Blog · Terbit
Menerima pembayaran toko oleh-oleh dan jajanan khas: rombongan bus yang harus selesai membayar dalam 30 menit, kiriman ke rumah yang ditagih setelah dikemas, dan pesanan ulang lewat WhatsApp
Toko oleh-oleh punya dua jam yang sangat berbeda. Sebagian besar hari berjalan pelan: pembeli datang satu per satu, memilih lama, membayar sekali. Lalu satu bus berhenti, empat puluh orang masuk bersamaan, dan semuanya harus selesai membayar sebelum pemandu memanggil kembali ke bus. Susunan yang bertahan di jam ramai itu: setiap meja kasir membuat satu tagihan QRIS per pembeli dengan nominal final dari totalan belanjanya, Keterangan diisi nama rombongan, barang diserahkan setelah layar kasir menunjukkan Dibayar, dan kiriman ke rumah ditagih terpisah setelah paketnya ditimbang. Untuk belanja sampai Rp 100.000, biaya QRIS-nya Rp 500 per pembayaran.
Rombongan bus: satu tagihan per pembeli, dibuat di meja kasir
Kasir menjumlah belanjaan, membuat permintaan pembayaran dengan nominal itu dari dashboard atau aplikasi Android, dan memperlihatkan QR di layar. Pembeli memindainya dengan aplikasi bank atau dompet digital yang mendukung QRIS, dan layar kasir berubah menjadi Dibayar setelah pembayarannya dikonfirmasi. Langkahnya dirinci di panduan menerima pembayaran tanpa coding.
Kenapa tidak cukup satu QR cetak di dinding? Halaman pembayaran permanen dengan QR cetak memang ada, dan pembeli mengisi sendiri nominal, nama, dan catatan sebelum membayar. Untuk hari biasa itu praktis. Saat rombongan datang, masalahnya adalah pencocokan: empat orang membayar dari QR yang sama dalam satu menit, dua di antaranya mengetik nominal yang dibulatkan, dan kasir harus mencari pembayaran mana yang milik pembeli di depannya. Tagihan yang dibuat kasir mengunci nominalnya, dan statusnya tampil di layar yang sama dengan totalan belanja. Tidak ada yang perlu dicocokkan.
Beberapa hal kecil yang menentukan di jam ramai:
- Setiap kasir masuk dengan akunnya sendiri sebagai Staf, sehingga tagihan dari meja satu tidak tercampur dengan meja dua di layar yang sama. Pembagian peran ada di dokumentasi tim.
- Pembeli yang statusnya masih Menunggu diminta bergeser ke samping meja, dan kasir lanjut melayani orang berikutnya. Antrean berhenti kalau kasir menatap satu layar sampai berubah.
- Tagihan yang tidak jadi dibayar, misalnya karena pembeli memutuskan membayar tunai, dibatalkan saat itu juga agar daftar tagihan aktif tetap bersih.
- Kalau sinyal di toko sering turun saat banyak ponsel aktif bersamaan, persiapannya sama dengan yang dibahas di tulisan tentang menerima pembayaran di acara tanpa sinyal stabil.
Keterangan berisi nama rombongan, bukan nama barang
Banyak toko oleh-oleh menghitung penjualan per rombongan, entah untuk catatan sendiri atau untuk kesepakatan dengan biro perjalanan. Isi Keterangan setiap tagihan dengan pola yang sama, misalnya “Bus Semarang 17/10 pagi”. Di akhir hari, CSV transaksi bisa diunduh dari halaman Transaksi, termasuk oleh Staf, dan kolomnya memuat deskripsi, status, nominal kotor, biaya, dan nominal bersih. Saring kolom deskripsi di spreadsheet, jumlahkan baris yang berstatus berhasil, dan total per rombongan keluar tanpa menghitung nota satu per satu.
Kesepakatan dengan pemandu atau biro tetap dibayar terpisah dari rekening toko. Jangan menambahkannya ke tagihan pembeli: pembeli membayar harga barang, dan nominal yang dilihatnya di layar harus sama dengan totalan di meja.
