Blog · Terbit
Menagih pembeli jastip: bayar di muka atau ditalangi dulu, satu tagihan per pembeli, dan harga yang baru pasti setelah barang dibeli
Jawaban singkatnya: untuk jastip, tagihan paling rapi dibuat setelah barang ada di tangan, satu tagihan per pembeli, berisi harga dari struk ditambah fee jasa dan ongkos kirim, lalu dikirim saat pembeli siap membayar. Pembayaran di muka tetap ada tempatnya, tetapi setiap rupiah yang ditagih sebelum harga pasti adalah rupiah yang mungkin harus ditransfer balik dengan tangan, sementara biaya transaksinya tidak ikut kembali. Angka di bawah memakai tarif Kasera Pay yang berlaku saat artikel ini ditulis: QRIS 0,7 persen ditambah Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 tetap per pembayaran berhasil.
Dua susunan, dan yang dikorbankan masing-masing
Ditalangi dulu. Penitip mengumpulkan daftar pesanan, membeli dengan uang sendiri, lalu menagih setiap pembeli dengan harga yang sudah pasti. Yang dikorbankan adalah modal: seluruh belanja satu perjalanan keluar dari kantong penitip, dan risikonya pembeli yang membatalkan setelah barang dibeli. Yang didapat adalah tagihan yang tidak pernah salah angka.
Dibayar di muka. Pembeli membayar perkiraan harga sebelum berangkat. Modal tidak keluar, dan pembeli yang tidak serius tersaring. Yang dikorbankan adalah ketepatan: harga di rak bisa berbeda dari foto katalog, diskon di tempat datang tanpa pemberitahuan, kurs bergerak, dan ukuran atau warna yang dipesan bisa habis. Setiap selisih itu harus diselesaikan satu per satu setelah perjalanan.
Jalan tengah yang sering dipakai adalah uang muka kecil yang menahan komitmen, lalu pelunasan setelah barang dibeli. Akibat susunan dua termin itu pada biaya dan pada tautan dibahas utuh di perbandingan uang muka dan pembayaran penuh di muka. Satu hal yang khas jastip: pembayaran di muka untuk barang fisik yang baru diserahkan lebih dari 30 hari ke depan termasuk daftar yang butuh persetujuan tertulis lebih dulu di halaman larangan. Perjalanan panjang atau pengiriman antarnegara mudah melewati batas itu, jadi kirim surel ke halo@kasera.id sebelum memungut uang untuk perjalanan semacam itu.
Selisih harga pada pembayaran di muka, dihitung
Seorang pembeli membayar di muka Rp 1.200.000 lewat QRIS untuk tiga barang. Di toko, totalnya ternyata Rp 1.050.000. Biaya atas pembayaran Rp 1.200.000 adalah Rp 8.650, dan biaya itu tidak dikembalikan. Kelebihan Rp 150.000 dikembalikan lewat transfer dari rekening penjual sendiri, karena pengembalian dana memang berjalan di luar Kasera Pay. Kalau tagihan yang sama dibuat setelah belanja, nominalnya Rp 1.050.000 dan biayanya Rp 7.600, tanpa transfer balik sama sekali. Selisih Rp 1.050 terlihat kecil; yang mahal adalah dua puluh transfer balik setelah satu perjalanan, masing-masing dengan nomor rekening yang harus ditanyakan ulang ke pembelinya.
Satu tagihan per pembeli, bukan per barang
Biaya dihitung per pembayaran. Pembeli yang menitip tiga barang seharga Rp 280.000, Rp 150.000, dan Rp 420.000 yang ditagih terpisah lewat Virtual Account membayar biaya Rp 15.000; satu tagihan Rp 850.000 cukup Rp 5.000. Lewat QRIS selisihnya lebih kecil, karena yang berlipat hanya Rp 250 per tagihan, tetapi tiga tagihan juga berarti tiga baris yang harus dicocokkan dan tiga kesempatan pembeli membayar dua dari tiganya saja.
Rincian barangnya tetap bisa ikut. Deskripsi tagihan tampil di halaman pembayaran dan muat sampai 255 karakter, cukup untuk “Jastip Bangkok Sep: 2 kaos, 1 tas, fee jasa, ongkir”. Deskripsi itu juga salah satu dari dua kolom yang dicari oleh kotak pencarian daftar transaksi, jadi awali dengan kode perjalanan yang sama untuk seluruh pembeli. Kebiasaan penamaan untuk puluhan tagihan yang menunggu bersamaan dibahas di artikel mengelola banyak tagihan aktif sekaligus. Penitip yang menagih lewat API bisa mengirim order_items, sampai 50 baris nama, harga, dan kuantitas yang tampil di halaman pembayaran. Jumlah harga dikali kuantitas harus sama persis dengan nominal, termasuk baris fee jasa dan ongkir, kalau tidak permintaannya ditolak.
