Blog · Terbit
Menerima pembayaran usaha rental alat: sewa kamera, alat camping, dan perlengkapan acara, dengan uang jaminan yang ditagih terpisah dan denda yang dipotong saat barang kembali
Jawaban singkatnya: rental alat memungut dua jenis uang yang harus dipisahkan sejak awal. Sewa adalah pendapatan dan ditagih begitu barang serta tanggal ambil dan kembali sudah pasti. Uang jaminan adalah uang penyewa yang akan dikembalikan, jadi ditagih sebagai pembayaran tersendiri lewat metode berbiaya tetap, karena biayanya tidak ikut kembali. Keterlambatan dan kerusakan dipotong dari jaminan saat barang kembali, dalam satu transfer. Semua angka biaya di bawah memakai tarif dasar Kasera Pay, QRIS 0,7% ditambah Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 tetap per pembayaran berhasil, seperti tercantum di halaman biaya. Harga sewa pada contoh hanya ilustrasi.
| Uang yang dipungut | Kapan ditagih | Metode | Jebakan utamanya |
|---|---|---|---|
| Sewa, diambil hari ini atau besok | Saat penyewa mengonfirmasi barang dan tanggal | QRIS, atau Virtual Account di atas sekitar Rp 678.600 | Tautan yang dikirim sebelum penyewa siap membayar |
| DP pengunci tanggal | Saat tanggal disepakati | QRIS | Pesanan berbulan-bulan di muka tanpa persetujuan |
| Uang jaminan | Sebelum barang diserahkan, terpisah dari sewa | Virtual Account | Digabung dengan sewa dalam satu tagihan |
| Keterlambatan dan kerusakan | Saat barang kembali dan diperiksa | Dipotong dari jaminan, atau tagihan baru | Aturan denda yang baru disebut setelah kejadian |
Sewa: tagihan dibuat setelah barang dan tanggalnya pasti
Harga sewa adalah tarif harian dikali jumlah hari, ditambah perlengkapan yang ikut. Paket kamera mirrorless dengan satu lensa pada Rp 250.000 per hari selama tiga hari menjadi Rp 750.000. Lewat QRIS biayanya Rp 5.250 ditambah Rp 250, jadi Rp 5.500; lewat Virtual Account Rp 5.000. Tenda empat orang Rp 50.000 per hari dan carrier Rp 35.000 per hari untuk dua hari menjadi Rp 170.000, dan biaya QRIS-nya Rp 1.440, di bawah 1%. Keduanya seimbang di sekitar Rp 678.600: di bawahnya QRIS lebih murah, di atasnya Virtual Account.
Tagihan dari dashboard secara bawaan berlaku 60 menit, lalu kedaluwarsa. Karena itu tagihan dibuat saat penyewa sudah mengonfirmasi barang dan tanggalnya di chat, bukan saat pertama kali ia bertanya harga. Tulis barang dan tanggalnya di deskripsi, misalnya “Sewa 0917: Sony A7 III + 28-70mm, ambil 3 Okt, kembali 6 Okt”. Deskripsi itu terbaca penyewa di halaman pembayaran dan menjadi kata kunci pencarian di daftar transaksi saat barangnya kembali. Tagihan yang telanjur kedaluwarsa diganti dengan tagihan baru; alasannya ada di tulisan tentang masa berlaku tagihan.
DP pengunci tanggal, dan pesanan yang terlalu jauh
Kamera dan tenda laris di akhir pekan panjang, sehingga banyak rental meminta DP untuk mengunci tanggal. DP dan pelunasan adalah dua tagihan terpisah. Pada contoh kamera, DP 30% sebesar Rp 225.000 berbiaya Rp 1.825 dan pelunasan Rp 525.000 berbiaya Rp 3.925 lewat QRIS. Totalnya Rp 5.750, lebih mahal Rp 250 daripada sekali lunas, dan selisih kecil itu adalah harga tanggal yang aman.
Perlengkapan acara berbeda: tenda, kursi, dan sound system untuk pernikahan sering dipesan dua atau tiga bulan sebelumnya. Kebijakan penggunaan terlarang menempatkan “hal lain yang dibayar jauh sebelum diserahkan” pada daftar kegiatan yang butuh persetujuan tertulis Kasera Pay lebih dulu. Rental yang rutin menerima pesanan berbulan-bulan di muka sebaiknya menanyakannya ke halo@kasera.id sebelum tautan pertama dikirim, bukan setelah uangnya menumpuk.
Uang jaminan: tagihan sendiri, lewat Virtual Account
Sistem pembayaran tidak membedakan jaminan dari sewa. Dua akibatnya perlu dihitung sebelum memutuskan memungut jaminan lewat Kasera Pay. Pertama, pengembaliannya selalu transfer biasa dari rekening usaha rental, karena QRIS dan Virtual Account tidak punya jalur pengembalian otomatis. Kedua, biaya saat jaminan masuk tidak ikut kembali. Jaminan Rp 2.000.000 berbiaya Rp 14.250 lewat QRIS dan Rp 5.000 lewat Virtual Account, untuk uang yang memang direncanakan keluar lagi. Virtual Account hampir selalu pilihan yang benar.
