuk penjual QRIS dengan banyak transaksi kecil, ini keunggulan nyata.
Hanya di Kasera Pay: Virtual Account BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank, yang di atas sekitar Rp 678.600 lebih murah daripada QRIS di Kasera Pay; nominal yang dibayar persis sama dengan tagihan; halaman pembayaran permanen dengan QR cetak dan pilihan nominal; anggota tim berperan Staf dan Developer; dokumentasi API publik; dan syarat dengan badan hukum yang disebut namanya.
Cara memutuskan
Pilih Qrispy kalau hampir semua penjualan lewat QRIS dengan nominal kecil, kalau selisih biaya ratusan ribu rupiah sebulan menentukan, dan kalau pembeli tidak keberatan dengan angka yang sedikit berbeda dari harga. Tanyakan dulu siapa badan usaha pengelolanya dan penyedia pembayaran di belakangnya, lalu baca dokumentasi webhook-nya setelah mendaftar.
Pilih Kasera Pay kalau sebagian pembeli membayar lewat transfer bank, kalau satu tagihan bisa mencapai jutaan rupiah, kalau pembeli harus membayar persis angka yang disepakati, atau kalau integrasi dan syaratnya perlu bisa diperiksa sebelum uang pertama masuk. Untuk penjual perorangan, langkah mendaftar dan verifikasinya ada di panduan payment gateway tanpa PT.
Pertanyaan yang sering muncul
Benarkah Qrispy tidak memotong apa pun dari setiap pembayaran?
Menurut Syarat & Ketentuan Qrispy yang diperbarui 1 Maret 2026 dan dibaca pada 6 Oktober 2026, biaya transaksi per pembayaran masuk adalah Rp 0. Biaya yang tercantum hanya Rp 1.750 per penarikan. Yang tetap dibayar adalah kode unik Rp 1 sampai Rp 499 di setiap QRIS, tetapi itu dibayar pembeli dan masuk ke saldo penjual, bukan dipotong dari penjual.
Siapa yang mengelola Qrispy?
Halaman yang dibaca untuk artikel ini (beranda, Syarat & Ketentuan, Kebijakan Privasi) menyebut layanannya dikelola oleh tim Qrispy, tanpa nama badan usaha, alamat, atau penyedia jasa pembayaran yang memproses QRIS-nya. Kontak yang tercantum adalah alamat email dan tiket di dashboard. Pertanyaan itu wajar diajukan langsung sebelum saldo dalam jumlah besar ditampung di sana.
Kalau Qrispy lebih murah, kapan Kasera Pay masuk akal?
Saat pembeli perlu membayar lewat transfer bank, karena Kasera Pay punya Virtual Account delapan bank dan halaman Qrispy hanya menyebut QRIS; saat pembeli harus membayar persis harga yang disepakati; saat integrasi butuh webhook yang tanda tangannya bisa diperiksa dari dokumentasi publik; atau saat syarat layanan yang mengikat perlu menyebut badan hukum pengelolanya.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs Bayarind
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KlikQRIS
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs NICEPAY
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs TriPay
- Kasera Pay vs Xendit