Blog · Terbit
Menerima pembayaran usaha laundry: nominal yang baru ada setelah ditimbang, tagihan yang dibuat saat pelanggan siap membayar, dan paket kiloan yang dicatat sendiri
Jawaban singkatnya: pada laundry, nominal baru ada setelah cucian ditimbang atau dihitung per potong, jadi tagihan tidak pernah bisa disiapkan sebelumnya. Susunan yang bertahan adalah tagihan per nota yang dibuat tepat saat pelanggan siap membayar, lewat QRIS karena nominal laundry harian kecil, dan Virtual Account hanya untuk rekap bulanan pelanggan usaha yang nominalnya besar. Paket member dibayar sekali, dan sisa kilonya dicatat di buku laundry sendiri. Semua angka biaya di bawah memakai tarif dasar Kasera Pay, QRIS 0,7% ditambah Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 tetap per pembayaran berhasil, seperti tercantum di halaman biaya. Harga laundry pada contoh hanya ilustrasi.
| Situasi | Kapan tagihan dibuat | Metode | Jebakan utamanya |
|---|---|---|---|
| Kiloan atau satuan, pelanggan datang ke outlet | Setelah ditimbang, saat pelanggan masih di depan meja | QRIS | Nominal yang diketik sendiri oleh pelanggan |
| Bayar saat mengambil | Saat pelanggan tiba untuk mengambil | QRIS | Tautan yang dikirim bersama kabar cucian selesai |
| Antar-jemput | Sebelum kurir berangkat mengantar | QRIS | Kurir yang menunggu di depan pintu tanpa tagihan yang hidup |
| Paket member atau kuota kilo | Sekali, saat paket dibeli | QRIS | Mengira sisa kuota tersimpan di sistem pembayaran |
| Pelanggan usaha: kos, penginapan, rumah makan | Sekali sebulan, dari rekap nota | Virtual Account di atas sekitar Rp 678.600 | Satu tagihan per nota yang biayanya berlipat |
Kenapa tagihan laundry lahir di meja timbang
Toko biasa tahu harga sebelum pembeli datang. Laundry tidak: 3,4 kg dan 4,1 kg adalah dua nominal yang berbeda, dan jas, bedcover, atau sepatu dihitung per potong dengan tarifnya sendiri. Ambil contoh kiloan reguler Rp 7.000 per kg. Cucian 4 kg menjadi Rp 28.000, dan biaya QRIS-nya Rp 196 ditambah Rp 250, jadi Rp 446 atau sekitar 1,6% dari nota. Kiloan kilat 3 kg dengan tarif Rp 12.000 menjadi Rp 36.000 dan berbiaya Rp 502.
Komponen tetap Rp 250 itulah yang membuat nota kecil terasa mahal. Setrika satu kemeja Rp 5.000 berbiaya Rp 285, hampir 6%. Kalau pelanggan yang sama datang dua kali seminggu dengan nota kecil, menggabungkannya ke satu pembayaran saat pengambilan lebih hemat daripada dua pembayaran terpisah. QRIS menerima pembayaran mulai Rp 1.000, sedangkan Virtual Account baru menerima mulai Rp 10.000 dengan biaya Rp 5.000 tetap, jadi untuk nota laundry harian QRIS hampir selalu satu-satunya pilihan yang masuk akal.
Tagihan per nota, atau satu QR permanen di meja
Ada dua cara menerima pembayaran di outlet. Yang pertama adalah tagihan per nota dari dashboard: petugas mengetik nominal hasil timbang, menulis nomor nota di deskripsi, lalu menunjukkan QR-nya di layar atau mengirim tautannya ke WhatsApp pelanggan. Nominalnya persis, dan setiap pembayaran di daftar transaksi langsung menunjuk ke satu nota.
