Blog · Terbit
Menerima pembayaran tempat wisata dan agrowisata: satu tagihan per rombongan di loket, buah petik yang ditimbang sebelum ditagih, dan kunjungan sekolah yang dibayar jauh hari
Tempat wisata kecil, seperti wisata desa, kebun petik buah, curug, atau taman edukasi, menerima uang di tiga tempat yang aturannya berbeda: loket tiket saat antrean mobil memanjang, timbangan saat pengunjung pulang membawa hasil petik, dan pemesanan rombongan yang dibayar berminggu-minggu sebelum datang. Susunan yang paling hemat: di loket, satu tagihan per mobil atau keluarga, bukan per orang; di timbangan, satu tagihan setelah semua kantong ditimbang; untuk rombongan, Virtual Account dengan aturan jadwal ulang yang disepakati sebelum DP. Untuk tagihan sampai Rp 100.000, biaya QRIS-nya Rp 500 per pembayaran, berapa pun jumlah tiket di dalamnya.
Loket: satu tagihan per rombongan, bukan per orang
Karena biaya QRIS sampai Rp 100.000 tetap Rp 500, jumlah pembayaran lebih menentukan daripada nominalnya. Keluarga berempat dengan tiket Rp 15.000 per orang yang membayar sekali Rp 60.000 kena Rp 500. Kalau tiap orang memindai sendiri, biayanya Rp 2.000, dan petugas menunggu empat status, bukan satu. Di hari libur dengan 300 mobil, selisihnya bisa ratusan ribu rupiah sehari.
Cara kerja di loket yang ramai:
- Petugas menghitung isi mobil, lalu membuat permintaan pembayaran dari dashboard: isi Nominal dengan totalnya, pilih QRIS di Metode, dan tulis Keterangan seperti
3 dewasa 2 anak, parkir mobil. Langkah dasarnya ada di panduan menerima pembayaran tanpa coding. - QR ditunjukkan di layar HP atau tablet loket, pengunjung memindai dari aplikasi bank atau dompet digital apa pun yang mendukung QRIS.
- Palang dibuka setelah status di layar berubah menjadi Dibayar. Tangkapan layar bukti transfer dari pengunjung bukan penggantinya.
Setiap petugas loket diundang sebagai Staf dengan email sendiri, jadi tidak ada yang memakai login pemilik. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran serta mengunduh CSV, tetapi tidak bisa mengubah rekening pencairan. Satu akun menampung paling banyak lima anggota tim. Tagihan dari dashboard berlaku 60 menit, lebih dari cukup untuk antrean loket.
Pos kecil: QR cetak dengan pilihan nominal
Spot foto, sewa ban pelampung, kamar bilas, atau gazebo jarang punya petugas yang memegang HP sepanjang hari. Untuk pos seperti itu, halaman pembayaran permanen lebih cocok: satu QR dicetak dan ditempel, dan pengunjung memilih nominal sendiri. Pemilik mengaturnya di Akun → Halaman pembayaran, dengan sampai delapan pilihan nominal, misalnya 5000, 10000, dan 20000, lalu mencetak QR-nya sebagai PDF A6 atau display meja A5. Pengunjung juga mengetik nama dan catatan, misalnya “ban 2 jam”.
Kelemahannya nyata: semua pembayaran dari QR cetak masuk ke satu daftar, dan petugas yang datang mengecek harus mencocokkan nama di layar dengan orang di depannya. Untuk pos yang ramai, kembali ke cara loket: satu tagihan per transaksi. QR cetak baru masuk akal saat jumlah pembeli per jam masih bisa dihitung dengan jari.