Kiriman ke rumah: tagih setelah paket ditimbang
Pembeli dari luar kota sering membeli lebih dari yang bisa dibawa naik bus, lalu minta sisanya dikirim. Jangan menggabungkannya ke tagihan di meja kasir. Catat alamat dan pesanannya, kemas, timbang, cek ongkir, lalu buat satu tagihan berisi harga barang ditambah ongkir dan kirim tautannya lewat WhatsApp. Paket diserahkan ke kurir setelah tagihannya Dibayar. Tagihan dari dashboard berlaku 60 menit; kalau lewat, statusnya menjadi Kedaluwarsa dan tagihan baru dibuat saat pembeli siap.
Jajanan basah punya masa simpan yang pendek, dan beberapa produk tidak tahan perjalanan lebih dari satu hari. Tulis di pesan, sebelum tautan dikirim, produk mana yang masa simpannya berapa hari, kurir apa yang dipakai, dan apa yang terjadi kalau paket terlambat. Pembayaran QRIS dan Virtual Account tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay; penggantian, kalau ada, ditransfer dari rekening toko sendiri, seperti dijelaskan di tulisan tentang pengembalian dana. Aturan yang tertulis sebelum pembeli membayar jauh lebih mudah dipegang daripada aturan yang dirumuskan setelah komplain masuk.
Pesanan ulang dari pembeli yang sudah pulang
Pembeli yang puas sering memesan lagi dua atau tiga minggu kemudian lewat WhatsApp. Ini penjualan jarak jauh biasa: totalan barang dan ongkir dihitung dulu, tagihan dibuat, tautan dikirim, dan barang dikemas untuk dikirim setelah Dibayar. Kalau nomor WhatsApp pembeli diisi di detail pembeli dan saldo WhatsApp tersedia, tautannya bisa dikirim langsung saat tagihan dibuat; setiap pesan memakai satu saldo. Menyimpan pembeli sebagai pelanggan membuat pesanan berikutnya tidak perlu mengetik ulang nama dan nomornya.
Parsel kantor dan pesanan reseller: Virtual Account
Kantor yang memesan puluhan paket untuk tamu atau acara biasanya membayar dari rekening perusahaan, sering lewat bagian keuangan yang tidak memegang aplikasi dompet digital. Untuk nominal sebesar itu, Virtual Account lebih murah karena biayanya tetap Rp 5.000 per pembayaran. Maksimum per pembayaran saat ini Rp 10.000.000; pesanan yang lebih besar dibagi beberapa tagihan, misalnya per tahap pengiriman, dan batas maksimum Virtual Account bisa dinaikkan per akun atas permintaan ke halo@kasera.id.
Biaya per nominal
Biaya dipotong dari setiap pembayaran berhasil, tanpa biaya bulanan. QRIS dikenai Rp 500 flat untuk pembayaran sampai Rp 100.000, dan 0,7% + Rp 250 di atasnya, dengan komponen persen dibulatkan ke atas. Virtual Account Rp 5.000 per pembayaran. Rinciannya ada di halaman biaya. Contoh ilustrasi:
| Pembayaran (ilustrasi) | QRIS | Virtual Account |
|---|---|---|
| Satu kotak jajanan, Rp 35.000 | Rp 500 | Rp 5.000 |
| Belanja satu orang dari rombongan, Rp 100.000 | Rp 500 | Rp 5.000 |
| Belanja satu orang dari rombongan, Rp 180.000 | Rp 1.510 | Rp 5.000 |
| Kiriman ke rumah termasuk ongkir, Rp 420.000 | Rp 3.190 | Rp 5.000 |
| Parsel kantor, Rp 2.750.000 | Rp 19.500 | Rp 5.000 |
Dua hal yang perlu dibaca dari tabel itu. Pertama, pada belanja sangat kecil, Rp 500 tetap terasa: untuk satu bungkus Rp 15.000, biayanya sekitar 3,3%. Kedua, di atas sekitar Rp 678.600 per pembayaran, Virtual Account lebih murah daripada QRIS. Pencairan ke rekening dikenai Rp 3.000 per pencairan, bukan per pembayaran, jadi jadwal mingguan lebih hemat daripada harian untuk toko yang ramainya hanya di akhir pekan. Cara memasukkan biaya ke harga jual dibahas di tulisan tentang harga jual setelah biaya transaksi.