Menagih jaminan sebagai tagihan sendiri, dengan deskripsi seperti “Jaminan sewa 0917, dikembalikan setelah barang diperiksa”, membuat rekap bulanan tidak mencampur pendapatan dengan uang titipan. Pola yang sama dibahas untuk penyewa kamar di tulisan tentang sewa kos dan kontrakan. Satu hal yang khas rental alat: nilai barangnya bisa jauh di atas plafon Rp 10.000.000 per pembayaran. Paket kamera sinema senilai puluhan juta tidak bisa dijamin dalam satu tagihan. Pilihannya dipecah menjadi beberapa tagihan, atau meminta Kasera menaikkan maksimum Virtual Account untuk akun lewat halo@kasera.id, seperti tertulis di halaman batas transaksi.
Jaminan tidak disebut di daftar persetujuan tertulis, tetapi benang merah daftar itu adalah memegang uang milik orang lain, dan jaminan persis seperti itu. Rental yang jaminannya menjadi bagian besar dari uang yang masuk sebaiknya menyebutkannya saat bertanya ke halo@kasera.id.
Barang kembali: keterlambatan dan kerusakan dalam satu transfer
Saat barang kembali, periksa dulu, lalu hitung. Kalau ada jaminan, cara paling rapi adalah memotong denda dari jaminan dan mengembalikan sisanya dalam satu transfer. Contoh: kamera terlambat satu hari dengan denda setara sewa harian Rp 250.000, jadi dari jaminan Rp 2.000.000 yang kembali Rp 1.750.000. Kirim rinciannya tertulis ke penyewa, dan catat di buku rental bahwa jaminan 0917 selesai dengan potongan Rp 250.000.
Kalau tidak ada jaminan, atau kerusakannya melebihi jaminan, buat tagihan baru khusus untuk kekurangannya saat penyewa masih di tempat, dengan nomor sewa asal di deskripsi. Denda Rp 250.000 lewat QRIS berbiaya Rp 2.000. Yang tidak bekerja adalah aturan yang baru diumumkan setelah kejadian. Tarif denda per hari, harga lensa yang tergores, dan batas waktu pengembalian sebaiknya tertulis di chat konfirmasi sebelum penyewa membayar, supaya tagihan kekurangan bukan kejutan.
Pembatalan
Penyewa yang membatalkan setelah membayar dikembalikan uangnya lewat transfer biasa, dan biaya atas pembayaran yang sudah berhasil tidak ikut kembali. Aturan pembatalan, misalnya DP tidak kembali kalau dibatalkan kurang dari tiga hari sebelum tanggal ambil, sebaiknya disebut sebelum DP dibayar. Cara mencatat pengembaliannya agar pembukuan tetap cocok ada di tulisan tentang pengembalian dana ke pembeli.
Sebelum penyewa pertama
Akun yang belum terverifikasi hanya punya jatah seumur akun 10 permintaan pembayaran dan total Rp 1.000.000. Pada rental alat, satu tagihan jaminan Rp 2.000.000 sudah melewati jatah itu dan ditolak saat dibuat. Selesaikan verifikasi identitas dan rekening pencairan sebelum membuka pemesanan; langkahnya ada di panduan verifikasi akun.
Dua kebiasaan kecil menghemat banyak urusan. Pertama, isi email penyewa saat membuat tagihan: pembayaran live yang berhasil mengirim tanda terima ke email itu, yang berguna sebagai bukti jaminan sudah masuk. Kasera Pay tidak menerbitkan dokumen nota atau faktur untuk pembayaran satuan, jadi surat sewa tetap urusan rental. Kedua, putuskan siapa yang menanggung biaya. Secara bawaan rental yang menanggungnya; pilihan Terima utuh di formulir tagihan menambahkan biaya ke total yang dibayar penyewa. Untuk jaminan, Terima utuh membuat angka yang dibayar tidak lagi sama dengan angka yang akan dikembalikan, dan selisih kecil itu sering menjadi pertanyaan saat pengembalian.
Pertanyaan yang sering muncul
Uang jaminan rental sebaiknya dibayar lewat QRIS atau Virtual Account?
Virtual Account, begitu jaminannya di atas sekitar Rp 678.600. Biaya atas pembayaran yang berhasil tidak ikut kembali saat jaminan ditransfer balik, jadi yang dicari adalah biaya terkecil untuk uang yang memang akan keluar lagi. Jaminan Rp 2.000.000 berbiaya Rp 14.250 lewat QRIS dan Rp 5.000 lewat Virtual Account.
Bisakah uang jaminan dikembalikan otomatis lewat Kasera Pay?
Tidak. QRIS dan Virtual Account tidak punya jalur pengembalian dana otomatis, jadi jaminan dikembalikan dengan transfer biasa dari rekening usaha rental ke rekening penyewa. Catat nomor rekening penyewa saat barang diambil, bukan saat barang kembali.
Bagaimana menagih penyewa yang terlambat mengembalikan barang?
Kalau ada jaminan, potong dendanya dari jaminan dan kembalikan sisanya dalam satu transfer, dengan rincian tertulis. Kalau tidak ada jaminan, atau dendanya melebihi jaminan, buat tagihan baru khusus untuk denda saat barang kembali, dengan nomor sewa asal di deskripsinya. Jangan menagih denda dengan tautan sewa yang lama.