QRIS atau Virtual Account, menurut total per pembeli
Total jastip per pembeli sering berada di rentang ratusan ribu sampai jutaan, tepat di wilayah tempat pilihan metode mengubah biaya. Titik impasnya sekitar Rp 678.600: di bawahnya QRIS lebih murah, di atasnya Virtual Account.
| Total per pembeli | QRIS | Virtual Account |
|---|---|---|
| Rp 350.000 | Rp 2.700 | Rp 5.000 |
| Rp 850.000 | Rp 6.200 | Rp 5.000 |
| Rp 2.400.000 | Rp 17.050 | Rp 5.000 |
| Rp 6.000.000 | Rp 42.250 | Rp 5.000 |
Pada nominal besar ada alasan kedua selain biaya: aplikasi bank dan dompet digital pembeli punya batas QRIS per transaksi dan per hari, dan pembayaran yang ditolak di sana tidak meninggalkan jejak apa pun di sisi penjual. Angkanya per bank ada di artikel batas transfer di sisi pembeli. Maksimum per pembayaran di Kasera Pay Rp 10.000.000, jadi titipan barang mewah di atas itu dipecah menjadi beberapa tagihan.
Kapan tautan dikirim: masa berlakunya pendek
Tagihan yang dibuat dari dashboard berlaku sesuai bawaan akun, 60 menit, dan formulirnya menyebutkan angka itu di bawah tombol buat. Akibatnya jelas: tautan yang ikut dikirim bersama rekap ke tiga puluh pembeli pada malam kepulangan akan kedaluwarsa sebelum sebagian besar dari mereka membuka pesannya. Urutan yang bekerja adalah kirim rekap dan totalnya lebih dulu, tunggu pembeli mengonfirmasi, lalu buat dan kirim tautannya. Pilihan kirim tautan ke email pembeli di formulir yang sama membantu kalau pembeli lebih sering membuka surel daripada chat. Lewat API masa berlaku bisa diperpanjang sampai plafon akun, 24 jam secara bawaan. Tautan yang terlanjur kedaluwarsa tidak diperpanjang, tetapi diganti tagihan baru, seperti dijelaskan di artikel menagih ulang pembeli yang tautannya kedaluwarsa.
Jatah sebelum verifikasi habis dalam satu perjalanan
Akun yang belum menyelesaikan verifikasi punya jatah seumur akun: 10 permintaan pembayaran dan Rp 1.000.000 nominal yang bisa diterima. Satu perjalanan dengan dua belas pembeli, atau tiga pembeli dengan total Rp 400.000 masing-masing, sudah melewatinya. Selesaikan verifikasi identitas dan rekening sebelum berangkat, bukan pada malam menagih. Langkahnya ada di panduan verifikasi akun.
Urutan satu perjalanan
- Sebelum berangkat: verifikasi akun selesai, kode perjalanan ditetapkan, dan pembeli diberi tahu bahwa tagihan datang setelah barang dibeli, lengkap dengan fee jasa per barang.
- Saat belanja: foto struk per pembeli, catat barang yang habis sebelum meninggalkan toko.
- Setelah belanja: kirim rekap per pembeli berisi barang, harga struk, fee jasa, ongkir, dan total, lalu minta konfirmasi.
- Setelah konfirmasi: buat satu tagihan per pembeli, dengan deskripsi berawalan kode perjalanan, metode dipilih menurut total, dan kirim tautannya saat itu juga.
- Barang dikirim setelah status tagihannya
succeeded, bukan setelah pembeli mengirim tangkapan layar.
Pertanyaan yang sering muncul
Boleh menerima pembayaran jastip sebelum barangnya dibeli?
Bisa secara teknis, dengan satu batas yang perlu diperiksa lebih dulu. Halaman larangan Kasera Pay memasukkan pre-order dan pembayaran di muka untuk barang fisik yang baru diserahkan lebih dari 30 hari ke depan ke dalam daftar yang butuh persetujuan tertulis sebelum dimulai. Jastip dari perjalanan panjang atau dengan pengiriman antarnegara sering melewati 30 hari itu. Menagih setelah barang dibeli tidak menyentuh butir tersebut sama sekali.
Kalau barang yang sudah dibayar ternyata habis, bagaimana mengembalikan uangnya?
Pengembalian dana ditransfer sendiri dari rekening penjual ke pembeli, di luar Kasera Pay, dan biaya transaksi atas pembayaran yang sudah berhasil tidak dikembalikan. Jadi setiap barang yang dibayar di muka lalu batal dibeli meninggalkan dua ongkos: pekerjaan transfer balik dan biaya yang tetap terpotong. Itu alasan terkuat untuk menagih setelah barang ada di tangan.
Bisakah biaya transaksinya dibebankan ke pembeli jastip?
Bisa, lewat pilihan Terima utuh saat membuat tagihan: nominal yang diisi menjadi yang diterima penjual dan total pembeli dinaikkan sebesar biayanya. Hanya saja pembeli jastip sudah membayar fee jasa, dan baris biaya kedua mudah terbaca sebagai pungutan ganda. Biasanya lebih rapi memasukkan perkiraan biaya transaksi ke dalam fee jasa dan membiarkan penjual yang menanggung biayanya.