Yang kedua adalah satu halaman pembayaran yang dipakai berulang, dicetak sebagai QR di meja kasir. Tidak ada kerja per nota, dan halaman ini menampilkan QRIS. Kelemahannya, nominalnya diketik pelanggan, dan pembayaran dari halaman permanen tidak membawa nomor pesanan. Kolom catatan menjadi satu-satunya penghubung ke nota, jadi tempelkan arahan satu baris di samping QR-nya: “tulis nomor nota di kolom catatan”. Tanpa arahan itu, penutupan kas sore hari berubah menjadi menebak pembayaran Rp 28.000 yang mana milik nota yang mana. Outlet yang ramai biasanya memakai keduanya: QR permanen untuk antrean, tagihan per nota untuk nota besar dan pelanggan usaha.
Bayar saat menitip atau saat mengambil
Keduanya sah, dan pilihannya mengubah risiko yang ditanggung laundry. Bayar saat menitip membuat nominalnya pasti sejak awal dan menghapus piutang: cucian yang tidak diambil berminggu-minggu sudah lunas, tinggal urusan menyimpannya. Bayar saat mengambil lebih disukai pelanggan tetap, tetapi setiap cucian yang tertinggal di rak adalah uang yang belum masuk.
Yang sering salah adalah waktu pembuatan tagihannya. Tagihan dari dashboard berlaku 60 menit, lalu kedaluwarsa dan tidak bisa dibayar lagi. Mengirim tautan bersama pesan “cucian sudah selesai” pukul 10.00 hanya menghasilkan tautan mati ketika pelanggan datang pukul 17.00. Urutan yang bekerja: kabar selesai dikirim tanpa tautan, lalu tagihan dibuat saat pelanggan menjawab akan membayar sekarang atau saat ia berdiri di depan meja. Tagihan yang telanjur kedaluwarsa cukup diganti dengan tagihan baru untuk nota yang sama; alasannya dibahas di tulisan tentang masa berlaku tagihan.
Antar-jemput: lunas sebelum kurir berangkat
Kurir yang menunggu di depan pintu sementara pelanggan mencari aplikasi banknya adalah waktu yang tidak dibayar. Lebih rapi kalau tagihan dikirim saat jadwal antar dikonfirmasi, misalnya “kurir berangkat 30 menit lagi, silakan dibayar lebih dulu”, dan cucian baru dimuat setelah status pembayarannya berhasil di dashboard. Status itu terkonfirmasi otomatis, jadi admin outlet tidak perlu menunggu tangkapan layar bukti transfer. Kalau pelanggan baru sempat membayar di depan pintu, admin cukup membuat tagihan baru dan mengirimkannya ke WhatsApp pelanggan saat kurir tiba.
Ongkos antar sebaiknya tertulis di deskripsi tagihan, misalnya “Nota 0412, 4 kg reguler Rp 28.000 + antar Rp 5.000”, supaya pelanggan membaca rincian yang sama dengan yang tercatat di sisi laundry.
Paket member: satu pembayaran, kuotanya di buku sendiri
Banyak laundry menjual paket, misalnya 20 kg seharga Rp 120.000. Paket itu satu pembayaran biasa, berbiaya Rp 840 ditambah Rp 250, jadi Rp 1.090 lewat QRIS. Kalau harganya seragam, halaman pembayaran permanen dengan pilihan nominal yang mengikat, misalnya 120000 dan 250000, membuat pelanggan tidak bisa mengetik angka lain.
Sisa kuotanya tidak dicatat oleh Kasera Pay. Sistem pembayaran mencatat bahwa Rp 120.000 masuk, bukan bahwa pelanggan itu masih punya 11,5 kg. Sisa kilo dicatat di buku atau aplikasi kasir laundry sendiri, dengan nomor telepon pelanggan sebagai kuncinya. Paket dalam satuan kilo juga lebih mudah dipertanggungjawabkan daripada “saldo deposit” dalam rupiah yang dipotong sedikit demi sedikit dengan tarif yang bisa berubah.
Pelanggan usaha: rekap bulanan lewat Virtual Account
Kos, penginapan kecil, dan rumah makan yang mencucikan seprai, handuk, atau serbet setiap minggu tidak perlu ditagih per nota. Rekap sebulan menjadi satu tagihan. Misalnya delapan pengambilan Rp 180.000 menjadi Rp 1.440.000: lewat QRIS biayanya Rp 10.330, lewat Virtual Account Rp 5.000. Keduanya seimbang di sekitar Rp 678.600, dan di atas angka itu Virtual Account lebih murah. Delapan tagihan terpisah lewat QRIS justru berbiaya total Rp 12.080.
