Blog · Terbit
Menerima pembayaran jasa penerjemah dan juru bahasa: harga yang baru pasti setelah dokumen dilihat, file final yang dikirim setelah status Dibayar, dan proyek besar yang lebih murah lewat Virtual Account
Jasa penerjemahan punya urutan yang berbeda dari toko: harganya baru bisa dihitung setelah dokumennya dilihat, dan yang diserahkan berupa file yang bisa disalin begitu terkirim. Susunan yang paling jarang berujung tagihan macet: penawaran dihitung dari file, tagihan baru dibuat setelah klien menyetujui angkanya, dokumen kecil dibayar penuh di muka, proyek besar dibagi DP dan pelunasan, dan file final hanya dikirim setelah status tagihannya Dibayar. Pekerjaan bernilai besar dan klien perusahaan lebih murah ditagih lewat Virtual Account; dokumen satuan lebih murah lewat QRIS.
Penawaran dulu, tagihan sesudahnya
Klien hampir selalu bertanya “berapa?” sebelum mengirim file, dan jawabannya bergantung pada jumlah halaman, kepadatan teks, pasangan bahasa, dan tenggat. Urutan yang rapi: minta file atau foto dokumennya, hitung per halaman atau per kata, kirim penawaran tertulis yang memuat harga, tenggat, jumlah putaran revisi, dan bentuk penyerahan (PDF, Word, atau hasil cetak), lalu buat tagihan setelah klien membalas setuju.
Tagihan dibuat dari dashboard dengan Nominal, Metode, dan Keterangan. Keterangan yang konsisten membuat pertanyaan “ijazah yang kemarin sudah dibayar belum?” terjawab dari kolom pencarian daftar transaksi. Contoh pola: “TR-1015-02 ijazah + transkrip ID-EN, 4 hlm, tersumpah”, yaitu nomor pesanan, jenis dokumen, pasangan bahasa, jumlah halaman, dan jenis terjemahannya. Jangan tulis NIK, nomor paspor, atau isi dokumen di Keterangan, karena isinya tampil di halaman pembayaran klien.
Tagihan dari dashboard berlaku 60 menit. Kirim tautannya saat klien sedang membalas pesan, bukan bersama penawaran yang mungkin baru dibaca besok. Kalau kedaluwarsa, buat tagihan baru dengan Keterangan yang sama; tagihan yang kedaluwarsa tidak dikenai biaya.
Dokumen kecil: lunas di muka
Akta kelahiran, ijazah, transkrip, surat keterangan, dan dokumen satuan lain untuk keperluan visa atau pendaftaran kuliah biasanya bernilai di bawah Rp 500.000 dan dikerjakan dalam satu sampai tiga hari. Di nominal itu, membagi DP dan pelunasan hanya menggandakan pekerjaan menagih. Pola yang lebih sederhana: lunas di muka, pekerjaan dimulai setelah status Dibayar. Untuk terjemahan tersumpah yang dicetak dan distempel, aturan ini lebih penting lagi, karena kertas, cetak, dan ongkos kirimnya sudah keluar sebelum klien menerima apa pun.
Ongkos kirim hasil cetak paling rapi dimasukkan ke nominal yang sama dan disebut di Keterangan, misalnya “+ ongkir ke Bandung”, supaya satu pesanan tetap satu tagihan yang bisa dicari.
Proyek besar: DP, pratinjau, lalu pelunasan
Terjemahan skripsi, jurnal, kontrak, manual produk, atau situs web bisa berjalan berminggu-minggu. Di sini dua tagihan lebih adil bagi kedua pihak: DP, misalnya 50%, saat penawaran disetujui, dan pelunasan setelah pekerjaan selesai. Yang membuat pelunasan lancar adalah pratinjau: kirim beberapa halaman pertama atau seluruh hasil dalam PDF bertanda air, lalu tagihan pelunasan dibuat setelah klien memeriksanya. File Word yang bisa disunting dikirim setelah tagihan pelunasan berstatus Dibayar, bukan setelah klien mengirim tangkapan layar transfer. Bukti transfer palsu paling sering muncul tepat di titik ini, ketika klien sedang dikejar tenggatnya sendiri.
