Blog · Terbit
Menerima pembayaran pedagang kaki lima dan gerobak: kapan QRIS statis dari bank sudah cukup, dan kapan tagihan per pembayaran membayar biayanya
Untuk gerobak yang dijaga pemiliknya sendiri dan menjual barang Rp 5.000 sampai Rp 25.000 secara tatap muka, jawaban yang paling murah biasanya QRIS statis yang didaftarkan langsung ke bank: satu stiker, pembeli mengetik nominal, dan penjual melihat sendiri layar pembelinya. Tagihan per pembayaran seperti Kasera Pay baru membayar biayanya dalam tiga keadaan: gerobaknya dijaga orang lain, pesanannya datang lewat WhatsApp dalam jumlah besar, atau uang dagangan harus terpisah dari uang pribadi. Tulisan ini menghitung keduanya supaya keputusan diambil dari angka, bukan dari kebiasaan.
Biaya pada nominal kecil, dihitung dalam persen
QRIS di Kasera Pay dikenai 0,7% (dibulatkan ke atas) + Rp 250 per pembayaran berhasil sampai Rp 1.000.000, tanpa biaya pendaftaran dan tanpa biaya bulanan. Komponen Rp 250 itulah yang terasa di jajanan, karena bagiannya terhadap harga makin besar saat harganya makin kecil.
| Harga | Biaya QRIS | Bagian dari harga |
|---|---|---|
| Rp 5.000 | Rp 285 | 5,7% |
| Rp 10.000 | Rp 320 | 3,2% |
| Rp 15.000 | Rp 355 | 2,4% |
| Rp 25.000 | Rp 425 | 1,7% |
| Rp 50.000 | Rp 600 | 1,2% |
Contoh ilustratif: gerobak dengan 60 pembayaran QRIS sehari, rata-rata Rp 12.000, membayar Rp 334 per pembayaran, sekitar Rp 20.000 sehari, atau sekitar Rp 520.000 dalam 26 hari dagang. Bagi pedagang dengan margin jajanan yang wajar, angka itu setara beberapa hari untung. Cara menghitungnya untuk nominal lain ada di halaman biaya transaksi dan pencairan.
Bandingkan dengan QRIS statis dari bank. Ketentuan Bank Indonesia yang berlaku sejak 1 Oktober 2026 membebaskan MDR QRIS untuk transaksi kecil, dengan batas yang lebih tinggi bagi usaha mikro; rinciannya dirangkum di artikel biaya QRIS 2026. Apakah sebuah bank meneruskannya ke tarif merchant perlu ditanyakan langsung ke bank tersebut, tetapi untuk jajanan di bawah Rp 25.000 selisihnya hampir selalu berpihak ke jalur bank.
Kapan QRIS statis dari bank sudah cukup
Jalur bank memadai kalau tiga hal ini benar sekaligus. Pemiliknya sendiri yang berdiri di depan gerobak, sehingga setiap pembayaran dilihat langsung di layar pembeli atau didengar dari notifikasi. Semua penjualan terjadi tatap muka, tanpa pesanan dari jauh. Dan uang yang masuk ke rekening yang sama dengan uang belanja rumah tangga tidak menjadi masalah. Dalam keadaan itu, status per transaksi tidak menambah apa pun, karena mata pemiliknya sudah menjadi pencocokannya. Perbedaan lengkap kedua jalur, termasuk ke rekening mana uangnya masuk, ada di perbandingan QRIS dari bank dan lewat agregator.