Tulis periode dan jumlah pengambilannya di deskripsi, misalnya “Laundry Oktober, 8 pengambilan, rincian terlampir”, lalu kirim rekap notanya terpisah. Satu pembayaran maksimal Rp 10.000.000, jadi rekap yang melewatinya dipecah menjadi dua tagihan. Pelanggan berbentuk perusahaan sering butuh beberapa hari untuk persetujuan internal; penyesuaiannya ada di tulisan tentang pembayaran dari pelanggan korporat.
Cucian rusak atau hilang
Ganti rugi atas cucian yang luntur, susut, atau hilang tidak dikembalikan lewat Kasera Pay untuk pembayaran QRIS dan Virtual Account. Uangnya ditransfer sendiri dari rekening laundry, dan biaya atas pembayaran yang sudah berhasil tidak ikut kembali. Karena itu aturan ganti rugi, misalnya paling banyak sepuluh kali ongkos cuci potong itu, sebaiknya tertulis di nota dan di dinding outlet sebelum ada kejadian. Cara mencatat pengembalian agar pembukuannya tetap cocok ada di tulisan tentang pengembalian dana ke pembeli.
Sebelum pelanggan pertama
Akun yang belum terverifikasi hanya punya jatah seumur akun 10 permintaan pembayaran dan total Rp 1.000.000. Outlet laundry menghabiskan sepuluh permintaan itu dalam satu pagi. Selesaikan verifikasi identitas dan rekening pencairan lebih dulu; langkahnya ada di panduan verifikasi akun.
Dua keputusan lain layak diambil sejak awal. Pertama, siapa yang menanggung biaya: secara bawaan laundry yang menanggungnya, sedangkan pilihan Terima utuh di formulir tagihan menambahkan biaya ke total yang dibayar pelanggan. Untuk tarif per kilo yang sudah terpampang di dinding, total yang tidak bulat di layar pelanggan biasanya lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada sekitar Rp 450 yang ditanggung sendiri. Kedua, nota tetap urusan laundry. Pembayaran live yang berhasil mengirim tanda terima ke email pelanggan kalau email-nya diisi, tetapi pelanggan laundry jarang memberikannya, dan Kasera Pay tidak menerbitkan dokumen nota atau faktur untuk pembayaran satuan.
Pertanyaan yang sering muncul
Laundry kiloan lebih baik dibayar saat menitip atau saat mengambil?
Saat menitip, kalau pelanggannya bisa membayar di tempat. Berat cucian sudah diketahui begitu ditimbang, jadi nominalnya sudah pasti, dan cucian yang sudah lunas tidak menjadi piutang ketika pemiliknya lama tidak datang. Bayar saat mengambil tetap wajar untuk pelanggan tetap, dengan catatan tagihannya dibuat saat pelanggan sudah di depan meja, karena tagihan dari dashboard berlaku 60 menit.
Bolehkah tautan pembayaran dikirim bersamaan dengan pesan cucian sudah selesai?
Boleh, tetapi hampir selalu sia-sia. Tagihan yang dibuat dari dashboard berlaku 60 menit lalu kedaluwarsa, sedangkan pelanggan yang dikabari cucian selesai biasanya baru datang sore atau esok hari. Kirim kabar selesai tanpa tautan, lalu buat tagihan ketika pelanggan membalas akan membayar sekarang atau saat ia tiba di outlet.
Apakah Kasera Pay bisa menyimpan saldo deposit atau sisa kilo paket member?
Tidak. Kasera Pay mencatat pembayaran, bukan saldo milik pelanggan. Paket member dibayar sekali sebagai satu pembayaran, dan sisa kilonya dicatat di buku atau aplikasi kasir laundry sendiri. Paket yang dinyatakan dalam kilo lebih mudah dicatat dan diperdebatkan daripada saldo rupiah yang dipotong sedikit demi sedikit.