Satu permintaan pembayaran paling besar Rp 10.000.000. Proyek di atas itu dibagi menjadi beberapa termin, dan batas lengkapnya ada di dokumentasi batas transaksi. Cara menyusun termin untuk pekerjaan lepas pada umumnya dibahas di artikel menagih klien freelance.
Klien yang sedang di luar negeri
Sebagian besar dokumen satuan dipesan oleh orang yang sedang mengurus studi atau kerja di luar negeri, dan sering sudah berada di sana. Klien seperti ini umumnya tetap bisa membayar selama masih memegang aplikasi bank atau dompet digital Indonesia: QR dipindai dari aplikasinya, atau nomor Virtual Account dibayar lewat mobile banking. Klien yang sama sekali tidak memegang rekening Indonesia tidak bisa membayar lewat QRIS maupun Virtual Account, dan tagihan selalu dalam rupiah. Siapa yang masih bisa membayar dan siapa yang tidak dijelaskan di panduan menerima pembayaran dari luar negeri. Untuk klien di zona waktu lain, sepakati jam pembayaran lebih dulu, lalu buat tagihannya pada jam itu, karena batas 60 menit tadi tetap berlaku.
Juru bahasa: tanggal dikunci dengan DP
Juru bahasa untuk rapat, seminar, kunjungan pabrik, atau akad nikah dengan pasangan warga negara asing dipesan untuk tanggal tertentu, dan pembatalan mendadak berarti satu hari kerja hilang. Polanya sama dengan pekerjaan berjadwal lain: DP saat tanggal disepakati, pelunasan di hari pelaksanaan atau sesudahnya. Aturan pembatalan ditulis di konfirmasi sebelum DP ditagih: sampai berapa hari sebelum acara DP masih dikembalikan, dan kapan tidak lagi. Untuk penyelenggara acara yang membayar dari rekening kantor, kedua tagihan paling murah lewat Virtual Account.
Klien perusahaan dan biro dengan beberapa penerjemah
Kantor hukum, agen properti, dan perusahaan yang rutin menerjemahkan dokumen membayar dari aplikasi bank perusahaan, dan bagian keuangannya lebih terbiasa menyalin nomor rekening tujuan daripada memindai QR. Virtual Account cocok untuk mereka, dan biayanya Rp 5.000 tetap berapa pun nominalnya. Urutan invoice bertempo, tanggal pembayaran, dan penerbitan tautannya dibahas di artikel menagih pelanggan korporat.
Biro dengan koordinator proyek bisa mengundang koordinator itu sebagai anggota tim berperan Staf. Menurut dokumentasi tim, Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran, tetapi tidak bisa mencairkan dana atau mengganti rekening pencairan. Koordinator menagih klien, uangnya masuk ke saldo biro, dan penerjemah lepas yang mengerjakan dokumennya dibayar biro dari rekening sendiri.
Hitungan biaya per jenis pekerjaan
Contoh ilustrasi dengan tarif yang berlaku saat artikel ini ditulis: QRIS 0,7% + Rp 250 per transaksi berhasil, Virtual Account Rp 5.000 tetap. Titik impasnya sekitar Rp 678.600; di bawahnya QRIS lebih murah, di atasnya Virtual Account.
| Pekerjaan (ilustrasi) | Nominal | Lewat QRIS | Lewat Virtual Account |
|---|---|---|---|
| Akta kelahiran, 1 halaman, tersumpah | Rp 90.000 | Rp 880 | Rp 5.000 |
| Ijazah + transkrip, 4 halaman, tersumpah | Rp 300.000 | Rp 2.350 | Rp 5.000 |
| DP 50% terjemahan jurnal 8.000 kata | Rp 800.000 | Rp 5.850 | Rp 5.000 |
| Juru bahasa seminar, satu hari | Rp 2.500.000 | Rp 17.750 | Rp 5.000 |
| Paket dokumen bulanan kantor hukum | Rp 6.000.000 | Rp 42.250 | Rp 5.000 |
Polanya: dokumen satuan hampir selalu lebih murah lewat QRIS, sedangkan termin proyek, juru bahasa, dan paket bulanan lebih murah lewat Virtual Account. Di paket bulanan tadi, selisihnya Rp 37.250 per bulan. Metode dipilih per tagihan, jadi kedua jenis klien dilayani dari akun yang sama. Rincian tarif dan pembulatannya ada di halaman biaya.