Tiga keadaan yang membuat tagihan per pembayaran layak
Gerobak dijaga karyawan. Dengan QRIS statis, notifikasinya masuk ke ponsel atau kotak suara milik pemilik rekening, sedangkan penjaga gerobak hanya bisa melihat layar pembeli. Layar pembeli bisa berupa tangkapan layar lama, dan itulah pintu masuk bukti transfer palsu. Dengan tagihan per pembayaran, karyawan masuk sebagai anggota tim berperan Staf di ponselnya sendiri, membuat tagihan, dan melihat statusnya berubah menjadi Dibayar di layar ponsel itu juga, karena halaman detail menanyakan statusnya setiap beberapa detik selama masih menunggu. Uangnya masuk ke saldo usaha. Staf tidak bisa menekan Cairkan sekarang, tidak bisa mengubah rekening pencairan, dan aksesnya berhenti saat dihapus pemilik. Daftar hak akses lengkap ada di halaman anggota tim dan role. Untuk pemilik dengan dua atau tiga gerobak, ini juga cara melihat omzet tiap gerobak dari satu daftar, asalkan keterangan tagihan diawali nama lokasinya.
Pesanan besar lewat WhatsApp. Pedagang nasi kuning, gorengan, atau es yang juga menerima pesanan kantor dan acara keluarga sering menunggu transfer untuk pesanan 40 porsi. Pesanan 40 x Rp 15.000 = Rp 600.000 lewat QRIS dikenai Rp 4.450, lewat Virtual Account Rp 5.000. Tautannya dikirim saat pemesan siap membayar, karena tagihan dari dashboard berlaku 60 menit, dan masakan baru disiapkan setelah statusnya Dibayar. Satu pesanan seperti ini menanggung biaya yang sama dengan dua pembeli jajanan, tetapi menghilangkan satu-satunya risiko yang benar-benar mahal: memasak 40 porsi untuk pemesan yang tidak jadi membayar.
Uang dagangan harus terpisah. Pedagang yang sedang mengumpulkan modal untuk gerobak kedua, atau yang perlu catatan omzet untuk pengajuan pinjaman usaha, membutuhkan uang dagangan yang tidak tercampur dengan transfer keluarga. Saldo usaha dan daftar transaksi yang bisa diekspor sebagai CSV memberi catatan itu tanpa buku tulis.
Cara menagih di depan gerobak
- Buka dashboard di ponsel penjual, tekan Buat permintaan, ketik nominal, dan pilih QRIS. Keterangan boleh kosong, tetapi isian singkat seperti “Gerobak Pasar Minggu, 2 es teh 1 cilok” membuat rekap sore jauh lebih mudah dibaca.
- Tunjukkan QR yang muncul di layar ke pembeli. Terangkan layar ponsel; QR di layar yang redup di bawah matahari adalah penyebab paling sering pembeli gagal memindai.
- Serahkan barang setelah status berubah menjadi Dibayar di layar penjual, bukan setelah pembeli menunjukkan layarnya sendiri.
Urutan ini lebih lambat dari stiker QRIS statis, karena setiap pembayaran butuh nominal yang diketik penjual. Pada antrean jam makan siang, beberapa detik per pembeli itu terasa. Itulah sebabnya pemilik yang menjaga gerobaknya sendiri lebih baik memakai stiker bank, dan tagihan per pembayaran disimpan untuk karyawan dan pesanan dari jauh.
Satu jebakan yang perlu diketahui: QR halaman pembayaran permanen yang bisa dicetak dari dashboard bukan QRIS statis. Hasil pindainya membuka halaman di ponsel pembeli, dan QRIS baru muncul di ponsel yang sama setelah nominal diisi. Bentuk itu cocok untuk iuran atau kotak donasi, tidak untuk gerobak.
Pencairan yang tidak memakan untung
Pencairan ke rekening dikenai Rp 3.000 per pencairan, bukan per pembayaran, dengan jadwal harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual. Pencairan harian selama 26 hari dagang berarti Rp 78.000 sebulan; mingguan berarti sekitar Rp 12.000. Pedagang yang membeli bahan dengan uang tunai hasil penjualan hari itu jarang membutuhkan pencairan harian dari saldo QRIS, jadi jadwal mingguan biasanya cukup.