Sebelum rombongan pertama
Pemilik toko perorangan bisa mendaftar tanpa badan usaha; verifikasi pemilik memakai KTP dan selfie. Sebelum verifikasi selesai, akun sudah bisa membuat 10 permintaan pembayaran dengan total Rp 1.000.000, cukup untuk mencoba alurnya di setiap meja kasir, tetapi tidak cukup untuk satu bus. Selesaikan verifikasi, undang kasir sebagai Staf, sepakati pola Keterangan, dan coba satu putaran penuh dari totalan sampai Dibayar sebelum hari ramai pertama.
Pertanyaan yang sering muncul
Pembeli dari rombongan menunjukkan layar aplikasi bank yang bertuliskan berhasil. Barangnya boleh langsung dibawa?
Tandanya ada di layar kasir, bukan di ponsel pembeli. Tagihan yang dibuat kasir berubah menjadi Dibayar setelah pembayarannya dikonfirmasi, dan biasanya itu terjadi dalam hitungan detik. Kalau status masih Menunggu, minta pembeli menunggu sebentar di samping meja sementara kasir melayani orang berikutnya, lalu periksa lagi. Tangkapan layar bisa diedit, dan pembeli rombongan tidak bisa dicari lagi setelah busnya berangkat.
Paket kiriman sampai dalam keadaan basi karena kurirnya terlambat. Uangnya bisa dikembalikan lewat Kasera Pay?
Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay, baik oleh toko maupun oleh Kasera. Kalau toko memutuskan mengganti, nominalnya ditransfer dari rekening usaha sendiri dan biaya transaksi yang sudah terpotong tidak kembali. Karena itu masa simpan tiap produk dan batas kirimnya ditulis di pesan sebelum tautan pembayaran dikirim.
Toko punya tiga meja kasir. Apakah ketiganya harus memakai satu akun pemilik?
Tidak perlu. Setiap kasir diundang sebagai anggota tim berperan Staf dan masuk dengan akunnya sendiri di dashboard atau aplikasi Android. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran serta mengunduh CSV, tetapi tidak bisa mencairkan saldo atau mengganti rekening pencairan.
Panduan per jenis usaha
- Laundry
- Katering
- Bengkel motor dan mobil
- Klinik gigi dan praktik dokter
- Fotografi dan videografi
- Bimbel dan les privat
- Gym dan studio kebugaran
- Sewa lapangan olahraga
- Homestay dan villa
- Rental alat
- Toko bahan bangunan
- Jasa renovasi rumah
- Jasa pindahan rumah
- Percetakan dan digital printing
- Pet shop dan penitipan hewan
- Open trip
- Depot air minum isi ulang
- Toko bunga dan papan bunga
- Sekolah sepak bola dan klub olahraga anak
- Servis HP dan laptop
- Kursus mengemudi
- Sanggar tari dan kursus musik
- Aqiqah dan hewan kurban
- Antar-jemput sekolah
- SPP sekolah swasta, madrasah, dan pesantren
- Kue rumahan
- Jualan sayur online
- Kantin dan food court
- Cuci mobil dan motor
- Jualan frozen food
- Jualan thrift dan preloved
- Cleaning service dan bersih-bersih rumah
- Jasa penerjemah dan juru bahasa
- Toko optik dan kacamata
- Tanaman hias dan bibit
- Pesanan hampers dan parsel
- Warung dan kasbon
- Kedai kopi dan kafe
- Penjahit dan konveksi
- Kos dan kontrakan
- Jastip
- Freelancer
- Jasa website dan hosting
- Jasa panggilan di tempat