Menyiapkan akunnya
Penerjemah lepas tidak perlu PT: akun perorangan diverifikasi dengan KTP dan selfie. Selesaikan verifikasi sebelum klien pertama, karena sebelum terverifikasi akun hanya punya jatah 10 permintaan pembayaran dengan total Rp 1.000.000 seumur akun, dan satu termin proyek bisa menghabiskannya. Nyalakan QRIS dan Virtual Account di pengaturan metode pembayaran, tetapkan pola Keterangan, lalu tulis aturan revisi dan pembatalan di template penawaran. Uang yang masuk dicairkan ke rekening yang sudah diverifikasi dengan biaya Rp 3.000 per pencairan, sesuai jadwal yang dipilih: harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual.
Pertanyaan yang sering muncul
Klien meminta revisi besar setelah membayar lunas. Uangnya bisa dikembalikan lewat Kasera Pay?
Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay. Kalau usaha memutuskan mengembalikan sebagian uang, nominalnya ditransfer dari rekening sendiri, dan biaya transaksi yang sudah terpotong tidak kembali. Karena itu batas revisi, misalnya satu putaran revisi istilah tanpa biaya, sebaiknya tertulis di penawaran sebelum tagihan pertama dibuat.
Penerjemah lepas tanpa PT bisa memakai Kasera Pay?
Bisa. Akun perorangan diverifikasi dengan KTP dan selfie, dan uangnya dicairkan ke rekening atas nama pemilik akun yang sudah diverifikasi. Sebelum verifikasi selesai, akun sudah bisa menerima pembayaran dengan jatah 10 permintaan dan total Rp 1.000.000 seumur akun, cukup untuk mencoba alurnya dengan beberapa klien pertama.
Klien perusahaan meminta invoice dengan NPWP. Apakah Kasera Pay membuatkannya?
Tidak. Kasera Pay tidak membuat dokumen invoice untuk pembayaran satu kali. Invoice dibuat sendiri dengan nomor yang sama dengan Keterangan tagihan, lalu tautan pembayarannya dikirim pada hari bagian keuangan klien siap membayar. Email bukti pembayaran ke pembayar hanya terkirim kalau opsi Kirim email bukti pembayaran dinyalakan di pengaturan metode pembayaran, dan itu tetap bukan invoice.
Panduan per jenis usaha
- Laundry
- Katering
- Bengkel motor dan mobil
- Klinik gigi dan praktik dokter
- Fotografi dan videografi
- Bimbel dan les privat
- Gym dan studio kebugaran
- Sewa lapangan olahraga
- Homestay dan villa
- Rental alat
- Toko bahan bangunan
- Jasa renovasi rumah
- Jasa pindahan rumah
- Percetakan dan digital printing
- Pet shop dan penitipan hewan
- Open trip
- Depot air minum isi ulang
- Toko bunga dan papan bunga
- Sekolah sepak bola dan klub olahraga anak
- Servis HP dan laptop
- Kursus mengemudi
- Sanggar tari dan kursus musik
- Aqiqah dan hewan kurban
- Antar-jemput sekolah
- SPP sekolah swasta, madrasah, dan pesantren
- Kue rumahan
- Jualan sayur online
- Kantin dan food court
- Cuci mobil dan motor
- Jualan frozen food
- Jualan thrift dan preloved
- Cleaning service dan bersih-bersih rumah
- Pesanan hampers dan parsel
- Warung dan kasbon
- Kedai kopi dan kafe
- Penjahit dan konveksi
- Kos dan kontrakan
- Jastip
- Freelancer
- Jasa website dan hosting
- Jasa panggilan di tempat