Sebelum hari pertama
Selesaikan verifikasi akun lebih dulu: KTP, selfie, dan rekening atas nama sendiri, tanpa PT. Undang karyawan sebagai Staf, sepakati awalan keterangan per gerobak, nyalakan notifikasi browser di ponsel pemilik lewat Pengaturan, Notifikasi, supaya setiap pembayaran terdengar walau pemilik tidak di lokasi, dan pilih jadwal pencairan mingguan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah pedagang kaki lima perlu PT atau NIB untuk memakai Kasera Pay?
Tidak. Akun perorangan diverifikasi dengan KTP, selfie, dan rekening atas nama sendiri. Sebelum verifikasi selesai, akun hanya punya jatah 10 permintaan pembayaran dengan total Rp 1.000.000 seumur akun, dan gerobak yang ramai bisa menghabiskannya dalam satu sore, jadi verifikasi diselesaikan sebelum hari pertama berjualan.
Bisakah QR dicetak dan ditempel di gerobak seperti QRIS dari bank?
Bisa dicetak, tetapi hasilnya berbeda. QR halaman pembayaran permanen membuka sebuah halaman di ponsel pembeli, pembeli mengetik nominal, lalu QRIS-nya muncul di ponsel yang sama. Untuk dibayar, gambar QRIS itu harus disimpan dan diunggah di aplikasi bank, dan di depan gerobak langkah itu terlalu panjang. Untuk penjualan di tempat, QR yang ditunjukkan dari layar ponsel penjual jauh lebih cepat.
Apakah Virtual Account berguna untuk gerobak?
Hampir tidak. Nominal minimum Virtual Account Rp 10.000 dan biayanya Rp 5.000 tetap per pembayaran, jadi untuk jajanan Rp 15.000 sepertiga harganya habis untuk biaya. Virtual Account baru masuk akal untuk pesanan besar yang dibayar dari komputer atau ATM, misalnya pesanan kantor ratusan ribu rupiah.
Panduan per jenis usaha
- Laundry
- Katering
- Bengkel motor dan mobil
- Klinik gigi dan praktik dokter
- Fotografi dan videografi
- Bimbel dan les privat
- Gym dan studio kebugaran
- Sewa lapangan olahraga
- Homestay dan villa
- Rental alat
- Toko bahan bangunan
- Jasa renovasi rumah
- Jasa pindahan rumah
- Percetakan dan digital printing
- Pet shop dan penitipan hewan
- Open trip
- Depot air minum isi ulang
- Toko bunga dan papan bunga
- Sekolah sepak bola dan klub olahraga anak
- Servis HP dan laptop
- Kursus mengemudi
- Sanggar tari dan kursus musik
- Aqiqah dan hewan kurban
- Antar-jemput sekolah
- SPP sekolah swasta, madrasah, dan pesantren
- Kue rumahan
- Jualan sayur online
- Kantin dan food court
- Cuci mobil dan motor
- Jualan frozen food
- Jualan thrift dan preloved
- Cleaning service dan bersih-bersih rumah
- Jasa penerjemah dan juru bahasa
- Toko optik dan kacamata
- Toko oleh-oleh dan jajanan khas
- Toko top up game dan voucher
- Tempat wisata dan agrowisata
- Rental PS dan warnet
- Photobox dan photobooth
- Jasa cuci sepatu
- Toko buku dan alat tulis
- Daycare dan penitipan anak
- TPA, TPQ, dan rumah tahfiz
- Kolam pemancingan
- Coworking space dan ruang rapat
- Studio tato
- Pesan antar makanan sendiri
- Parkir dan penitipan motor
- Komisi ilustrasi dan desain pesanan
- Agen dan grosir sembako
- Konsultasi psikolog dan konselor online
- Toko ikan hias dan aquascape
- Tanaman hias dan bibit
- Pesanan hampers dan parsel
- Warung dan kasbon
- Kedai kopi dan kafe
- Penjahit dan konveksi
- Kos dan kontrakan
- Jastip
- Freelancer
- Jasa website dan hosting
- Jasa panggilan di tempat