Kebun petik: timbang dulu, tagih sekali
Di kebun petik buah, tiket masuk dan buah yang dibawa pulang adalah dua penjualan. Tiket ditagih di loket seperti di atas. Buah ditagih di timbangan setelah semua kantong satu rombongan ditimbang, dengan satu permintaan pembayaran berisi total. Sebagai ilustrasi, jeruk Rp 30.000 per kilogram dan tiga kantong yang totalnya 2,4 kg menjadi satu tagihan Rp 72.000, biayanya Rp 500. Kalau tiga kantong itu ditagih terpisah, biayanya Rp 1.500. Tulis berat dan jenis buah di Keterangan, misalnya jeruk 2,4 kg, agar penjualan buah bisa dijumlahkan terpisah dari tiket saat CSV diunduh di akhir hari.
Kebanyakan kebun petik ada di dataran tinggi dengan sinyal yang naik turun. Status pembayaran membutuhkan koneksi di HP petugas, bukan hanya di HP pengunjung. Cara menyiapkan meja pembayaran di tempat seperti itu dibahas di menerima pembayaran di acara tanpa sinyal stabil.
Rombongan sekolah dan kantor: Virtual Account dan izin lebih dulu
Kunjungan study tour atau outing kantor dipesan jauh hari dan nominalnya besar. Di sini Virtual Account lebih murah: biayanya Rp 5.000 tetap, sedangkan QRIS di atas Rp 100.000 kena 0,7% + Rp 250. Sebagai ilustrasi, 120 siswa dengan paket Rp 35.000 berarti Rp 4.200.000. Lewat Virtual Account biayanya Rp 5.000; lewat QRIS Rp 29.650. Titik impasnya sekitar Rp 678.600 per pembayaran, dan perbandingan lengkapnya ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account. Satu pembayaran paling banyak Rp 10.000.000 selama batas akunnya belum dinaikkan, jadi rombongan yang lebih besar dibagi menjadi DP dan pelunasan.
Sebelum DP rombongan pertama diterima, ada satu langkah yang tidak boleh dilewati. Kebijakan penggunaan Kasera Pay di halaman larangan memasukkan perjalanan, tiket, dan hal lain yang dibayar jauh sebelum diserahkan ke daftar yang hanya diizinkan dengan persetujuan tertulis. Kunjungan yang dibayar tiga minggu sebelum hari-H masuk bentuk itu. Email halo@kasera.id dengan nama tempat, jarak biasa antara pembayaran dan kunjungan, dan perkiraan jumlah rombongan per bulan, lalu tunggu jawabannya.
Hujan, longsor, dan jadwal ulang: ditulis sebelum dibayar
Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay, baik oleh pengelola maupun oleh Kasera. Pengembalian berarti transfer dari rekening pengelola sendiri, dan biaya transaksinya tidak kembali. Untuk tempat wisata yang bisa tutup mendadak karena cuaca, aturan pembatalan menentukan lebih banyak daripada pilihan metode. Contoh aturan yang bisa ditulis di papan loket dan di pesan pemesanan rombongan:
- Tiket loket yang sudah dibayar berlaku untuk kunjungan ulang dalam 30 hari kalau tempat ditutup karena cuaca.
- DP rombongan bisa dipindah ke tanggal lain satu kali, paling lambat 7 hari sebelum kunjungan.
- Pengembalian uang hanya kalau pengelola yang membatalkan, ditransfer dalam jumlah yang disepakati.
Angka di atas hanya contoh; yang penting aturannya ada sebelum uang masuk, bukan dirundingkan di loket saat hujan turun.
Biaya per nominal
| Tagihan (ilustrasi) | QRIS | Virtual Account |
|---|---|---|
| Rp 10.000, sewa ban | Rp 500 (5%) | Rp 5.000 (50%) |
| Rp 60.000, satu keluarga | Rp 500 | Rp 5.000 |
| Rp 100.000 | Rp 500 | Rp 5.000 |
| Rp 180.000, satu mobil plus buah | Rp 1.510 | Rp 5.000 |
| Rp 4.200.000, rombongan sekolah | Rp 29.650 | Rp 5.000 |
Biaya dipotong dari pembayaran yang berhasil, tanpa biaya bulanan, dan pencairan ke rekening kena Rp 3.000 per pencairan, bukan per pembayaran. Rinciannya ada di halaman biaya.
Siapa yang memegang akun
Banyak tempat wisata desa dikelola bersama, oleh pokdarwis, kelompok tani, atau pengurus kampung, sementara akun Kasera Pay punya satu pemilik. Jenis usaha yang bisa dipilih saat verifikasi adalah perorangan atau badan usaha (PT atau CV, dengan SK Pendirian, SK Pernyataan, NPWP Perusahaan, dan NIB). Pengelola yang mendaftar sebagai perorangan memakai KTP salah satu pengurus, dan rekening pencairannya harus atas nama yang sama. Artinya uang bersama mendarat di rekening pribadi satu orang, jadi putuskan di rapat pengurus siapa orangnya, dan jadikan CSV bulanan sebagai laporan rutin ke anggota. Pengurus lain cukup diundang sebagai Staf.
Pertanyaan yang sering muncul
Pengunjung datang berlima. Lebih baik lima tagihan atau satu?
Satu. Pembayaran QRIS sampai Rp 100.000 kena Rp 500 flat, jadi lima tiket Rp 15.000 yang dibayar sekali sebagai Rp 75.000 kena Rp 500, sedangkan lima pembayaran terpisah kena Rp 2.500. Satu tagihan juga berarti satu kali menunggu status Dibayar di loket, bukan lima.
Hujan deras dan pengunjung minta uang tiketnya kembali. Bisa lewat Kasera Pay?
Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay, baik oleh pengelola maupun oleh Kasera. Kalau pengelola memutuskan mengembalikan, uangnya ditransfer dari rekening sendiri dan biaya transaksinya tidak kembali. Karena itu aturan hujan, misalnya tiket berlaku untuk kunjungan ulang dalam 30 hari, ditulis di papan loket dan di pesan pemesanan sebelum ada yang membayar.
Apakah menjual tiket kunjungan rombongan jauh hari butuh izin dari Kasera Pay?
Ya. Kebijakan penggunaan Kasera Pay memasukkan perjalanan, tiket, dan hal lain yang dibayar jauh sebelum diserahkan ke daftar yang butuh persetujuan tertulis lebih dulu. Email halo@kasera.id sebelum DP rombongan pertama diterima, dengan gambaran tempatnya, jarak biasa antara pembayaran dan hari kunjungan, dan perkiraan jumlah rombongan per bulan. Tanyakan sekalian apakah penjualan tiket di loket, yang dibayar dan dipakai saat itu juga, perlu disebut.
Panduan per jenis usaha
- Laundry
- Katering
- Bengkel motor dan mobil
- Klinik gigi dan praktik dokter
- Fotografi dan videografi
- Bimbel dan les privat
- Gym dan studio kebugaran
- Sewa lapangan olahraga
- Homestay dan villa
- Rental alat
- Toko bahan bangunan
- Jasa renovasi rumah
- Jasa pindahan rumah
- Percetakan dan digital printing
- Pet shop dan penitipan hewan
- Open trip
- Depot air minum isi ulang
- Toko bunga dan papan bunga
- Sekolah sepak bola dan klub olahraga anak
- Servis HP dan laptop
- Kursus mengemudi
- Sanggar tari dan kursus musik
- Aqiqah dan hewan kurban
- Antar-jemput sekolah
- SPP sekolah swasta, madrasah, dan pesantren
- Kue rumahan
- Jualan sayur online
- Kantin dan food court
- Cuci mobil dan motor
- Jualan frozen food
- Jualan thrift dan preloved
- Cleaning service dan bersih-bersih rumah
- Jasa penerjemah dan juru bahasa
- Toko optik dan kacamata
- Toko oleh-oleh dan jajanan khas
- Toko top up game dan voucher
- Tanaman hias dan bibit
- Pesanan hampers dan parsel
- Warung dan kasbon
- Kedai kopi dan kafe
- Penjahit dan konveksi
- Kos dan kontrakan
- Jastip
- Freelancer
- Jasa website dan hosting
- Jasa panggilan di tempat